Akseleran Terus Berkontribusi Memajukan Bisnis UKM di Indonesia

0
516
Mikhail Ramses Asitua Tambunan CFO & Co-Founder Akseleran

“Ekonomi Indonesia saat ini memang dihadapkan oleh sejumlah tantangan, salah satunya funding gap. Oleh karena itu, keberadaan Akseleran diharapkan mampu menurunkan funding gap di Indonesia yang sekarang ini masih besar.” 

JAKARTA – Setelah sukses menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp3 triliun di tahun 2022, perusahaan fintech peer-to-peer (“P2P Lending”) Akseleran menargetkan kenaikan dua kali lipat untuk total penyaluran pinjaman pada tahun ini, yakni sebesar Rp6 triliun dengan rasio NPL tetap dijaga rendah di bawah 1%. Melalui kinerja bisnis yang terus tumbuh dan sehat, Akseleran berharap dapat selalu berkontribusi membantu pemerintah untuk mengikis funding gap terhadap UKM di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), funding gap yang tidak bisa dijangkau oleh lembaga keuangan formal selama tahun lalu mencapai Rp2.000 triliun. Hadirnya Akseleran, diyakini dapat menjadi solusi untuk menutup funding gap tersebut karena dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. 

Pertama kali beroperasional sebagai platform P2P Lending pada Oktober 2017, Akseleran telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 10/2022 dan didirikan oleh empat orang expert di bidang keuangan, legal, dan teknologi. Selain Mikhail Ramses Asitua Tambunan selaku Co-Founder & Chief Financial Officer (CFO), ketiga pendiri Akseleran lainnya, antara lain Ivan Nikolas Tambunan yang menjabat sebagai Group CEO, Christopher Gultom selaku Direktur Utama, dan Rassel Pratomo yang menduduki posisi Chief Technology Officer (CTO).

Mikhail mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini memang dihadapkan oleh sejumlah tantangan, salah satunya funding gap. Oleh karena itu, Mikhail menilai, keberadaan Akseleran mampu menurunkan funding gap di Indonesia yang sekarang ini masih besar. 

“Kalau gap-nya semakin kecil, modal kerja terpenuhi, terutama dari sisi UKM secara langsung berpengaruh kepada sumbangan ke GDP. Dengan demikian, secara perekonomian bergeraknya dapat lebih cepat lagi dan pertumbuhan ekonominya diharapkan menjadi lebih tinggi dan roda perekonomiannya berputar,” kata Mikhail yang berpengalaman sebagai akuntan kepada Kontan, Jumat (28/04/2023).

Secara kinerja, Mikhail menyampaikan, sejak Oktober 2017 sampai dengan Desember 2022, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha hampir sebesar Rp7 triliun dimana sekitar 97 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif, khususnya UKM. Hebatnya, ketika terjadi pandemi, Akseleran justru mampu untuk terus bertumbuh dengan peningkatan penyaluran pinjaman ke UKM dan tercatat pada tahun 2020 Akseleran menyalurkan total pinjaman hampir sebesar R1 triliun atau tumbuh hingga 30% dibandingkan tahun 2019.

Kemudian pada tahun 2021, saat pemulihan ekonomi mulai terjadi, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp1,8 triliun lebih, atau tumbuh lebih dari 90 persen dibandingkan penyaluran tahun 2020. Di akhir tahun lalu, Akseleran tetap tumbuh hingga 62 persen dibandingkan tahun 2021, atau berhasil menyalurkan total pinjaman sekitar Rp3 triliun.

2023, Akseleran Genjot Penyaluran di Luar Pulau Jawa

Mikhail mengaku optimistis, Akseleran mampu merealisasikan total pinjaman usaha hingga sebesar Rp6 triliun pada akhir tahun 2023. Apalagi, kata Mikhail, pada tahun ini Grup Akseleran berencana mengakuisisi perusahaan multifinance yang diharapkan dapat memperluas penyaluran pinjaman kepada UKM maupun masyarakat luas. 

Menurut dia, akuisisi ini akan memperluas penyaluran pendanaan Akseleran kepada masyarakat. Secara produk pembiayaan mirip dengan yang dilakukan saat ini melalui P2P Lending, hanya saja Akseleran dapat menyasar pelaku usaha menengah dan komersil yang membutuhkan nilai pinjaman yang lebih besar dari Rp 2 miliar per penerima pinjaman.

Saat ini, kata Mikhail, sebanyak 85 persen hingga 90 persen konsumen Akseleran berada di Pulau Jawa. Ke depan, Mikhail memproyeksikan, konsumen Akseleran dapat semakin meluas lagi di wilayah lainnya, khususnya di luar Pulau Jawa.

“Supaya semakin banyak UKM-UKM yang tersentuh sehingga visi kita untuk mewujudkan inklusi keuangan menjadi realitas dapat tercapai. Oleh karena itu, Akseleran harus melayani pulau lain selain di Jawa dan kita bisa melayani lebih besar lagi dengan cara-cara yang kita lakukan masih in-line, misalnya kita lihat ticket size lewat vehicle baru tersebut,” jelas Mikhail.

Hingga saat ini, Mikhail menerangkan, sudah ada sebanyak 5.000-an UKM yang sudah memperoleh pinjaman usaha melalui Akseleran. Bahkan, katanya, salah satu dari UKM yang menerima pinjaman tersebut sudah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

“Khusus wilayah di luar Pulau Jawa, penetrasi penyaluran pinjaman Akseleran terus meningkat dan memiliki kontribusi lebih dari 10 persen dari total penyaluran. Wilayah-wilayah terbesar di luar Pulau Jawa yang sudah dilayani oleh Akseleran, antara lain Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Bali, dan Sulawesi Selatan,” ungkap Mikhail.

Kinerja Keuangan Positif

Untuk kinerja keuangan, Mikhail mengaku optimistis, pada tahun 2023 secara tahunan Akseleran akan memiliki laporan keuangan yang positif. Ditambah lagi, kata Mikhail, dengan Grup Akseleran yang berencana menambah lini bisnisnya dengan mengakuisisi perusahaan multifinance yang bertujuan dapat memberikan pinjaman modal usaha kepada usaha menengah di atas Rp10 miliar.

“Posisi Akseleran sekarang sudah close to profitability, pada tahun 2022 Akseleran sudah beberapa bulan mengalami cashflow positif. Untuk mencapai kinerja keuangan yang sehat tersebut, Akseleran menjaga NPL yang rendah dan dengan NPL to Outstanding kita saat ini yang berada di 0,5% adalah salah satu yang terendah di industri, sehingga cost of fund group kami juga relatif rendah dibanding kompetitor kami,” tambah Mikhail.

Sebagai informasi, hingga tiga bulan terakhir pada tahun ini, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha hingga sebesar Rp800 miliar lebih atau mengalami pertumbuhan 32 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2022. Saat ini, Akseleran didukung oleh lebih dari 200 ribu pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) dan belasan institutional lender yang berasal dari perbankan, termasuk Bank-Bank buku 4.