SBR012 Sudah Buka, Ini Keuntungan hingga Simulasi Keuntungannya

0
467
SBR012

Investasi menjadi instrumen keuangan yang saat ini banyak menjadi solusi bagi yang menginginkan pengelolaan keuangan untuk jangka panjang. Salah satu bentuk investasi yang dinantikan adalah SBR012.

Bentuk investasi ini nantinya akan memberikan timbal balik di masa depan. Hal ini akan membantu masyarakat Indonesia yang menginginkan pengelolaan uang yang dapat membantu terjaminnya masa depan.

Namun, masih banyak yang awam dengan bentuk investasi ini. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal SBR012

Ada banyak jenis dan juga jangka instrumen investasi.  Salah satunya adalah Savings Bond Ritel (SBR) yang merupakan Surat Berharga Negara yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah.

Karena terbit langsung dari negara, maka negara menjamin keamanan dan keabsahan investasi ini sebagai alat pengelolaan uang. Adapun masa penawaran dari SBR012 sendiri mulai dari tanggal 19 Januari 2023 hingga 9 Februari 2023. 

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan juga menetapkan untuk imbalan dari investasi nanti bersifat floating floor. Sistem floating ini artinya bunga yang didapatkan dapat berubah-ubah.

Untuk jenis surat berharga ini ada 2 jenis yaitu SBR012-T2 dan SBR012-T4. Lalu apa pengertian keduanya dan apa perbedaannya?

Perbedaan SBR012-T2 dan SBR012-T4

Investasi Saving Bond Ritel memiliki dua jenis yaitu SBR12-T2 dan SBR012-T4. Lalu apa perbedaan keduanya? Dua jenis investasi ini memiliki perbedaan seperti yang ada pada penjelasan berikut.

SBR012-T2

Jenis investasi SBR12-T2 adalah jenis surat dengan masa yang pendek yaitu 2 tahun. Untuk masa berakhirnya adalah di tanggal 10 Februari 2025.

Untuk maksimal pembeliannya juga terbatas yaitu maksimal 5 milyar. Dengan begitu, jenis surat berharga SBR12-T2 ini lebih cocok untuk pemilik yang menginginkan investasi jangka pendek. 

SBR012-T4

Jenis kedua dari surat tabungan berharga yang merupakan bagian dari SBR012 adalah jenis SBR012-T4.  Berbeda dengan jenis T2, jenis T4 memiliki jangka pengambilan yang lebih panjang yaitu 4 tahun. Masa berlaku SBR012-T4 adalah hingga 10 Februari 2027. 

Tidak hanya jangka waktu yang lebih panjang, namun jenis surat ini juga memiliki maksimal pembelian yang lebih besar. Adapun untuk jenis surat ini memiliki batas pembelian hingga 10 milyar.

Dengan begitu, Anda bisa membeli hingga maksimal 15 milyar. Kelipatan pembelian juga mulai dari Rp1 juta saja. Hal ini berbeda dengan versi sebelumnya, yaitu SBR011, yang memiliki batas pembelian hanya sampai 2 milyar rupiah.

Setelah mengetahui perbedaan dari dua jenis investasi ini, lalu apa saja kelebihan dan risiko yang harus ditanggung jika membeli investasi ini?

Keuntungan dan Risiko SBR012

Dalam setiap produk investasi selalu ada keuntungan dan resiko. Hal itu juga berlaku untuk SBR012. Berikut beberapa keuntungan dan juga risiko membeli produk investasi SBR.

Keuntungan Membeli SBR012

Ada beberapa keuntungan jika Anda memutuskan untuk membeli produk investasi SBR dari negara.

  • Undang-Undang Menjamin Pokok dan Imbalan

Investor tidak perlu cemas apakah dana pembelian mereka akan kembali atau tidak, karena SBR dikelola oleh negara, maka Anda akan mendapatkan pokok dan imbalan sesuai ketentuan.

  • Memiliki Imbalan yang Bersaing

Berinvestasi di SBR memiliki imbalan yang cukup bisa bersaing dengan produk investasi lainnya. Untuk pembayarannya sendiri adalah tiap tanggal 10 setiap bulannya.

  • Adanya Fasilitas Pencairan Lebih Awal

Pencairan lebih awal atau early redemption tersedia pada produk investasi SBR012. Investor dapat mencairkan lebih awal segala produk investasi dari SBR. Hal ini bisa menjadi pertimbangan jika masih ada keraguan saat akan membeli produk investasi.

