Waspadai Fenomena Economic Bubble Dalam Investasi

0
226
Gelembung Ekonomi

Economic Bubble merupakan salah satu penyebab krisis ekonomi yang bisa terjadi di suatu negara, bahkan skala global.

Arti Economic Bubble

Bersumber dari Investopedia, gelembung ekonomi atau economic bubble adalah suatu siklus ekonomi di mana adanya peningkatan yang sangat cepat terhadap nilai suatu objek, terutama pada harga aset atau properti.

Seperti halnya gelembung, nilai suatu objek yang memiliki peningkatan cukup cepat, suatu saat akan ‘pecah’. Yang berarti, harga suatu objek yang tadinya terus meningkat, pada titik tertentu akan terjun bebas menjadi sangat rendah.

Fenomena ini menyebabkan kerugian, terutama bagi perekonomian secara makro. Beberapa gelembung terjadi secara alami sebagai bagian dari siklus ekonomi, beberapa juga terjadi sebagai akibat dari kelalaian investor dan berfungsi sebagai koreksi.

Ini biasanya terjadi pada efek, pasar saham, real estate dan berbagai sektor usaha lain karena perubahan para pemain kunci  dalam melakukan bisnisnya. Hal ini kemudian mengakibatkan gelembung yang dapat memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi.

Tanda Terjadinya Economic Bubble

Terdapat tanda-tanda umum yang mengacu pada terjadinya gelembung ekonomi.

Pertama, banyaknya investor yang menanamkan modal, dengan spekulasi harga akan terus naik dan berlipat ganda dari harga awal. 

Setelah itu, harga produk yang melambung tinggi dengan cepat. Tak lama kemudian harga akan meletus menjadi tidak bernilai, seperti gelembung sabun.

Tanda lain dari terjadinya gelembung ekonomi adalah investasi yang dilakukan tanpa analisis yang jelas, ikut-ikutan, atau hanya larut dalam euphoria.

Seperti saat batu akik menjadi tren di Indonesia, pada awalnya hal ini terlihat investasi yang menjanjikan karena harganya yang terus naik. Banyak orang tertarik untuk membelinya tanpa melakukan perhitungan yang matang. Namun, lama-kelamaan terjadi bubble yang mengakibatkan harganya turun drastis. 

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi di suatu sektor, maka kamu harus benar-benar tahu kapan untuk keluar dan berakhir di tahap profit taking. Untungnya, batu akik bukanlah sektor yang memengaruhi banyak lini, sehingga terjadinya gelembung hanya mempengaruhi sebagian kecil masyarakat saja.

Terdapat beberapa tahapan terbentuknya bubble dalam siklus ekonomi

  1. Displacement

Tahap pertama adalah ketika investor atau pengusaha melihat adanya peluang baru yang dirasa menguntungkan. Peluang ini bisa berupa teknologi baru, kebijakan ekonomi, rendahnya nilai bunga, dan sebagainya.

  1. Boom 

Pada tahapan ini, harga yang terus naik semakin menarik perhatian lebih banyak investor dan menarik banyak ‘pemain’ baru ke dalamnya.

Harganya yang terus naik memicu anggapan bahwa tren ini akan berlangsung cukup lama dan sangat kecil kemungkinan untuk jatuh.

  1. Euphoria 

Tahapan ini ditandai dengan harga yang semakin tinggi, sehingga investor di awal-awal merasa senang akan hasil yang didapat.

Berita mengenai keuntungan tersebut semakin tersebar, sehingga lebih banyak lagi investor yang masuk agar tak ketinggalan euphoria yang terjadi.

  1. Profit Taking

Pada tahap ini, investor merasa ada yang janggal dengan peningkatan harga yang terus terjadi, dan menyebabkan beberapa investor mulai menjual aset-asetnya. Yang berhasil menjual aset pada titik puncak, akan mendapatkan keuntungan maksimal sebelum gelembung tersebut pecah. 

  1. Panic 

Tahapan terakhir adalah kala harga aset mulai terjun bebas. Banyak investor rela menjual aset di harga berapapun untuk meminimalisasi kerugian. Menurunnya harga biasanya sama cepatnya dengan meningkatnya harga di awal siklus ini terjadi. Harga aset semakin menurun sedangkan suplai masih sangat banyak. 

