Apa Itu Rasio Likuiditas dan Cara Mudah Menghitungnya!

0
597
Rasio Likuiditas

Bagi Anda yang memang berkutat dalam dunia finance atau keuangan, tentunya rasio likuiditas adalah sebuah istilah yang tidak asing lagi. Bagi yang memang baru berkutat dalam dunia ini, pastinya nanti akan berkutat dengan rasio likuiditas ini, karena merupakan salah satu hal yang penting bagi keuangan perusahaan.

Sebagai sebuah ukuran dalam hal keuangan, tentunya rasio ini memiliki aturan tersendiri terkait dengan bagaimana cara menghitungnya. Sehingga, jumlah atau nilai yang nantinya diproses akan memberikan hasil yang sesuai dengan bagaimana performa keuangan dari sebuah perusahaan.

Bagi yang hendak mengetahui apa itu rasio likuiditas serta bagaimana cara mudah untuk menghitungnya, maka artikel ini adalah pilihan yang tepat. 

Pengertian Rasio Likuiditas 

Sebuah pemahaman pada suatu hal  tentunya berangkat dari pengertian terlebih dahulu sebagai dasarnya. Oleh karena itu, ada baiknya untuk Anda mengetahui apa itu definisi terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh ke bagaimana cara menghitungnya.

Rasio likuiditas ini mengacu pada sebuah penghitungan atau sebuah matriks yang memiliki fungsi untuk melakukan pengukuran pada bagaimana kemampuan dari suatu perusahaan untuk melakukan pelunasan dalam hal berupa kewajiban dalam jangka pendek, termasuk juga dalam melakukan pelunasan terhadap utang.

Kalau mengacu dari pengertian menurut KBBI, likuiditas ini mengacu pada kemampuan memenuhi kewajiban membayar utang dan sebagainya pada waktunya. Dalam hal ini, tentunya  tersebut tidak perlu membuat penambahan lada modal eksternal. 

Ada sebuah istilah yaitu “likuid” dalam likuiditas, yang menjadi kata dasarnya, sekaligus memiliki pengertian tersendiri.

Yang mana, bila perusahaan tersebut tergolong sebagai “likuid”, artinya perusahaan tersebut memang mampu dalam melakukan pelunasan terkait utang serta berbagai kewajiban dalam jangka pendek.

Sementara kalau ternyata perusahaan tersebut ternyata memang tidak bisa melakukan pelunasan terhadap kewajiban jangka pendek termasuk juga dengan pelunasan utangnya, artinya perusahaan tersebut disebut sebagai “ilikuid”.

Rasio likuiditas inilah yang menjadi sebuah penentu agar perusahaan bisa menutup kemampuan untuk menutupi kewajiban jangka pendek serta arus kas. Kurang lebih seperti itulah penjelasan singkat terkait dengan apa itu rasio likuiditas. 

Sekarang, mari kita melanjutkan ke pembahasan selanjutnya mengenai hal ini agar pemahaman dan pengetahuan Anda bisa semakin luas.

Baca juga: Rasio Keuangan: Definisi, Fungsi, Manfaat hingga Rumus Perhitungannya

Manfaat Rasio Likuiditas

Lalu, setelah membahas pengertian dan definisi, apa saja manfaat dari rasio likuiditas ini? Sebagai sebuah matriks yang penting dalam keberlangsungan perusahaan, khususnya dari segi keuangan, pastinya ada berbagai manfaat yang bisa perusahaan miliki dengan adanya penghitungan rasio likuiditas ini.

Apa sajakah manfaat tersebut? Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Mendapatkan Gambaran terhadap Kewajiban Jangka Pendek

Sebagaimana telah diulas pada pembahasan sebelumnya, hal inilah yang menjadi salah satu tujuan utama dari adanya hitungan terkait rasio likuiditas ini. Tentunya hal ini juga jadi hal yang penting tidak hanya bagi perusahaan saja, tetapi juga bagi kreditur dan investor.

Sehingga, mereka juga bisa tahu bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan dan bagaimana kemampuan mereka untuk membayarnya. Tentunya, baik investor maupun kreditur lebih suka perusahaan yang bisa memiliki rasio likuiditas tergolong tinggi.

Apabila rasio likuiditas dari perusahaan berada di bawah angka 1, tentunya akan menjadi pertimbangan terkait dengan bagaimana investasi di perusahaan tersebut. 