Fasilitas pencairan di awal berlaku setiap nominal pertama pembelian. Sebagai contoh, jika setoran pertama 1 juta dan berikutnya 4 juta, maka pencairan di awal tetap berlaku 1 juta.

  • Berkontribusi untuk Pembangunan Nasional

Dengan membeli produk investasi negara, keuntungan SBR012 lainnya ialah investor secara langsung turut serta membangun negara. Hal itu karena uang investasi penyalurannya juga untuk pembangunan negara.

  • Mendapatkan Kupon Tahunan 6,15 Persen

Investor akan mendapatkan kupon keuntungan sebesar 6,15 persen. Keuntungan ini sesuai dengan peraturan pemerintah. Dengan begitu, jika investasi berhasil, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang cukup bersaing.

Dalam keuntungan juga ada risiko dalam setiap investasi. Berikut beberapa risiko yang perlu Anda mitigasi jika berinvestasi produk SBR.

Baca juga: Kenalan Sama Apa Itu Saving Bond Ritel (SBR)

Risiko Membeli SBR012

Meskipun memiliki banyak keuntungan, investor perlu mempertimbangkan beberapa risiko SBR012. Ada beberapa resiko jika membeli produk investasi SBR, antara lain:

  • Risiko Gagal Bayar

Ada risiko gagal bayar di mana investor tidak mendapatkan kupon bunga penghasilan dari produk investasi. Perkembangan ekonomi yang fluktuatif tidak memungkinkan bahwa pembayaran akan selalu lancar. Investor yang cakap harus sudah menyediakan langkah mitigasi untuk risiko ini.

  • Risiko Kupon Bunga Floating

Bunga yang bersifat floating artinya tidak menentu dan bisa berubah sesuai dengan keadaan ekonomi Indonesia. Bisa jadi kupon bunga yang didapat nantinya berada di bawah 6,15 persen, karena sifatnya yang berubah-ubah.

  • Risiko Likuiditas

Risiko berikutnya adalah risiko likuiditas. Risiko ini mengarah pada dana investasi yang bisa saja beku dan tidak bisa melalui proses pencarian. Pencariannya hanya bisa saat waktu early redemption.

Simulasi SBR012

Untuk bisa mendapatkan gambaran mengenai seberapa besar keuntungan yang investor dapatkan jika membeli produk saham SBR012, simak simulasi di bawah ini. Dengan hitungan bunga 6,15 persen, ini kira-kira keuntungan yang akan investor raih.

  • Setoran Rp1 juta x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak= Rp4.613 per bulan atau Rp55.350.
  • Setoran Rp5 juta x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak = Rp23.063 per bulan atau Rp276.750 per tahun.
  • Setoran Rp50 juta x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak = Rp230.625 atau Rp2.767.500 per tahun.
  • Setoran Rp100 juta x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak = Rp46.125 atau Rp5.535.000.
  • Setoran Rp1 milyar x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak = Rp4.612.500 atau Rp55.350.000 per tahun 
  • Setoran Rp2 milyar x 6,15 % : 12 bulan – 10% pajak = Rp9.225.000 atau Rp110.700.000 per tahun 
  • Setoran Rp4 milyar x 6,15% : 12 bulan – 10% pajak = Rp18.450.000 atau Rp221.400.000 per tahun 
  • Setoran Rp5 milyar x 6,15% : 12 bulan – 10% pajak = Rp23.062.500 atau Rp276.750.000

Seperti itulah kira-kira simulasi investasi SBR012 berdasarkan bunga dan jumlah setorannya.

Pajak dan Cara Menghitung SBR012

Dalam produk investasi SBR juga terdapat pajak SBR012 yang investor perlu tanggung. Untuk jumlah pajaknya sendiri mengalami penurunan dari 15 persen menjadi 10 persen. Penurunan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2021.

Untuk penghitungan pajaknya sendiri adalah keuntungan dikurangi pajak.

Sebagai contoh: 

Rp5.125 x (1 – 10%) = Rp4.613 dividen yang didapatkan untuk setoran Rp1 juta.Itulah penjelasan mengenai SBR012 juga keuntungan, risiko, dan simulasi perhitungan keuntungan dan pajaknya. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].