Faktor-Faktor Penyebab Economic Bubble

  1. Likuiditas Uang Berlebihan

Saat likuiditas berlebihan terjadi, masyarakat menjadi mampu membeli barang semahal apapun harganya di pasar. Akhirnya setelah beberapa saat, obyek tersebut menjadi tidak bernilai sehingga kemudian harganya turun drastis.

  1. Terlalu Percaya Terhadap Nilai Suatu Aset

Mereka yang optimis (terlalu percaya) akan terus menerus berinvestasi atau membeli suatu aset dengan spekulasi keuntungan berlipat. Akhirnya saat harga produk terjun, mereka pun menderita kerugian dalam jumlah besar.

  1. Kenaikan Harga Suatu Aset Terus Menerus

Penyebab lain dari economic bubble adalah harga terus meningkat tak terkendali. Ketika harga terus melambung naik, orang-orang melihat tersebut sebagai kesempatan meraup keuntungan dalam berinvestasi. Akibatnya, masyarakat berlomba-lomba membeli atau berinvestasi hingga suatu saat harganya jatuh karena tidak lagi bernilai/ada regulasi yang menetapkan batas harga maksimal.

  1. Terlalu Mengikuti Tren Karena FOMO

Tergiur dengan tren dan takut ketinggalan dapat menjadi penyebab terjadinya gelembung ekonomi. Orang-orang yang melakukan transaksi baik pembelian atau investasi dengan alasan sekedar ikut-ikutan dan gejala FOMO akan membuat harga melambung tinggi. Namun setelah trennya turun, harga barang pun akan ikut jeblok dan merugikan para investornya.

  1. Kesalahan Pemerintah dalam Membuat Kebijakan

Penyebab terakhir dari gelembung ekonomi adalah kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Suatu keputusan atau kebijakan ekonomi mampu mengakibatkan gelembung ekonomi. Misalnya, ketetapan suatu aturan membuat negara mengalami deflasi sehingga gelembung ekonomi pun tak terhindarkan.

Melindungj Diri Dari Dampak Gelembung Ekonomi (Source: Freepik)

Lindungi Diri Agar Tidak Terkena Dampak Economic Bubble

Setelah mengetahui pengertian, tahapan, hingga penyebabnya. Kamu bisa mencegah diri dari korban gelembung ekonomi dengan cara berikut ini.

  1. Jangan FOMO

Sebelum memutuskan investasi, sebaiknya lakukan analisa mendalam terhadap tren yang sedang marak. Pastikan keputusan jual beli aset tersebut bersumber dari keyakinan pribadi.

Jangan mengikuti spekulasi pasar terhadap suatu objek untuk membuat keputusan investasi, karena hal ini berpotensi menjebakmu menjadi korban gelembung ekonomi berikutnya.

  1. Hindari Instrumen Investasi dengan Keuntungan Terlalu Besar

Berhati-hati dalam berinvestasi penting dilakukan untuk mencegah terjadinya gelembung ekonomi. Meskipun tujuan investasi untuk meraih keuntungan, namun jangan sampai tergiur dengan profit sangat besar.

Pada dasarnya, besar profit dari sebuah instrumen investasi akan seimbang dengan risikonya. Semakin tinggi keuntungan, potensi kerugiannya juga akan semakin besar.

  1. Kenali Profil Risiko Pribadi

Bersikap bijak dan cerdas saat berinvestasi. Investasi merupakan hal penting, namun bukan berarti kamu berinvestasi hanya sekedar ikut-ikutan. Silahkan berinvestasi dengan mengenali profil risiko pribadi.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Akseleran memberikan kesempatan untuk Kamu yang ingin membantu mengembangkan bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Dapatkan keuntungan dari suku bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan serta perlindungan proteksi asuransi 99% terhadap pinjaman. Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar dan mulailah pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Selain itu, Kamu juga bisa melihat info Akseleran sebagai grup usaha di halaman Grup Akseleran.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG50 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].