Tips dan Strategi Efektif untuk Mengelola Keuangan Bisnis

0
471
Panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula

Memulai usaha sendiri menjadi banyak impian orang. Terlebih, dengan memiliki usaha sendiri, Anda bebas menjalankan ketentuan dan peraturan sendiri. Akan tetapi, bukan tidak mungkin sebuah bisnis akan mengalami kegagalan. Seseorang yang baru akan merintis usaha perlu belajar panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula.

Tidak sedikit yang merintis usaha hanya untuk berakhir gulung tikar. Padahal jika memiliki manajemen keuangan yang baik, sebuah usaha bisa tumbuh besar.

Mengelola keuangan menjadi salah satu pondasi penting agar bisnis bisa berjalan sukses dan juga bertahan lama.

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah kegiatan mengelola, mengatur dan merencanakan keuangan untuk keberlangsungan jangka panjang. Bagi sebuah perusahaan, manajemen keuangan dapat berupa pencatatan pengeluaran dan pemasukan, penentuan anggaran, dan juga pengawasan dalam penggunaan dana. 

Selain itu, manajemen keuangan tidak hanya bersifat membatasi pengeluaran agar modal selalu kembali, namun juga mengelola modal agar menghasilkan lebih banyak profit.

Mengapa Manajemen Keuangan Penting Bagi Pengusaha Pemula?

Sebuah panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula menjadi sangat penting karena pengelolaan dana yang baik menjadi kunci keberlangsungan usaha tersebut. Tidak hanya mengatur pengeluaran, manajemen keuangan memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mengontrol Keuangan: Memastikan setiap departemen pada perusahaan Anda memiliki anggaran dan juga pengarahan dana yang tepat dan efisien sehingga tidak ada pemborosan.
  • Mengambil Keputusan: dengan sistem kontrol yang baik, pengusaha bisa menjadikan manajemen keuangan sebagai pengambil keputusan dalam langkah bisnis berikutnya.
  • Menyusun Strategi: Pengelolaan keuangan dapat menjadi kunci untuk menyusun strategi berikutnya. Strategi dapat berupa anggaran bulanan dan tahunan, dan strategi marketing.

Menentukan Tujuan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Pengelolaan keuangan bagi pemula dapat dimulai dengan menentukan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan keuangan jangka pendek biasanya memiliki rentang maksimal 3 tahun, sedangkan keuangan jangka panjang memiliki rentang 7-10 tahun.

Tentukan Tujuan Keuangan Jangka Pendek

Menentukan tujuan keuangan jangka pendek bisa menjadi langkah pertama untuk mulai mengatur strategi keuangan. Dalam menentukan tujuan keuangan jangka pendek, Anda bisa mengikuti cara berikut:

  • Mencatat pengeluaran dan pemasukan tiap bulan
  • Menentukan prioritas pengeluaran
  • Membuat laporan keuangan tertulis 
  • Membuat proyeksi perencanaan keuangan per bulan dan per tahun untuk 3 tahun 

Dengan memulai langkah-langkah tersebut, Anda sudah bisa melihat gambaran besar keuangan perusahaan dan keadaan yang paling nyata. Untuk bisa menentukan rencana jangka pendek, seorang pengusaha minimal mempunyai ilmu administrasi, atau menyewa pekerja yang bisa dalam ilmu administrasi.

Setelah semua administrasi tertata, minimal Anda bisa memiliki data yang kemudian bisa memunculkan proyeksi untuk pertumbuhan perusahaan untuk bulan berikutnya.

Tentukan Tujuan Jangka Panjang

Setelah mencoba membuat rencana jangka pendek, seorang pengusaha juga perlu untuk memproyeksikan rencana jangka panjang. Untuk rencana jangka panjang mulai dari 7-10 tahun.

Untuk bisa membuat rencana jangka panjang, bisa dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Mengumpulkan laporan tiap tahun
  • Membuat profiling perkembangan tiap tahun
  • Mendata semua aset perusahaan
  • Menghitung likuiditas aset
  • Membuat rencana anggaran tahunan berdasarkan data performa

Dengan mengikuti cara tersebut, Anda menjadi punya proyeksi untuk mengetahui pertumbuhan perusahaan. Angka pertumbuhan ini yang kemudian menjadi patokan untuk membesarkan perusahaan dalam skala besar melalui rencana jangka panjang.

