Agrikultur Ekonomi : Definisi, Contoh dan Cara Optimalkannya

1
84
Agrikultur Ekonomi

Menjadi salah satu negara agraris dengan potensi pertanian menjanjikan membuat Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk menerapkan agrikultur ekonomi. Apalagi dibanding negara Asia lainnya, produk pertanian negara ini masih kalah saing di pasar global.

Apa itu Agrikultur Ekonomi?

Secara bahasa, istilah ini merujuk pada kegiatan atau usaha untuk mengoptimalkan perekonomian di sektor pertanian. Dalam praktiknya, ekonomi agrikultural juga melibatkan sektor lain yaitu budidaya tanaman dan ternak, termasuk didalamnya pemanfaatan mikroorganisme untuk pengolahan produk.

Sementara itu secara istilah, ekonomi agrikultural bisa juga didefinisikan sebagai penerapan metode ekonomi untuk mengoptimalkan keputusan yang dibuat oleh produsen di bidang pertanian. Inilah mengapa dalam setiap pembahasan tentang hal ini, ada beberapa topik yang tidak bisa diabaikan, yaitu:

  • Lingkungan pertanian dan sumber daya alam
  • Ekonomi pangan
  • Ekonomi produksi dan manajemen pertanian, serta
  • Ekonomi pembangunan

Bisa dibilang, semua topik di atas adalah komponen penting yang cukup sering dibahas dalam setiap kajian tentang agrikultur ekonomi. Masing-masing merupakan komponen yang cukup baik dalam mendenisikan apa itu ekonomi agrikulutural. Untuk lebih memahami hal ini, selanjutnya mari kita bahas contohnya.

Contoh Agrikultur Ekonomi

Baik tidaknya potensi ekonomi pertanian di negara kita bukan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Sebagai warga negara yang juga terlibat dalam siklus perekonomian negara ini, kita juga punya peran besar dalam mendorong perbaikan di sektor agraris.

Perbaikan ekonomi di bidang ini bukanlah hal kecil. Selain bisa meningkatkan perekonomian negara secara umum, kita juga bisa berkontribusi terhadap meningkatnya kesejahteraan petani dan pekerja lain yang terlibat. 

Supaya perbaikan menyeluruh bisa dicapai diperlukan pengetahuan tentang contoh ekonomi agrikultur. Berikut ulasannya,

1. Produk Pertanian

Produk yang dihasilkan sektor agraris adalah salah satu contoh komoditas potensial. Beberapa di antaranya adalah, produksi kayu, kulit hewan, atau produk makanan dari sayuran. Untuk meningkatkan potensi ekonomi agrikultural, kita perlu menggenjot potensi produk pertanian.

Dalam praktiknya, kita juga harus mempertimbangkan aspek etika dan kelestarian lingkungan. Tanpa keduanya, kemajuan di sektor produk pertanian akan sia-sia, sebab sumber daya yang dimiliki tidak terjaga dengan baik dan berpeluang menghasilkan produk tidak berkualitas.

2. Industri Kimia

Ya, kimia. Ternyata memang ada beberapa produk pertanian yang berhubungan dengan industri kimia. Beberapa di antaranya adalah, kanji, damar, dan gula. Ketiganya merupakan produk pertanian yang jika diolah dengan cara tertentu akan menjadi senyawa kimia bermanfaat.

Potensi semacam ini tentu tidak bisa diabaikan. Dengan memaksimalkan kualitas produk-produk yang bisa diolah menjadi bahan kimia, kita bisa turut berpartisipasi dalam munculnya pabrik kimia baru dan terbukanya lapangan pekerjaan menjanjikan untuk warga sekitar.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Fintech di Indonesia

3. Industri Serat

Pakaian termasuk salah satu kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa diabaikan. Beberapa jenis pakaian dibuat dari serat yang bahan dasarnya berasal dari tanaman dan hewan ternak. Jika ditelaah, Indonesia bukan negara yang “miskin” dalam hal ini. Kita memiliki banyak daerah dengan potensi tanaman dan ternak berkualitas.

Sayangnya, industri serat di negara kita kurang populer. Jadi kebanyakan hasil alam diekspor untuk diolah keluar negeri. Fakta ini tentu cukup miris, mengingat jika hasil alam tersebut diolah di dalam negeri, bukan tidak mungkin kita bisa membangkitkan dan memajukan industri serat di Indonesia.

4. Industri Bahan Bakar

Bahan bakar termasuk isu penting di dunia. Apalagi belakangan isu lingkungan dan menipisnya stok bahan bakar dunia cukup menarik banyak perhatian. Sebagai negara agraris dengan potensi agrikultur ekonomi menjanjikan, negara kita punya banyak tanaman yang dinilai bisa menjadi bahan dasar pembuat bahan bakar pengganti.

Apabila potensi di industri ini dimaksimalkan, masyarakat Indonesia bisa tetap hidup meskipun nantinya cadangan minyak dunia menipis. Masyarakat kita bisa menggunakan bahan bakar yang berasal dari hewan atau tanaman seperti bioethanol, biodiesel, dan biogas.

Cara Mengoptimalkan Agrikultur Ekonomi

Membaca ulasan di atas tentu membuat kita sampai pada sebuah kesimpulan, yaitu betapa besarnya potensi Indonesia di sektor ini. Inilah mengapa dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, petani, dan peternak untuk mewujudkan perekonomian yang baik.Tanpa peran maisng-maisng pihak, kita tidak bisa mengoptimalkan potensi agrikultur ekonomi di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]