Membuat Tagline untuk Bisnis, Ini Tipsnya

1
444
Tagline Adalah

Dalam dunia marketing, tagline adalah salah satu perangkat untuk melakukan branding. Tagline adalah deskripsi singkat yang mampu merepresentasikan sebuah produk secara keseluruhan, biasanya terdiri atas beberapa kata atau seruan. Dalam bahasa Indonesia, padanannya adalah slogan yang dalam KBBI diartikan sebagai perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk melakukan sesuatu.

Slogan dalam bisnis memiliki beberapa manfaat, antara lain menonjolkan keunggulan brand, memperkuat identitas brand, mewakili visi dan misi bisnis, dan meningkatkan kesadaran brand. Agar bisa membuat slogan yang menarik untuk bisnismu, beberapa tips berikut ini bisa kamu praktikkan.

Sebelum membuat slogan, alangkah baiknya jika kamu juga memperhatikan aspek visual, yakni logo. Logo biasanya disandingkan dengan slogan sehingga sebisa mungkin logo dibuat menarik, mudah diingat, dan mengandung nilai filosofis yang sesuai dengan bisnismu.

Tentukan Keunikan Produkmu

Keunikan merupakan hal yang menarik bagi konsumen untuk membeli sebuah produk. Jika produkmu tidak memiliki keunikan, tentu mereka akan memilih produk kompetitor. Misalnya, saus botolan Indofood menawarkan tingkat kepedasan yang pas dengan slogan “Pas pedasnya, pas sedapnya.”

Kenali Audiens dan Konsumen yang Menjadi Target

Kondisi demografis audiens, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan status sosial merupakan aspek penting dalam menyusun slogan. Misalnya, kopi GoodDay yang memasang slogan “Karena gaul punya banyak rasa.” karena audiensnya kebanyakan anak muda. Extra Joss memasang slogan “Laki, minum Extra Joss.” karena audiensnya kebanyakan laki-laki. 

Lakukan Diskusi

Diskusi sangat membantu penyusunan slogan. Bukan tidak mungkin ide akan muncul dari celetukan-celetukan yang tidak disengaja. Buat catatan untuk menampung berbagai ide yang nantinya bisa diolah menjadi beberapa slogan alternatif.

Gali Orisinalitas

Tidak ada salahnya jika kamu melihat-lihat slogan dari brand lain untuk mencari inspirasi. Namun, jangan terjebak plagiarisme. Tetaplah gali orisinalitas sehingga calon konsumen melihat bahwa brand-mu kreatif.

Baca juga:

Baca juga: Mengenal Slogan “Yuk Nabung Saham” dan Cara Memulainya!

Libatkan Emosi Calon Konsumen

Untuk bisa menarik calon konsumen, berusahalah agar mereka terlibat secara emosi. Emosi ini bisa berupa rasa sedih, gembira, takut, cemas, dsb. Misalnya, iklan Tropicana Slim mengusung slogan “Karena manisnya hidup, kita yang tentukan.” yang membawa perasaan gembira bahwa hidup tetap terasa manis meskipun terjadi perubahan dalam konsumsi gula. 

Gunakan Kalimat Persuasif

Untuk memengaruhi audiens, penggunaan kalimat persuasif atau ajakan cukup efektif. Misalnya, obat batuk Komix menggunakan slogan, “Batuk? Di-Komix aja!”

Buat Pesan Singkat dan Jelas

Agar mudah dipahami dan membekas dalam ingatan audiens, slogan haruslah berupa kalimat singkat, tetapi tetap mewakili citra produk. Contohnya, minuman Sprite dengan slogan, “Sprite. Nyatanya nyegerin.” yang cukup memberikan pesan bahwa minuman tersebut memberikan sensasi kesegaran.   

Jujur

Meskipun berfungsi memengaruhi audiens untuk membeli produk atau jasanya, slogan harus tetap mempertahankan kejujuran. Slogan sebaiknya tidak meleset jauh dari ekspektasi audiens. Misalnya, theme park Trans Studio mengusung slogan “Bring TV to reality.” Artinya, audiens nantinya akan menemukan hiburan yang biasanya dilihat di TV, kini dapat dilihat dan dialami secara nyata. 

Fokus pada Tujuan 

Slogan sebaiknya tetap fokus pada tujuan produknya. Apakah untuk menunjukkan keunggulan produk, membangun kesadaran akan brand, atau menunjukkan siapa yang menjadi target produknya. Tidak harus semua hal ini dimasukkan ke dalam satu slogan.

Misalnya, brand obat nyamuk menunjukkan keunggulan produk dalam segi harga dengan slogan, “Yang lebih mahal, banyak.” 

Gunakan Kata-Kata Sederhana

Kata-kata sederhana menjadi kunci dalam slogan. Kata yang asing atau sulit dipahami akan menyulitkan audiens dalam memahami pesan yang ingin disampaikan dalam slogan. Akibatnya, sebuah iklan akan lewat begitu saja tanpa berbekas di ingatan. 

Penggunaan slogan dengan satu sampai tiga kata cukup efektif untuk meninggalkan kesan dalam ingatan audiens. Misalnya, cukup dengan mengatakan “Seleraku.”, audiens langsung ingat pada brand Indomie.

10 Contoh Tagline yang Sangat Populer

  • “Orang pintar minum Tolak Angin.”
  • “Cintai ususmu, minum Yakult tiap hari.”
  • “Kayak ada manis-manisnya gitu.”
  • “Life is never flat.”
  • “Karena rasa tak pernah bohong.”
  • “So Nice, tinggal lep.”
  • “Pria punya selera.”
  • “Jelas lebih enak.”
  • “Semakin di depan.”
  • “Minum makanan bergizi.”

Bagaimana? Bukan hal yang sulit bukan jika kita sudah tahu prinsip-prinsip yang harus kita perhatikan dalam menyusun tagline? Semoga memberikan inspirasi dalam menyusun slogan yang paling pas untuk merepresentasikan produkmu.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.