Tips dan Strategi Mengelola Keuangan Bisnis dengan Efektif dan Efisien

Aspek keuangan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah bisnis bisa bertahan lama atau tidak. Akan tetapi, modal besar saja tidak cukup, melainkan bagaimana cara mengelolanya yang jauh lebih penting.

Berikut panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula agar keuangan lebih efektif.

Buat Rencana Keuangan dan Anggaran yang Realistis

Hal pertama yang diperlukan untuk mengatur keuangan adalah adanya dokumentasi laporan keuangan. Dokumentasi ini kemudian menjadi bahan pembuatan rencana keuangan selanjutnya.

Rencana keuangan dan juga anggaran perlu realistis. Realistis berarti tidak ada pengandaian dan tidak ada kebutuhan yang tidak diperlukan yang masuk ke anggaran.

Proyeksi anggaran nantinya harus memenuhi kebutuhan dasar perusahaan seperti modal, bahan baku, dan juga pengeluaran dasar. Untuk pengeluaran yang masih mudah Anda kontrol seperti perawatan, biaya marketing, dan lain-lain bisa Anda atur dengan bujet minimal.

Hindari Hutang atau Kelola Hutang dengan Bijak

Hutang bisa menjadi solusi memulai usaha tanpa modal besar. Akan tetapi, hutang juga bisa menjadi beban perusahaan nantinya apabila tidak ada mitigasi pelunasannya.

Bagi pengusaha bisnis pemula, akan lebih baik jika Anda tidak terjerat dengan hutang terlebih dahulu. Lebih baik untuk mengumpulkan modal nyata tanpa perlu harus berhutang. Bunga yang tinggi bisa menjadi liabilitas kedepannya. Belum jika usaha kemudian menghadapi kesulitan, maka Anda bisa semakin terjerat hutang.

Namun apabila Anda tidak bisa menghindari hutang, pastikan saat mengambil hutang, Anda sudah punya dana untuk melunasinya.

Sebagai contoh, jika Anda meminjam Rp10 juta sebagai tambahan modal, pastikan Anda memiliki Rp10 juta juga sebagai simpanan.

Selain itu, pinjam dari pinjaman dengan bunga terendah dan tidak menerapkan bunga floating yang berubah-ubah tergantung inflasi. Dengan begitu, hutang akan jadi lebih terkendali dan tidak memberatkan pembayaran kedepannya.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan Bunga Floating atau Fixed? Selengkapnya!

Tidak Mengambil Resiko Finansial yang Tidak Perlu

Ketika memulai usaha, terkadang pengusaha terlalu bersemangat dan membeli terlalu banyak aset. Selain itu, banyak pengusaha yang mengambil investasi terlalu cepat.

Melengkapi aset dan juga berinvestasi bukan langkah yang salah, akan tetapi jika Anda gegabah dan mengambil langkah terlalu banyak di awal, maka Anda akan kehilangan banyak kesempatan dan bahkan kehabisan dana.

Dalam 2 tahun pertama, pastikan Anda tidak mengambil resiko finansial yang terlalu besar kecuali perusahaan sudah tumbuh minimal 1 kali omset setiap tahun.

Pertimbangkan Investasi yang Cocok untuk Bisnis Anda

Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi, pastikan Anda memilih investasi yang cocok untuk proses bisnis Anda sesuai dengan panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula. Memilih jenis investasi bisa mulai dengan jenis instrumen keuangan yang berbeda.

Beberapa jenis investasi perusahaan ada reksadana, obligasi, dan saham. Urutan resiko terbesar mulai dari reksadana dengan resiko terkecil dan saham dengan resiko terbesar. 

Sedangkan untuk keuntungan ada saham dengan peluang terbesar dan reksadana dengan dividen terkecil. Untuk bisa naik ke saham, Anda perlu mempelajari resikonya terlebih dahulu.

Perbarui dan Tinjau Rencana Keuangan secara Berkala 

Setelah membuat rencana keuangan perusahaan, perusahaan tetap perlu meninjaunya secara berkala. Tidak semua akan berjalan sesuai rencana sehingga perlu penyesuaian setiap saat.

Adakan pertemuan dengan jajaran manajemen untuk melaporkan perkembangan mulai dari mingguan, bulanan dan tahunan.Itulah panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula agar bisnis berjalan secara efektif dan efisien. Pastikan untuk selalu memperbaharui ilmu manajemen keuangan dan merekrut orang terpercaya agar bisnis berjalan lancar. Dengan begitu, keuntungan perusahaan bisa semakin bertambah setiap tahunnya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].