Apa itu BI Rate dan BI 7 Days Repo

0
184
BI 7 Days Repo

Orang awam menggunakan istilah BI Rate atau suku bunga BI ketika menjelaskan kondisi naik atau turunnya kredit pemilikan rumah (KPR). Bila suku bunga BI turun, berarti KPR sedang murah. Sebaliknya, bila suku bunga BI naik, berarti KPR sedang mahal. Hal ini menjelaskan bahwa BI Rate menentukan suku bunga perkreditan bank-bank lain.

Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tahun 2021 pada 20-21 Januari 2021, sepakat mempertahankan nilai BI7DRR atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,75%. Istilah BI 7 Days Repo ini adalah kebijakan baru yang menggantikan BI rate. Mengapa diubah menjadi BI7DRR dan apa dampaknya terhadap perekonomian negara kita secara keseluruhan?

BI Rate dan Perannya dalam Perekonomian

BI Rate merupakan kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh pihak Bank Indonesia dan disebarluaskan kepada publik. Penetapan nilai suku bunga ini dilakukan melalui Rapat Anggota Dewan Gubernur yang dilaksanakan setiap bulan, dengan cara menganalisa perkembangan ekonomi di dalam dan luar negeri. Berikut ini tujuan penetapan BI Rate:

  • Menjaga kestabilan perekonomian 

BI Rate mempengaruhi kondisi perekonomian sehari-hari. Salah satu contohnya adalah: untuk mengontrol lonjakan harga bahan pokok akibat kelangkaan atau sulit panen, BI Rate akan diturunkan untuk memacu penyaluran kredit di masyarakat. Dengan bertambahnya peredaran uang, harga bahan pokok akan turun dan kembali stabil.

Selain itu, lembaga perbankan diharapkan mengikuti skenario yang ditetapkan. Saat Bank Indonesia menurunkan BI Rate misalnya, sebaiknya suku bunga deposito dan kredit juga ikut diturunkan. Begitu pula sebaliknya. Ini diprediksi akan meningkatkan minat masyarakat untuk mengambil pinjaman kredit.

  • Mengontrol Inflasi 

Inflasi adalah faktor utama penetapan nilai BI Rate, serta menjadi latar belakang yang memunculkan inisiatif BI 7 Days Repo. Inflasi dipengaruhi oleh jumlah mata uang yang beredar di masyarakat, serta jumlah produksi dan permintaan masyarakat, yang menyebabkan fluktuasi harga. Ketika inflasi sedang naik, lembaga perbankan lebih memilih menyimpan uang mereka di BI dengan harapan bisa mengurangi peredaran uang.

Bila uang yang beredar di masyarakat sedikit, inflasi pun perlahan menurun. Kemudian saat suku bunga BI sudah turun, lembaga perbankan yang sebelumnya membatasi penyaluran kredit bisa membuka kembali peluang pemberian pinjaman. Dampak positifnya, usaha baru akan bermunculan dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Perekonomian pun akan mulai merangkak naik.

Kebijakan BI 7 Days Repo

Masalahnya, setelah BI Rate turun uang milik lembaga perbankan yang disimpan di BI tidak bisa langsung dicairkan begitu saja, melainkan harus menunggu selama satu tahun. Hal ini menyebabkan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak sehat. Untuk mengatasinya, Bank Indonesia memutuskan untuk memberlakukan BI 7-Day (reverse) Repo Rate sejak 19 Agustus 2016.

Kebijakan baru ini memiliki rentang waktu yang lebih singkat, yakni 7 hari dan kelipatannya (14 days, 21 days, dan seterusnya). Artinya, tidak perlu menunggu hingga satu tahun untuk bisa melakukan penarikan dana yang disimpan di BI.

Meski suku bunganya lebih kecil daripada BI Rate, hasilnya lebih baik dan berdampak pada kelancaran penyaluran pinjaman. Selain itu, BI 7 Days Repo membantu menjaga pengeluaran dan pemasukan nasabah tetap stabil. Sehingga, menghindari risiko kredit macet.

Baca juga: Ini Beberapa Fungsi dan Tugas Bank Indonesia yang Perlu Kamu Tahu!

Tujuan Kebijakan BI 7 Days Repo

Kebijakan baru ini diharapkan dapat mencapai tujuannya sesuai yang ditargetkan oleh Bank Indonesia selaku pihak otoritas yang mengontrol fluktuasi, nilai mata uang, serta kebijakan moneter lainnya. Di bawah ini beberapa hal yang menjadi target pencapaian pemberlakuan BI 7-Day (reverse) Repo Rate:

  • Perusahaan perbankan atau bank menjadi lebih berani mengatur naik turunnya suku bunga deposito.
  • Masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan suku bunga, sehingga meyakinkan mereka untuk mengambil kredit jangka panjang.
  • Nilai bunga deposito yang naik diharapkan meningkatkan jumlah nasabah bank. Semakin banyak deposito masuk, anggaran kredit untuk UMKM juga bertambah.

Kesimpulan

Berlakunya BI 7 Days Repo menggantikan BI Rate sebagai suku bunga acuan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini dikarenakan perubahan nilai suku bunga kredit menjadi lebih cepat. Sehingga, penyaluran kredit pada sektor riil akan semakin baik. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 18% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]