Bandwagon Effect: Ikut-ikutan bisa berdampak buruk.

0
364
Kumpulan domba berbaris menuju jurang

Pengertian Bandwagon Effect

Bandwagon Effect merupakan fenomena psikologis dimana seseorang melakukan tindakan karena melihat banyak orang turut melakukan hal yang sama. Dasar tindakan tersebut bukan karena alasan dari dalam diri.

Kecenderungan orang untuk menyelaraskan keyakinan dan perilakunya dengan kelompok, juga disebut herd mentality (mentalitas kelompok).

Singkatnya, bandwagon effect adalah fenomena ‘ikut-ikutan’. Secara psikologi, fenomena yang satu ini adalah bentuk bias kognitif yang mengakibatkan seseorang atau kelompok mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan akibat adanya dorongan dari faktor eksternal dan internal.

Penyebab Bandwagon Effect

Fenomena ‘ikut-ikutan’ melibatkan aspek psikologi dan sosiologi. Manusia secara naluriah diprogram untuk bersosialisasi dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok. Perilaku manusia yang cenderung serupa dengan suatu kelompok dapat menimbulkan rasa memiliki dan penerimaan.

Namun kecenderungan untuk selalu mengikuti perilaku kelompok, tanpa melibatkan proses berpikir dan pertimbangan pribadi, inilah yang disebut Bandwagon Effect.

Dampak Bandwagon Effect

Ikut-ikutan bisa menyebabkan dampak positif maupun negatif. Semua itu bergantung pada jenis kegiatan atau tren yang Kamu ikuti.

Misalnya ikut-ikutan tren yang berkaitan yang gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga 15 menit setiap hari, atau rajin mengkonsumsi buah dan sayur, tentunya tren tersebut dapat memberikan efek yang baik.

Lain halnya jika tren yang Kamu ikuti bertentangan dengan nilai sosial dan justru dapat melukai orang lain. Misalnya ikut-ikutan membuat konten prank. Ada banyak jenis prank di luaran sana yang alih-alih menjadi hiburan yang seru, kegiatan tersebut justru dapat menyinggung perasaan orang lain bahkan melukai mereka.

Ada juga tren berinvestasi. Investasi memanglah baik untuk masa depan, namun bilamana dilakukan secara sembrono dan tanpa dibekali ilmu yang cukup, bukannya untung yang ada malah buntung.

berada dan bagaimana Kamu menyikapinya.

Dampak Bandwagon Effect Pada Sektor Investasi

Bandwagon Effect dapat berpengaruh di berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek bisnis, keuangan, dan investasi. Pasar uang dan market secara umum bisa menjadi sangat rentan terhadap dampak ‘ikut-ikutan’. Harga aset dan suatu produk investasi bisa cenderung naik atau bahkan turun karena semakin banyak orang yang ikut-ikutan.

Bandwagon effect dapat mengarahkan investor untuk mengikuti perilaku kelompok. Hal ini dapat mengakibatkan economic bubble atau turunnya nilai aset secara signifikan, tergantung apakah kelompok tersebut melakukan pembelian atau penjualan.

Dalam kasus ini, orang mungkin saja berinvestasi karena takut ketinggalan tren (FOMO), ketimbang melakukan evaluasi dan pertimbangan pribadi. Membeli atau menjual hanya karena ikut-ikutan dapat mengakibatkan hasil yang buruk.

Apakah Kamu siap menanggung kerugian besar, hanya karena orang lain berbondong-bondong melakukan hal yang sama?

Bagaimana Cara Menghindari Bandwagon Effect?

Meminimalisir sikap ikut-ikutan merupakan proses yang sulit. Pemikiran kelompok sulit untuk dihindari, begitu pula bias yang cenderung dimiliki oleh manusia secara sosial. Dilansir dari investopedia, ada tiga langkah yang dapat Kamu ambil untuk dapat mengambil keputusan secara mandiri:

  1. Berpikir Lebih Kritis

Pahami bahwa keadaan, kebutuhan, dan pandanganmu dengan orang lain bisa sangat berbeda. Daripada langsung mengikuti apa yang dilakukan orang lain, Kamu dapat mempertimbangkan alternatif lain dengan mengeksplorasi kondisi diri sendiri.

  1. Cari Sumber Informasi Yang Valid

Sikap ikut-ikutan bisa disebabkan oleh terlalu banyak informasi yang beredar, yang belum tentu benar faktanya. Hal ini membuat kita cenderung mengikuti apa yang orang banyak pilih atau lakukan.

Dibanding ikut-ikutan, coba temukan sumber informasi yang netral, bukan merupakan iklan (promosi) atau meng-endorse satu pihak. Lalu, pastikan kejelasan dan legitimasi dari penyedia informasi.

  1. Membuat Keputusan Dengan Lebih Berhati-Hati

Setelah mengumpulkan informasi yang valid, jauhkan dirimu dari pengaruh eksternal dan ambil waktu untuk berpikir sejenak. Tidak perlu merasa terintimidasi oleh pihak lain, atau bahkan diri sendiri.

Pada akhirnya, Kamu mungkin berhasil mengambil keputusan secara mandiri; dalam beberapa kasus, mungkin saja pilihan yang populer juga merupakan hal yang terbaik untukmu. Tapi tidak masalah, dengan melakukan ketiga proses di atas, Kamu akan merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan keputusan tersebut, karena itulah yang ingin Kamu lakukan, bukan hanya ikut-ikutan orang lain.

Baca Juga:

New-BLOG50-banner-1030x557.jpg

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Akseleran memberikan kesempatan untuk Kamu yang ingin membantu mengembangkan bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Dapatkan keuntungan dari suku bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan serta perlindungan proteksi asuransi 99% terhadap pinjaman. Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar dan mulailah pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Selain itu, Kamu juga bisa melihat info Akseleran sebagai grup usaha di halaman Grup Akseleran.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].