Alasan dan Urgensi Memiliki Pinjaman Modal Usaha

0
5952
Akseleran_Article_Featured_Image_1366x768_pinjamanmodalusaha

Untuk mengantisipasi kondisi perekonomian yang terus berubah-ubah, menjalani bisnis baik yang berskala besar maupun kecil; sebagai sumber pendapatan utama maupun sampingan, hai ini sudah menjadi pemandangan umum. Untuk memulai bisnis tersebut, seorang pengusaha bisa mewujudkannya dengan menggunakan modal pribadi. Modal pribadi di sini bisa saja dari perorangan maupun secara berkelompok.

Lalu, jika dana pribadi tidak mencukupi atau bahkan tidak ada, langkah apa yang bisa dilakukan oleh si pemilik usaha? Jawabannya adalah berburu pinjaman modal usaha.

Saat mendengar kata ‘pinjam’, maka bayang-bayang utang pun muncul. Menjalani bisnis dengan utang, apakah akan baik-baik saja? Dalam menjalani usaha tertentu, bahkan bisnis skala besar pun masih melakukan praktik pinjam-meminjam ini. Intinya, hal ini bukanlah hal tabu. Berikut ini adalah penjabaran alasan dan urgensi dari pinjaman modal usaha.

Sebagai Modal Awal Usaha Anda

Jika dana di rekening yang sudah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun belum juga cukup sebagai modal awal usaha, maka meminjam dari pihak lain bisa menjadi pilihan selanjutnya. Biasanya untuk usaha skala kecil, seorang pengusaha akan melirik orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman karena beberapa alasan. Misalnya, bisa lebih nyaman dan flesksibel dalam penentuan bunga (kadang tanpa bunga) dan jangka waktu pelunasan.

Saat usaha meminjam dari orang sekitar tampak mustahil, meminjam dari bank atau instansi sejenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pihak berbasis online akan menjadi opsi lanjutan. Sekali lagi, tidak masalah menggunakan opsi ini asalkan regulasinya (peraturan) jelas.

Untuk masing-masing tempat yang siap memberikan pinjaman modal usaha kepada Anda, mereka tentu memiliki kelemahan, kelebihan, dan ketentuan masing-masing. Jadi, pastikan untuk menyesuaikannya dengan keadaan Anda saat mengajukan peminjaman.

Mengembangkan Usaha yang Sudah Ada

Bisnis yang mulai tumbuh dan cukup stabil untuk dikembangkan memerlukan dana lebih karena beberapa alasan yang berkaitan dengan aspek produksi dan operasional. Produksi ini berkaitain dengan proses menghasilkan item berdaya jual untuk menunjang pendapatan Anda.

Bagaimana dengan operasional? Aspek ini masih terhubung dengan proses produksi yang melibatkan peralatan, perlengkapan, tenaga kerja, dan bahan baku. Aspek-aspek ini tidak hanya berlaku untuk bisnis produk barang melainkan untuk jenis jasa juga.

Untuk lebih mendetail, berikut adalah penjelasannya

  • Menambah peralatan dan perlengkapan produksi. Saat produk usaha mulai dikenal dan menarik perhatian banyak konsumen, meningkatkan jumlah produksi adalah hal yang harus dilakukan demi menjawab permintaan para konsumen tersebut. Dan untuk mewujudkan ini, peralatan produksi yang sudah ada mungkin tidak cukup.
  • Mengubah sistem produksi yang awalnya berbasis manual ke mesin. Perencanaan seperti ini tidak jarang terjadi ketika bisnis sudah semakin tumbuh pesat. Peralihan dari manual ke mesin, biasanya, disebabkan oleh tuntutan pemintaan konsumen yang meningkat hingga harus bergerak dengan cepat sekaligus menghasilkan barang dalam jumlah besar.
  • Menambah jenis produk yang ditawarkan. Untuk bisnis yang inovatif dan lebih menguntungkan, mempersembahkan produk-produk baru secara berkala adalah langkah bijak. Hal ini bisa juga bertujuan untuk mempertahankan eksistensi bisnis dari segi jumlah varian yang mengikuti perkembangan pasar.
  • Menambah jumlah tenaga kerja. Selain peralatan dan perlengkapan produksi, tenaga manusia yang mengoperasikannya pun mungkin diperlukan. Untuk jenis bisnis yang menawarkan jasa misalnya, tenaga manusia adalah bahan baku
  • Memperluas ruang (secara harfiah) bisnis. Awalnya, satu-dua lantai bangunan sudah cukup. Namun setelah usaha berkembang pesat, ruang yang lebih luas akan sangat dibutuhkan.
  • Dana untuk membuka cabang baru. Keputusan untuk membuka cabang baru di sini bisa saja berkaitan dengan ketiadaan ruang di lokasi awal dan bisa juga karena target jangkauan bisnis. Sebut saja usaha rumah makan. Dana yang tidak sedikit akan dibutuhkan saat sang pemilik harus membuka cabang baru di wilayah lain, baik di kota yang sama maupun di luar kota.

Pinjaman Modal Usaha Untuk Menjaga Aliran Kas

Sebut saja produk bisnis Anda tidak begitu laku di pasaran. Padahal, Anda harus membayar honor para pekerja hingga menyiapkan dana untuk menciptakan produk baru yang sesuai dengan tuntutan konsumen.

Dalam kasus ini, tampak jelas bahwa Anda memerlukan dana tambahan dari luar karena minimnya pendapatan dari hasil produksi sebelumnya.

Penjabaran di atas mungkin hanya sebagian alasan dan urgensi dari memiliki pinjaman modal usaha. Dalam praktik bisnis, kasus-kasus yang lebih mendesak bisa saja terjadi. Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan itu, ada baiknya Anda membekali diri dengan pengetahuan seputar peraturan atau ketentuan dalam memperoleh pinjaman yang aman dan efisien.

Dan yang paling utama adalah kejelian Anda dalam memahami alur bisnis yang sedang Anda jalani. Jangan sampai pinjaman dana yang nantinya Anda ajukan malah hanya berakhir sebagai utang yang tidak menghasilkan apa-apa.

Jika Anda sudah memiliki bisnis yang berjalan baik selama minimal lebih dari satu tahun dan dalam keadaan laba, Anda bisa mencoba mencari tambahan pinjaman modal usaha melalui Akseleran. Start Up fintech ini menyediakan dua jenis layanan: Peer-To-Peer Lending dan Equity Crowdfunding. Perbedaan keduanya ada di jenis return yang didapatkan oleh investor dan jangka waktu pengembalian return tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan kunjungi website Akseleran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here