Produksi Massal: Pengertian, Manfaat hingga Tahapannya

1
1756
Produksi Massal

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tingginya demand membuat pemilik perusahaan berinovasi dalam meningkatkan penjualan mereka. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan produksi massal atau produksi secara besar-besaran dalam waktu relatif singkat.

Apa itu Produksi Massal?

Dalam Bahasa Inggris hal ini dikenal dengan istilah mass production. Secara sederhana, kegiatan tersebut meliputi pembuatan sebuah produk secara besar-besaran dan dilakukan berulang. Tujuannya tentu saja untuk memenuhi permintaan pasar dan konsumen.

Dari kacamata produsen, adanya mass production berhubungan dengan keuntungan dan memuaskan kebutuhan konsumen. Dalam praktiknya, hal ini tetap membutuhkan perencanaan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan cukup efektif dan efisien dalam meningkatkan penjualan.

Untuk memastikan bahwa mass production bisa berjalan dengan baik. Perusahaan biasanya memanfaatkan mesin-mesin canggih. Pemanfaatan mesin semacam ini merupakan suatu kewajiban. Inilah mengapa, mass production juga akan melewati tahap perencanaan.

Perencanaan dilakukan untuk mencapai jumlah target produk yang diharapkan, memenuhi standar keamanan, serta meningkatkan kualitas produk. Bagaimana, sudah sedikit paham bagaimana peran mass production di perusahaan dan mengapa kita membutuhkan hal ini?

Manfaat Produksi Massal

Setelah mengulas pengertian produksi massal. Selanjutnya mari kita bahas secara mendalam soal manfaat mass production bagi perusahaan baik dalam skala kecil maupun besar. Berikut uraiannya:

1. Peningkatan Produktivitas Perusahaan

Diakui atau tidak, produksi besar-besaran pasti memiliki pengaruh terhadap produktivitas suatu perusahaan. Berkat hal ini, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam jumlah banyak. Bagi konsumen, adanya mass production akan membuat produk yang digunakan selalu tersedia, mudah dicari, dan harganya tidak melambung tinggi.

2. Biaya Produksi Rendah

Dalam suatu produksi, ada dua jenis biaya yang terlibat yaitu biaya tetap dan tidak tetap. Kedua hal ini bisa ditekan ketika sebuah perusahaan melakukan produksi secara massal. Bagi perusahaan, fakta ini jelas menguntungkan. Rendahnya biaya produksi membuat mereka bisa menghasilkan produk dengan harga terjangkau tetapi tetap mendatangkan keuntungan.

3. Waktu Produksi Lebih Efisien

Kegiatan mass production pasti memanfaatkan mesin yang mampu menghasilkan puluhan hingga ribuan produk dalam periode waktu tertentu. Berkat hal ini, waktu produksi, daya saing, serta kebutuhan keuangan perusahaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien dalam waktu yang relatif singkat.

Tahapan Produksi Massal

Seperti komponen lain dalam perusahaan, mass production juga memiliki beberapa tahapan yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Menyiapkan Dokumen Persyaratan Produk

Untuk bisa menghasilkan produk berkualitas dalam jumlah besar dan waktu singkat dibutuhkan dokumen persyaratan produk. Pembuatan dokumen ini merupakan tugas dan tanggung jawab manajer produksi. Dalam prosesnya, manajer produksi perlu persetujuan dari pimpinan  dan manajer dari divisi lain.

Apabila isi dokumen telah disepakati, produksi massal akan dilakukan berdasarkan dokumen persyaratan produk tersebut. Adapun isi dari dokumen ini adalah:

  • Fitur yang disediakan produk
  • Spesifikasi setiap fitur
  • Estimasi besaran produksi
  • Rancangan biaya
  • Jadwal rilis produk
  • Roadmap produk

Jika dalam perjalanannya ada hal yang harus diubah, manajer produksi dapat merevisi isi dokumen dengan sepengetahuan dan persetujuan manajer dari divisi lain yang sebelumnya ikut dilibatkan.

Baca juga: Ini 13 Contoh Surat Kuasa yang Paling Sering Digunakan

2. Validasi dan Uji Teknik

Pada tahapan kedua ini, petugas uji teknik akan memastikan bahwa produk benar-benar dibuat sesuai dengan fitur yang tercantum dalam dokumen persyaratan. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mengantisipasi risiko. Apabila benar-benar ditemukan risiko, tugas tim uji validasi dan teknik adalah meminimalisasi atau bahkan menghilangkan dampaknya sebelum produk nantinya benar-benar dibuat secara massal.

3. Validasi dan Uji Desain

Tahapan ketiga ini diperlukan agar tampilan akhir produk sesuai dengan keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Inilah mengapa dalam tahapan validasi dan uji desain, petugas melibatkan sekelompok kecil konsumen untuk mendapatkan feedback yang bermanfaat.

Bisa dibilang, tahap ketiga ini merupakan tahapan penting dalam suatu mass production. Hasil dari validasi dan uji desain adalah penentu apakah kita mau berinvestasi pada suatu alat, bahan, atau bahkan proses produksi itu sendiri.

4. Pelaksanaan Proses Produksi

Setelah ketiga tahapan terlewati, tahap terakhir tentu saja produksi massal. Biasanya tahap ini dibagi menjadi beberapa batch untuk mengetahui respons konsumen. Jika respons yang didapat positif, akan ada kenaikan jumlah produksi pada batch berikutnya.

Bagaimana, menarik bukan bahasan tentang seluk beluk mass production di atas? Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]