Indonesia Mau Redenominasi, Apa Dampaknya?

0
1947
Redenominasi

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mempengaruhi nilai tukarnya. Redenominasi pada rupiah berarti mengurangi jumlah digit pada pecahan rupiah tanpa membuat daya beli masyarakat terpengaruh atau nilai rupiah atas barang dan jasa berubah.

Gagasan untuk melakukan ini dicetuskan Darmin Nasution saat menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Indonesia pada 2008. Setelah itu, sosialisasi ke publik mulai dilakukan. Rencana yang seharusnya diujicobakan mulai 2020 tidak jadi dilakukan karena situasinya dinilai tidak tepat. 

Dampak Positif Redenominasi Rupiah

Apa alasan pemerintah ingin melakukan redenominasi pada alat tukar rupiah? Ternyata, ada sejumlah dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat dengan pelaksanaan ini. Apa saja di antaranya?

  • Transaksi keuangan lebih sederhana

Perubahan angka Rp1.000 menjadi Rp1 akan berdampak pada transaksi keuangan yang lebih sederhana. Waktu yang dibutuhkan untuk menghitung transaksi keuangan pasti lebih singkat karena jumlah digit pada alat tukar telah banyak berkurang.

  • Mengurangi risiko human error

Dampak positif lainnya adalah dapat mengurangi risiko terjadinya human error dalam melakukan transaksi. Jumlah digit yang terlalu banyak dalam nilai mata uang sering kali membingungkan proses yang terjadi antara pembeli dan penjual. Akibatnya, risiko terjadinya kesalahan makin besar.

  • Efisiensi pencantuman harga

Apakah Anda pernah melihat barang di supermarket yang dijual dengan harga Rp9.999? Sebenarnya, harga ini sama dengan Rp10.000 karena nilai Rp1 rupiah tidak bisa dikembalikan. Dengan redenominasi nilai Rupiah, hal ini tidak akan terjadi lagi. Harga barang yang dijual lebih jelas dan efisien.

  • Penyederhanaan laporan keuangan

Berkurangnya jumlah digit pada nilai mata uang akan membuat laporan keuangan lebih sederhana dan mudah dibuat. Hal ini terutama terasa dalam membuat pelaporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nominal yang sangat besar.

Baca juga: Cara Menyusun dan Contoh Laporan Keuangan yang Benar

  • Meningkatkan martabat rupiah

Banyaknya angka nol pada mata uang rupiah menimbulkan kesan kurang bernilai. Karena itu, redenominasi yang dilakukan diharapkan dapat mengubah citra tersebut.

Dampak Negatif Redenominasi Rupiah

Pelaksanaan dari perubahan ini juga membutuhkan stabilitas ekonomi dalam suatu negara. Meskipun nilai tukar tidak berubah sama sekali, ada dampak-dampak negatif dari redenominasi yang mungkin terjadi.

  • Harus mencetak uang baru

Salah satu rangkaian dari pelaksanaan redenominasi adalah mengganti uang lama menjadi uang baru. Hal ini dilakukan untuk mengubah kesan masyarakat terhadap nilai uang yang selama ini beredar. Artinya, pemerintah perlu mengeluarkan anggaran untuk mencetak uang baru dan menarik kembali uang lama.

  • Mengganti sistem transaksi

Bukan hanya uang secara fisik, perubahan juga harus dilakukan pada sistem yang digunakan. Hal ini terutama berkaitan dengan sistem perbankan. Seluruh sistem gerai ATM harus diperbaharui agar sinkron dengan nilai mata uang yang baru. Begitu pula sistem kasir dan pembayaran lainnya.

  • Upaya sosialisasi kepada masyarakat

Perubahan digit pada alat tukar yang digunakan setiap hari dapat menciptakan kesan yang berbeda pada masyarakat. Kurangnya informasi makin membuat pelaksanaan perubahan ini tidak lancar. Karena itu, salah satu tugas yang harus dilakukan pemerintah adalah upaya sosialisasi. Hal ini membutuhkan anggaran, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit.

  • Harga barang berisiko naik

Meskipun nilai tukar rupiah masih tetap sama setelah redenominasi, penjual bisa jadi menafsirkan berbeda. Karena jumlah digit dikurangi, nilai produk terkesan lebih murah. Dalam kondisi ini, penjual terdorong untuk menaikkan harga barang dan berisiko menurunkan daya beli masyarakat.

Agar Redenominasi Berjalan Baik

Ada sejumlah negara yang telah berhasil melakukan redenominasi, di antaranya Turki, Rumania, Polandia, Ukraina, dan Brazil. Jika ingin wacana ini berlangsung dengan baik, sejumlah syarat harus dipenuhi. Pertama, inflasi harus stabil berada di bawah 5% selama 4 tahun berturut-turut. Kedua, negara memiliki cadangan devisa sebesar Rp100-200 miliar.

Syarat lainnya adalah persamaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat yang dimaksud adalah pengusaha dan pembeli. Terakhir, harus ada landasan hukum yang kuat agar pelaksanaan redenominasi berdasarkan aturan yang tepat.

Jadi, inilah sejumlah dampak yang mungkin terjadi apabila rencana redenominasi jadi diberlakukan di Indonesia. Apakah Anda siap untuk menghadapinya?

Tidak Perlu Khawatir dengan Redenominasi Jika Kamu Rutin Melakukan Pengembangan Dana di Akseleran!

Segala dampak negatif dari redenominasi ini dapat ditekan dengan melakukan pengembangan dana di Akseleran. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]