Inilah Tugas dan Peran Guru di Era 4.0

0
159
Peran Guru

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 hingga kini praktis mengubah tatanan banyak sistem. Salah satunya adalah sistem pendidikan. Bila tadinya anak bebas ke sekolah tanpa rasa takut, kini mereka harus beradaptasi dengan banyak perubahan. Dimulai dari kelas online hingga blended learning, di sinilah pentingnya peran guru.

Beralih dari sistem pengajaran tatap-muka ke kelas online memang butuh adaptasi. Sebagai pendidik, guru harus mulai menyesuaikan sistem pengajaran dengan menggunakan teknologi dan informasi. Selain bisa menggunakan perangkat gawai (ponsel maupun laptop) untuk menjalankan kelas online, inilah peran dan tugas guru di era 4.0.

Berbagai Tantangan untuk Guru di Era 4.0

Peran guru untuk menjawab tantangan di era 4.0 cukup banyak. Apalagi, murid-murid kini dengan mudah menemukan berbagai informasi lewat internet. Trending yang tercipta di media sosial juga membuat banyak orang harus berpikir lebih keras dan berusaha mengingat.

Inilah peran dan tugas guru di era 4.0:

  • Membuat pengajaran konsep abstrak, namun dengan cara yang lebih sederhana

Menghapal rumus dan teori saja tidak cukup. Murid-murid harus memahami konsep dasarnya agar tidak asal membeo. Tidak hanya untuk jangka pendek, guru juga harus memastikan mereka paham dalam waktu lama.

Tantangan umum yang dihadapi para guru adalah murid-murid yang sudah berpikir kritis. Mereka akan bertanya-tanya: “Untuk apa saya mempelajari hal itu? Apa pentingnya bagi saya?”

Alih-alih merasa tersinggung dengan pertanyaan seperti itu, saatnya gunakan strategi cerdas. Kaitkan materi pelajaran dengan contoh kegiatan sehari-hari mereka. Karena terasa lebih relevan, murid-murid akan lebih berminat untuk belajar. Penjelasan yang mereka terima pun menjadi lebih mudah dipahami.

  • Mendorong murid-murid agar mulai lebih banyak melakukan pembelajaran aktif

Setelah memberi kesadaran murid-murid akan pentingnya ilmu dan pendidikan bagi keseharian mereka, peran guru berikutnya selangkah lebih maju lagi. Guru harus mendorong mereka agar mulai lebih banyak berinisiatif dalam mencari informasi dan menggali pengetahuan lebih dalam.

Untuk apa? Murid-murid juga harus belajar memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat untuk berbuat sesuatu. Misalnya: untuk isu pemanasan global, murid-murid bisa mencari tahu berbagai penyebabnya. Sesudah itu, mereka bisa berpartisipasi menjaga lingkungan dengan tidak ikut menambah jejak karbon.

  • Tidak hanya pintar, namun juga kreatif agar kegiatan belajar tetap menarik

Guru sering dianggap pintar, itu biasa. Pada kenyataannya, belum tentu semua orang pintar bisa menjadi pengajar. Transfer ilmu dengan bahasa sederhana juga butuh keahlian dan kepekaan. Bila guru kreatif, kegiatan belajar tetap menarik.

Era 4.0 sudah bukan lagi era guru berbicara dan murid-murid (hanya) mendengarkan dan mencatat. Mulailah melibatkan murid-murid dalam diskusi dan praktik langsung. Kini sudah banyak metode pengajaran yang membantu mengasah kreativitas guru di kelas. Variasikan metode pengajaran agar murid-murid tidak bosan. Sesekali, berikan mereka kejutan-kejutan menyenangkan.

Untuk kelas online, sudah banyak aplikasi dan platform untuk mendukung pengajaran guru era 4.0. Cobalah sebagai bagian dari variasi metode pengajaran. Misalnya: membuat kuis sendiri lewat Kahoot atau Quizziz. Guru juga bisa menggunakan media lain, seperti audio (lewat podcast) serta video.

Baca juga: Yuk! Mulai Belajar Investasi dengan Menerapkan 5 Hal Ini!

  • Tidak hanya melek, namun juga kaya budaya dan bahasa

Tidak hanya Bahasa Indonesia, setidaknya seorang guru harus mampu menguasai Bahasa Inggris. Apalagi, banyak metode dan materi pengajaran di internet yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Di luar jam kelas, mulailah mengasah ketrampilan berbahasa Inggris, baik secara aktif maupun pasif. Kini banyak kursus dan aplikasi yang memudahkan pengaturan jadwal belajar. Selain itu, terapkan juga keinginan kuat dan disiplin diri saat belajar. Jadikan diri sebagai panutan murid-murid di kelas.

Bila murid melihat guru tampil penuh semangat dan berdedikasi setiap hari, perasaan itu akan menular. Mereka juga akan lebih mudah membuka diri bila guru memiliki rasa empati. Misalnya: tetap sabar dalam membantu murid-murid yang masih kesulitan memahami pelajaran yang diberikan.

Satu hal lagi, libatkan semua murid dalam diskusi, termasuk yang pendiam dan pemalu sekali pun. Cara ini juga akan membuat murid-murid merasa dilihat dan berarti.

Kesimpulan

Peran guru di era 4.0 memang tidak seperti dulu. Selain lebih berinovasi dan kreatif, interaksi dengan murid akan lebih efektif dengan empati. Lagipula, teknologi hanyalah perpanjangan tangan untuk mempersempit jarak di dalam kelas virtual.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]