Cara Kerja P2P Lending hingga Untung Rugi dari Penggunaan P2P Lending

1
421
Cara Kerja P2P Lending

Saat ini, banyak masyarakat yang sudah melek investasi seiring dengan berkembangnya teknologi yang memudahkan untuk melakukannya. Salah satunya adalah P2P lending. Namun bagaimana cara kerja P2P lending ini?

Saat ini, jenis investasi P2P lending ini  memang semakin naik daun. Apalagi untuk menggunakannya juga sangat mudah, dengan adanya aplikasi yang menyediakan layanan terkait investasi ini.  Bahkan, hanya dengan sentuhan jari saja, investasi sudah bisa dilakukan oleh banyak orang. 

Kalau memang Anda tertarik dengan salah satu jenis investasi ini, maka artikel ini sangat tepat untuk Anda. Simak lebih jauh soal P2P lending ini dan bagaimana cara kerjanya. Termasuk juga dari segi kelebihan serta kekurangan dari salah satu instrumen investasi ini. 

Apa Itu P2P Lending

Pertama, mari kita membahas terkait dengan pengertian P2P lending ini sendiri. Hal ini supaya Anda bisa lebih paham untuk mengenali dan mengetahui bagaimana cara kerja dari jenis investasi ini.

P2P lending sendiri merupakan sebuah sebutan yang umum dari peer to peer lending. Yang mana, kalau kita artikan secara bahasa, maka P2P lending ini adalah pinjaman antara pihak, alias dari satu pihak ke pihak lain.

Basis dari pelaksanaan peer to peer lending ini adalah dengan menggunakan internet, misalnya dengan aplikasi tertentu yang saat ini bisa Anda pilih sesuai dengan pertimbangan masing-masing. 

Sebagaimana bersumber dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  No.77/POJK.01/2016, fintech lending atau peer-to-peer lending atau P2P lending merupakan sebuah layanan yang berguna untuk meminjam atau meminjamkan uang yang memiliki mata uang rupiah.

Jadi, sebenarnya peer to peer lending merupakan sebuah skema untuk melakukan peminjaman dana serta memberikan pinjaman dana dengan melalui sebuah aplikasi tertentu secara terpadu dan sistematis. 

Dengan begitu, hal ini juga jadi salah satu model investasi alternatif tersendiri bagi mereka yang memberikan pinjaman atau yang berperan sebagai investor. Investasi dalam peer to peer lending ini tergolong sebagai investasi dalam jangka pendek. Sebab, tenor waktunya termasuk singkat, hanya satu tahun saja. Meskipun begitu, keuntungannya juga cukup menjanjikan.

Selain itu, sistem peer to peer lending ini juga sudah diakui oleh OJK, sehingga tidak perlu takut lagi untuk melakukan investasi. Tapi perlu Anda perhatikan pula agar menggunakan aplikasi atau platform yang sudah memiliki reputasi baik dan terdaftar dalam OJK.

Cara Kerja P2P Lending

Lalu, bagaimana cara kerja dari peer to peer lending ini sebagai salah satu jenis pinjaman sekaligus alternatif yang bisa Anda gunakan sebagai sarana untuk melakukan investasi? 

Berikut adalah bagaimana tahap atau cara kerja dari pelaksanaan peer to peer lending ini, sebagaimana bersumber dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia.

  1. Pertama, tentunya pengguna harus melakukan registrasi untuk keanggotaanya terlebih dahulu. Baik itu untuk pihak yang meminjamkan (lender) atau pihak yang meminjam (borrower). Caranya cukup dengan melakukannya secara daring via ponsel maupun komputer.
  2. Kemudian, pihak peminjam (borrower) memberikan ajuan untuk peminjaman.
  3. Selanjutnya, dari pihak penyedia jasa atau platform dari peer to peer lending ini menganalisa lebih jauh terkait dengan mana pihak peminjam yang memang lebih kayak untuk mengajukan pinjaman ini. Selain itu, platform juga menganalisis tingkat risiko dari pihak peminjam tersebut.
  4. Bila pihak peminjam terpilih, maka platform peer to peer lending akan menempatkannya ke marketplace peer to peer lending dengan memberikan informasi terkait profil pihak peminjam yang sudah dianalisis tersebut.
  5. Lalu, dari pihak pemberi pinjaman (borrower) akan menganalisis serta memilih mana pihak peminjam yang ada dalam platform tersebut.
  6. Kalau sudah, pihak pemberi pinjaman akan memberikan dana kepada peminjam.
  7. Dengan begitu, maka peminjam harus mengembalikan uangnya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  8. Pihak investor atau pemberi pinjaman pun akan mendapatkan dana tersebut dalam aplikasi atau platform yang kedua pihak gunakan.

