Rasio Keuangan: Definisi, Fungsi, Manfaat hingga Rumus Perhitungannya

1
1050
Rasio Keuangan

Rasio keuangan, kata tersebut sepertinya tidak asing dan sesekali kita temui terutama di berita keuangan. Hanya saja, apa sih rasio keuangan itu, apa fungsinya, dan bagaimana perhitunganya?

Aspek ini seringkali menjadi pertimbangan atau perhitungan bagaimana perkembangan perusahaan selanjutnya. Berbagai kebijakan otomatis sering menitik beratkan ke rasio keuangan Termasuk, saat perusahaan membuat keputusan berat seperti pemutusan kerja sama dengan karyawan. 

Jadi semakin penasaran tentang pengertian pembahasan kita kali ini, ya. Untuk itu, ayo langsung saja kita bahas bersama apa sih rasio keuangan itu.

Definisi Rasio Keuangan

Kata rasio keuangan sering menempel ke rasio keuangan perusahaan atau bahkan daerah. Definisinya adalah sebuah alat ukur guna menguji dan menganalisa kinerja perusahaan memakai parameter kondisi keuangan. Maka dari itu, ada banyak kebijakan yang menitikberatkan pada aspek satu ini.

Mengingat, keuangan adalah salah satu hal yang sangat penting guna berjalanya suatu usaha. Jadi, mau tidak mau meski berat memang harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membuat kebijakan. Apalagi jika hasil uji parameter kurang baik, maka perusahaan perlu melakukan efisiensi segera.

Fungsi Rasio Keuangan

Di atas sudah kita bahas mengenai definisinya, sekarang tinggal fungsinya. Apakah hanya sebatas untuk mengetahui kondisi finansial saja dan tidak ada manfaat lainya?

Tentu tidak, fungsinya bisa dikatakan sangat vital dan penting bagi perusahaan, seperti untuk:

1. Menilai Efektivitas Operasional

Bagaimana manajemen mengatur keuangan untuk operasional dan apakah sudah efektif bisa dinilai dari analisis rasio keuangan. Rasio tersebut akan menunjukan bagaimana kinerja manajemen dari data-data yang telah terhimpun.

2. Mengetahui Optimalisasi Keuangan

Poin kedua sudah sangat jelas, ya? Optimal atau tidaknya pengelolaan keuangan akan sangat ketara begitu hasil penghitungan rasio keluar.

Berangkat dari hasil tersebut kemudian manajemen bisa melakukan perbaikan dan efisiensi. Nantinya, perbaikan bisa berbentuk berbagai kebijakan yang sesuai hasil rasio.

3. Mengukur Optimalisasi Penggunaan Aktiva

Hasil aktiva akan perusahaan gunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan kebijakan. Melihat hasil pengukuran aktiva perusahaan bisa mengetahui apakah sudah optimal atau belum kebijakan tersebut.

4. Memeriksa Kesehatan Keuangan Perusahaan

Fungsi satu ini sangat ketara karena memang datanya berangkat dari finansial perusahaan itu sendiri. Hanya saja, dengan adanya pengukuran rasio maka semuanya akan terlihat jelas.

Titik-titik yang perlu perusahaan benahi akan terlihat dan langkah selanjutnya bisa segera perusahaan putuskan.

5. Proyeksi Perkembangan Perusahaan

Bagaimana perusahaan bisa memperkirakan perkembanganya di masa depan sekitar satu atau dua tahun ke depan? Salah satu caranya ya memakai perhitungan rasio finansial ini. 

Sehat atau tidaknya hasil pengukuran rasio bisa menjadi tolak ukur perusahaan kedepannya. Apabila perkiraan perkembangan kurang baik atau tidak sesuai ekspektasi, perusahaan bisa mengambil langkah cepat. 

Fungsi-fungsi di atas merupakan manfaat utama dari pentingnya melakukan perhitungan rasio finansial. Mengenai langkah yang perusahaan ambil setelah perhitungan rasio tergantung perusahaan masing-masing.

Jenis-jenis Rasio Keuangan

Apa saja rasio keuangan? Ada 4 tipe perhitungan rasio yang masing-masing kegunaannya berbeda-beda.

1. Rasio Likuiditas

Likuiditas artinya bagaimana perusahaan mampu dan bisa melunasi seluruh hutang yang mereka miliki. Perhitungannya ada dua yaitu current ratio dan quick ratio.

