Simulasi Reksadana: Belajar hingga Cara Kerja Reksadana

0
559
Simulasi Reksadana

Anda mungkin penasaran mengapa investasi reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang disarankan oleh banyak orang, terutama untuk pemula. Untuk memahami lebih dalam mengenai reksadana, akan lebih baik jika Anda mencoba dulu simulasi reksadana sembari mempelajari bagaimana cara kerja investasi ini.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana?

Konsep reksadana sebenarnya cukup mudah dipahami, bahkan bagi pemula sekalipun. Berawal dari hal inilah, reksadana menjadi tipe investasi yang disarankan bagi pemula.

Tak hanya itu, dengan berinvestasi reksadana, Anda bisa melakukan diversifikasi investasi. Istilah ini merujuk pada perbanyakan jenis instrumen investasi yang Anda pilih. Dengan begitu, kemungkinan untuk mengalami capital loss dalam jumlah yang besar bisa diminimalkan.

Meski dikatakan mudah, Anda perlu mempelajari cara investasi reksadana dengan baik. Tak hanya dapat meminimalkan risiko kerugian investasi, dengan belajar reksadana, Anda juga bisa mengetahui langkah yang harus Anda ambil untuk memaksimalkan keuntungan.

Profil risiko dan penentuan instrumen reksadana

Bagaimana penentuan instrumen investasi reksadana dilakukan? Instrumen yang bisa Anda pilih sebenarnya diketahui dengan mengenal profil risiko dan jangka investasi. Manajer investasi pada suatu lembaga reksadana tentu juga akan menggunakan dua hal utama tersebut untuk menyarankan instrumen investasi yang cocok untuk Anda.

Jika Anda berinvestasi di lembaga reksadana, maka Anda bisa memilih dua atau lebih instrumen investasi. Lalu, dengan cara kerja reksadana yang akan dijelaskan pada poin selanjutnya, Anda bisa memulai investasi di lembaga reksadana tersebut.

Cara kerja investasi reksadana

Bagaimana, sih, cara kerja investasi reksadana? Poin-poin berikut ini bisa menggambarkan cara kerja investasi reksadana dengan singkat:

  • Pertama, dana nasabah/investor dihimpun oleh manajer investasi sebuah lembaga reksadana.
  • Lalu, dana yang telah dihimpun akan  dialokasikan ke pos-pos instrumen investasi reksadana (pasar uang, saham, kas/deposito, atau pendapatan tetap) berdasarkan persentase yang disarankan oleh manajer investasi.
  • Nasabah akan menerima laporan berkala atas investasi yang telah dilakukan. Laporan yang dimaksud termasuk kinerja produk, portofolio efek, dan komposisi aset.

Simulasi Reksadana

Agar lebih mudah memahami reksadana, coba Anda pelajari simulasi berikut. Pada simulasi reksadana ini, disajikan kasus sederhana investor yang berencana untuk berinvestasi di sebuah lembaga reksadana.

Studi kasus

Vita adalah karyawan swasta yang ingin berinvestasi reksadana di lembaga sekuritas PQR. Tiap bulan, Vita memiliki pendapatan tetap sebesar Rp4.500.000,00. Ia berencana untuk menginvestasikan 10% dari pendapatannya di lembaga reksadana PQR, atau sejumlah Rp450.000,00. Sebagai deposit awal, Vita menyediakan dana Rp1.000.000,00. 

Dengan detail seperti itu, berapa hasil investasi Vita dalam kurun waktu 3 tahun (Oktober 2021-Oktober 2024)? 

Baca juga: Memahami Lebih Jauh Mengenai Apa Itu Reksadana

Pembahasan

Untuk menjawab pertanyaan pada simulasi reksadana di atas, Anda perlu mengetahui profil risiko Vita sebagai seorang investor terlebih dahulu. Anggap saja Vita masih belum berani untuk berinvestasi pada instrumen risiko tinggi (saham) dan masih ragu dalam menghadapi fluktuasi harga instrumen yang terlalu signifikan. Oleh karena itu, lembaga tersebut mengklasifikasikan Vita sebagai investor tipe konservatif.

Dalam berinvestasi, instrumen investasi yang menjanjikan return yang besar memiliki risiko yang besar pula (high risk high return). Oleh karena itu, persentase return yang bisa Vita ambil juga rendah (1%-5%/tahun). Risiko rendah biasanya dikaitkan dengan fluktuasi harga dan persentase return yang tidak terlalu signifikan.

Anggap saja return yang diharapkan Vita adalah ±5% per tahun. Maka, pada akhir tahun ketiga, hasil investasi yang bisa Vita dapatkan dapat dihitung dengan cara berikut:

Hasil investasi = (deposit awal + (investasi bulanan x jumlah bulan)) x (5% x 3 tahun)

= (Rp1.000.000,00 + (Rp450.000,00 x 36)) x 15%

= Rp2.580.000,00

Dengan nominal investasi 10% dari pendapatan, hasil investasi yang didapat Vita tampak menggiurkan, bukan? Namun, pada kenyataannya, Vita tidak bisa mendapatkan nominal hasil investasi seperti simulasi reksadana di atas.

Anda perlu mengingat bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan nominal tersebut tidak semuanya diterima oleh Vita sebagai investor, yaitu:

  1. adanya diversifikasi instrumen investasi,
  2. fluktuasi harga pasar untuk tiap instrumen,
  3. biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee)
  4. biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee)
  5. biaya pajak, dan
  6. biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee) – berlaku seandainya Vita berminat menjual kembali reksadana yang ia beli.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cara kerja investasi reksadana dan simulasi reksadana sederhana yang bisa Anda jadikan acuan. Daripada uang Anda ‘diam’ saja di rekening tabungan, yuk, jadikan uang Anda bertambah dengan melakukan investasi!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]