Kurang lebih seperti itulah skema atau mekanisme dari pelaksanaan peer to peer lending ini. Yang mana, keuntungan dari pihak investor atau yang memberikan pinjaman uang ini berasal dari bunga yang didapatkan ketika pihak peminjam melakukan pembayaran.

Untung Rugi P2P Lending

Tentunya, peer to peer lending ini juga memiliki beberapa keuntungan serta kerugiannya tersendiri dalam penerapannya. Berikut adalah untung rugi terkait dengan peer to peer lending

  • Bagi pihak yang melakukan pinjaman, tentunya proses pengajuan pinjaman bisa akan dengan mudah untuk Anda lakukan. Selain itu, tak perlu jaminan tertentu untuk pelaksanaannya.
  • Sementara terkait dengan risikonya, suku bunga pinjaman yang akan Anda dapatkan tergolong tinggi. Bila memang terlambat dalam melakukan pembayaran, maka akan ada denda yang harus Anda bayarkan
  • Lalu, kalau dari segi pihak pemberi dana pinjaman, pastinya hal ini jadi salah satu sarana untuk melakukan investasi yang bisa memberikan keuntungan tersendiri. Apalagi bunga yang Anda dapatkan dari hasil pinjaman tersebut tergolong besar.
  • Sementara untuk risiko yang ada, maka dana yang sudah Anda pinjamkan tak bisa Anda tarik sesuai dengan kemauan. Ada pula kemungkinan bila peminjam gagal untuk melakukan pembayaran. Sehingga, dana bisa hilang begitu saja.

Contoh Aplikasi P2P Lending

Saat ini, aplikasi yang menyediakan layanan peer to peer lending ini semakin banyak di Indonesia. Mungkin, Anda juga sudah tidak asing lagi dengan berbagai iklan yang bermunculan di berbagai media maupun rekomendasi dari influencer atau orang di sekitar terkait sebuah aplikasi yang berguna untuk melakukan investasi.

Yang mana, sifatnya ini adalah langsung antara debitur atau yang mendapatkan pinjaman (borrower) dengan pihak yang memberikan pinjaman tersebut atau kreditur (lender). Pelaksanaannya sendiri menggunakan basis teknologi informasi.

Setiap aplikasi tersebut memang memberikan layanan yang sama, tetapi tentunya ada hal yang membedakannya antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya, 

Misalnya saja dari segi fitur yang lebih variatif, penggunaan yang lebih mudah, maupun dari segi tampilan yang lebih menarik. Lalu, dari sekian banyaknya aplikasi yang menyediakan layanan peer to peer lending tersebut, manakah yang sekiranya bisa menjadi rekomendasi untuk Anda gunakan?

Jika memang Anda mencari aplikasi yang menyediakan layanan terkait investasi ini, maka Anda bisa mempertimbangkan aplikasi Akseleran. Akseleran memberikan akses untuk mendapatkan modal bagi para pelaku usaha dengan besaran suku bunga kompetitif. Selain itu, tenor pinjaman, penyertaan agunan, serta model pembayaran yang diberikan juga lebih fleksibel.

Kesimpulan

Peer to peer lending adalah sebuah skema peminjaman dana untuk para pelaku usaha agar mendapatkan modal dari para pemberi dana. Yang mana, hal ini juga bisa menjadi salah satu bentuk investasi dengan untung ruginya tersendiri. Untuk menentukan apakah jenis investasi ini baik untuk Anda, sesuaikan dengan kebutuhan dan situasi Anda. Jadi, sudah memahami terkait dengan cara kerja P2P lending ini?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

1 COMMENT

Comments are closed.