Lalu, memangnya kalau rasio yang tidak layak berada di angka berapa? Sebenarnya batas amannya adalah di atas angka 1. Tetapi, bukan berarti jumlah rasio likuiditas yang teramat tinggi juga baik. Mengenai hal ini, akan kita bahas lebih lanjut pada poin yang kedua.

2. Menentukan Seberapa Layak untuk Melakukan Investasi 

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, tentunya kalau memang perusahaan tersebut memiliki angka likuiditas yang buruk, bahkan di angka yang termasuk sebagai krisis, maka pertimbangan investasi juga turut berpengaruh.

Investor sebagai penanam modal pada perusahaan tersebut juga tidak mau mengalami kerugian. Karena untuk apa tetap melakukan investasi pada perusahaan yang tidak mampu untuk membayar kewajiban dalam jangka pendeknya kepada investor tersebut.

Tetapi, kalau memang jumlah rasio investasi tersebut juga terlampau tinggi, hal ini menjadi sebuah tanda tanya tersendiri untuk perusahaan tersebut. Yang mana, artinya perusahan tersebut memiliki aset likuid yang tergolong besar. 

Kalau dana tunai yang perusahaan memiliki terlalu besar, hal ini juga tak akan berarti apapun kalau tak perusahaan tersebut alokasikan untuk hal lain. Sehingga, ada baiknya untuk menggunakan uang tersebut sebagai modal investasi tersendiri agar jumlah pengembaliannya bisa lebih tinggi lagi. 

Jenis Rasio Likuiditas dan Cara Menghitungnya

Rasio likuiditas ini juga terdiri atas berbagai jenis. Secara umum, terdapat 3 jenis rasio likuiditas yang kerap perusahaan gunakan, yaitu rasio kas, rasio cepat, dan rasio lancar. Berikut adalah penjabaran secara lebih lanjut terkait dengan ketiga jenisnya dan cara menghitung likuiditas tersebut.

1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Yang pertama adalah jenis rasio lancar, yang berguna untuk menghitung likuiditas yang tergolong sederhana. Kegunaannya adalah untuk menghitung kemampuan perusahaan ketika membayar kewajiban per tahun terhadap aset lancar. Entah itu kas, persediaan, atau piutang.

Berikut adalah rumus yang bisa Anda gunakan bila hendak menghitung rasio lancar atau yang kerap disebut sebagai current ratio

Rasio lancar = Aset lancar / Kewajiban lancar 

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Selanjutnya adalah rasio cepat atau dalam bahasa Inggris punya sebutan quick ratio. Jenis rasio ini punya fungsi untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melakukan pembayaran terhadap kewajiban lancar terhadap aset yang tergolong paling likuid. 

Atau bisa Anda anggap kalau rasio cepat ini adalah penghitungan likuiditas yang lebih ketat daripada rasio lancar. Berikut adalah rumus yang bisa Anda gunakan bila hendak menghitung rasio cepat.

Rasio cepat (Kas + Piutang usaha + Surat berharga) / Kewajiban lancar

3. Rasio Kas (Cash Ratio)

Jenis rasio likuiditas ini juga kerap disebut sebagai cash ratio. Rasio kas ini merupakan penghitungan yang lebih rumit atau lebih detail, tetapi bisa menggambarkan terkait dengan bagaimana rasio likuiditas  lebih lanjut.

Cara melakukan penghitungannya adalah dengan melakukan perbandingan terhadap arus kas dengan seberapa besar nominal tagihan yang harus perusahaan bayarkan saat ini. Rasio kas berguna dalam menghitung likuiditas secara lebih jauh. 

Yang mana, arus kas ini terdiri atas kas yang perusahaan miliki sekarang atau berupa uang tunai, tagihan treasury, surat berharga, atau berbagai jenis lainnya. Dengan kata lain, aset tersebutlah yang paling tersedia bagi perusahaan. Berikut adalah rumus yang bisa Anda gunakan bila hendak menghitung rasio kas.

Rasio kas = (Kas + Surat Berharga) / Kewajiban Lancar

KesimpulanItu dia pembahasan lengkap terkait dengan apa itu definisi dari rasio likuiditas. Yang mana, hal tersebut sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek. Selain itu, hal tersebut juga jadi pertimbangan investor dalam melakukan investasi.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].