  • Current ratio, kemampuan aktiva atau perusahaan dalam membayar hutangnya dengan lancar. Rumus rasio keuangan current ratio adalah

 (aktiva lancar : utang lancar) X 100%

  • Quick ratio, berbeda dengan current ratio pada quick ratio menghitung kemampuan perusahana menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya, rumusnya yaitu:

{(aktiva lancar-persediaan): utang lancar} X 100% 

2. Rasio Solvabilitas

Rasio ini merupakan perhitungan kemampuan perusahaan atau aktiva dalam melunasi hutang atau kewajibanya baik yang termasuk jangka pendek atau jangka panjang, perhitunganya:

  • Total debt to total asset ratio, rasio ini mengukur bagaimana persentase aset yang pembiayaannya berasal dari hutang

(total hutang:total aktiva) X 100%

  • Debt to equity ratio, perhitungan persentase antara  hutang dan modal

(total hutang:modal) X 100%

3. Rasio Rentabilitas

Rasio ini sangat penting karena mengukur bagaimana perusahaan mampu mendapatkan laba. Akan berhasil atau tidaknya perusahaan dalam jangka panjang sangat tergantung dari hasil perhitungan rasio rentabilitas. Apabila nilai rasio semakin turun maka bagaimana perusahaan bisa beroperasi?

  • Profit margin, mengukur sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan tertentu. Selain itu, analisis ini juga bisa menunjukan hasil bagaimana perusahaan mampu menekan biaya pengeluaran.

 (laba bersih : penjualan) x 100%

  • Gross profit margin, analisis ini memperlihatkan laba kotor yang diperoleh pada tiap penjualan.

(laba kotor : penjualan bersih) x 100%

  • Net profit margin, mengukur laba bersih yang dihasilkan pada tiap penjualan serta efisiensinya.

(laba bersih setelah pajak : penjualan bersih) x 100%

  • Return on investment (RoI),  menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang nantinya akan perusahaan pakai guna menutup investasi yang dikeluarkan.

(laba bersih setelah pajak : investasi) x 100%

  • Return on assets, Analisis ini menunjukan bagaimana perusahaan menghasilkan keuntungan dengan seluruh aktiva yang mereka miliki

(laba sebelum bunga dan pajak : total aktiva) x 100%

Baca juga: 11 Contoh Aplikasi Fintech yang Paling Sering Digunakan

4. Rasio Aktivitas

Analisis rasio memperlihatkan bagaimana kemampuan perusahaan melakukan aktivitas asetnya di tingkat tertentu.

  • Perputaran piutang, analisis ini mengukur kualitas piutang dan efisiensi aktiva atau perusahaan dalam mengumpulkan piutang dan kebijakan kredit mereka

(penjualan bersih : rata-rata piutang dagang)

  • Perputaran persediaan, mengukur bagaimana efisiensi perusahaan dalam pengelolaan dan penjualan persediaan

(harga pokok penjualan : rata-rata persediaan)

  • Perputaran aktiva tetap, mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetapnya.

{penjualan : aktiva tetap)

  • Perputaran total aktiva, analisis yang mengukur efektivitas perusahaan dalam memakai total aktiva mereka

 (penjualan : total aktiva)

Penggunaan rumus tergantung rasio apa yang ingin Anda ketahui. Masing-masing seperti penjelasan di atas punya fungsinya sendiri-sendiri. Untuk bagaimana penggunaanya sangat mudah, cukup masukan saja rumus yang sekiranya cocok.

Contoh Penggunaan Rumus Rasio Keuangan

Contoh rasio keuangan berikut semoga bisa membuat Anda lebih paham akan penggunaan rumus di atas.

Soal:

Laporan sebuah perusahaan:

  • Kas dan setara kas = Rp450.000.000,00
  • Total kewajiban jangka pendek = Rp550.000.000,00

Berdasarkan data finansial perusahaan di atas, berapa jumlah rasio kas perusahaan?

Jawab:

Pada soal di atas, pertanyaanya menanyakan rasio kas perusahaan yaitu bagaimana mereka lancar atau tidaknya membayar hutang atau kewajiban. Maka penggunaan rumusnya memakai:

 current ratio = (aktiva lancar:utang lancar) X 100%

=(Rp450.000.000,00:Rp550.000.000,00) X 100%

=0,81 x 100%

=0,81

Artinya rasio kas perusahaan adalah 0.81 atau 81%, maka dari perhitungan rasio perusahaan hanya mampu membayar 81% dari total hutang lancar.

Sangat mudah aplikasi rumus rasio di atas, bukan? Tinggal mencocokan saja mana keadaan yang pas dengan rumusnya. Di atas sudah ada deskripsi dari masing-masing penggunaan perhitungan jadi bisa mempermudah.

Rasio keuangan ternyata memang sangat penting bagi perusahaan karena menjadi tolak ukur finansial. Berbagai perhitungan dan pengukuran keuangan bisa kita ketahui dengan perhitungan rasio tersebut. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

1 COMMENT

Comments are closed.