Cara Perhitungan Rumus Beban Usaha dan Contoh Laporannya

1
107
Rumus Beban Usaha

Rumus beban usaha biasanya dipakai untuk menghitung laba rugi pada suatu perusahaan. Meskipun bagi kebanyakan orang hal ini dianggap merepotkan, nyatanya laporan laba rugi merupakan indikasi apakah perusahaan memperoleh untung atau malah mendapatkan kerugian.

Secara sederhana, laporan laba rugi terdiri dari rincian pemasukan dan pengeluaran yang ada di suatu perusahaan. Dalam praktiknya, laporan tersebut juga memuat tentang informasi operasional, pendapatan, dan beban. Laporan laba rugi sendiri dibuat untuk periode tertentu.

Soal periode pembuatan laporan, masing-masing perusahaan pasti memiliki kebijakan tersendiri. Ada yang membuat laporan secara tahunan, per tiga bulanan, per enam bulanan, hingga tahunan. Laporan juga bisa dibuat oleh semua jenis perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil.

Persiapan Membuat Laporan Laba Rugi dengan Rumus Beban Usaha

Dalam penyusunan laporan laba rugi, kita membutuhkan beberapa informasi seperti menghitung segala bentuk pendapatan, beban usaha, harga pokok penjualan, laba kotor, hingga laba bersih (penghasilan). Setiap informasi memiliki rumus perhitungan masing-masing dan cara perolehannya, yaitu:

1. Pendapatan

Pendapatan yang dihitung adalah pendapatan kegiatan pokok dan pendapatan kegiatan di luar usaha pokok. Untuk memperoleh informasi tentang pendapatan, siapkan segala dokumen terkait, nota, kuitansi, atau invoice mulai dari yang paling besar hingga terkecil dan usahakan tidak ada yang terlewat.

2. Beban Usaha

Untuk mendapatkan informasi tentang beban usaha, kita harus tahu jumlah beban operasional dan nonoperasional yang meliputi gaji karyawan, sewa, penjualan, perlengkapan, pajak, penyusutan, dan akuntansi. Setelah mengetahui informasi tentang hal ini, gunakan rumus beban usaha yaitu:

Beban Operasional + Beban Nonoperasional

3. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Selanjutnya, hitung pula HPP sebelum menyusun laporan laba rugi. Rumus HPP adalah:

Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir

4. Laba Kotor

Informasi tentang laba kotor diperlukan untuk memastikan apakah suatu perusahaan perlu mengurangi atau menaikkan biaya HPP. Rumus laba kotor adalah:

Pendapatan Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

5. Laba Bersih

Terakhir, lakukan perhitungan laba bersih atau penghasilan usaha. Laba bersih sendiri diperoleh dari:

Laba Kotor – (Beban Usaha + Pajak Penghasilan)

Contoh Laporan Laba Rugi 

Ada dua jenis laporan laba rugi, yaitu single step dan multiple step. Untuk laporan laba rugi single step susunan ringkasnya adalah:

Kelebihan dari laporan laba rugi single step ini adalah kemudahannya baik untuk disusun ataupun dibaca. Sementara kelemahannya adalah kurang detailnya informasi yang disusun. Untuk jenis yang kedua yaitu multiple step, tentu saja kebalikannya. Laporan laba rugi bentuk ini cenderung lebih rinci.

Inilah mengapa, dalam penyusunan laporan laba rugi jenis ini dibutuhkan ketelitian penyusunan agar setiap elemen terisi dengan benar. Lalu, bagaimana contoh laporan laba rugi multiple step yang melibatkan rumus beban usaha?

Jadi, mana laporan laba rugi menggunakan rumus beban usaha yang mudah menurut Anda? Jenis apapun yang digunakan sebenarnya memiliki isi dan tujuan yang sama. Hanya saja bagi beberapa orang, jenis multiple step dinilai lebih detai serta rinci sehingga laporan keuangan dinilai lebih baik.

Itulah ulasan tentang laporan laba rugi dan beban usaha, semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]