NRV Adalah: Pengertian, Contoh, dan Rumusnya

1
1668
NRV Adalah

Lembaga pengatur di bagian akuntansi mewajibkan pelaporan aset yang dilakukan secara konvensional guna menghindari terjadinya manipulasi laporan finansial perusahaan. Net Realizable Value (NRV) adalah salah satu permisalan dari model tersebut. Nantinya, bagian CPA, fiskal, akuntan, juga bagian pemegang buku harus menyiapkan laporan yang menginformasikan ketersediaan sekaligus piutang yang bisa diubah menjadi dana simpanan. 

Apa Itu Net Realizable Value?

Apabila diartikan dari sisi ilmiah, NRV adalah nilai taksiran dari harga penjualan aset yang dikurangi dengan perkiraan harga penjualan. Pengurangan dugaan anggaran penjualan diproyeksikan dari semua dana yang dipakai untuk melakukan pengemasan, penyimpanan, dan pengiriman dari setiap aset. 

Aspek penting yang berkaitan dengan NRV adalah adanya penilaian yang sifatnya objektif berkaitan dengan piutang dan sediaan aset. Ini karena kedua aset tersebut adalah kekayaan besar perusahaan yang harus ada saat melakukan analisis neraca. Berfokus pada International Financing Reporting Standards (IFRS) dan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), diharapkan tidak terjadi evaluasi nilai aset yang berlebihan. 

Rumus Net Realizable Value

Sebelum menaksir besaran NRV dalam bisnis akuntansi, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Pertama, Anda perlu menentukan berapa taksiran nilai jual dari suatu aset yang dikehendaki. Lalu, tentukan pula berapa biaya total yang berhubungan dengan proses penjualan suatu aset. Terakhir, hitung selisih dari nilai jual suatu aset dengan jumlah biaya yang dikeluarkan terkait penjualan dari aset tersebut. 

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan angka NRV dari suatu aset melalui rumusan yang lebih simpel. Secara matematika, rumus dari NRV adalah: 

NRV = Nilai taksiran penjualan aset yang diinginkan – Jumlah anggaran produksi dan penjualan dari aset.

Meski begitu, dalam melakukan evaluasi NRV, ada hal-hal yang bisa mengurangi angka penjualan aset tersebut. Ini termasuk waktu kedaluwarsa, penurunan kualitas, kerusakan aset, pembusukan, hingga demand dari konsumen. Sebagai tindakan antisipasi, Anda perlu melakukan pencatatan sekaligus memberikan label pada setiap aset. Tak hanya itu, Anda pun harus memiliki catatan yang terkait dengan inventaris setiap aset. 

Contoh Net Realizable Value

Agar memudahkan Anda memahami NRV, coba simak contoh implementasi NRV yang dilakukan dalam bisnis berikut ini. 

Persediaan atau Inventaris

Persediaan atau disebut juga inventaris merupakan pemakaian NRV yang paling umum di perusahaan. Tetapan dan aturan akuntansi mewajibkan nilai yang lebih kecil daripada biaya atau pasar yang dituliskan dalam neraca. Ini artinya, perusahaan harus menyampaikan nilai yang lebih kecil antara taksiran pokok suatu barang atau angka yang diharapkan oleh perusahaan bisa didapat akan barang tadi. 

Baca juga: Permudah Pengajuan Pinjamanmu Dengan Inventory Financing!

Piutang

Contoh lain dari NRV adalah piutang. Piutang sendiri merupakan biaya yang hendak diminta oleh perusahaan kepada pelanggan. Piutang juga dianggap sebagai salah satu bentuk aset perusahaan dalam neraca karena dapat dijadikan dana kas dalam periode setahun. Adapun rekening yang tidak dapat tertagih harus disampaikan sebagai “Penyisihan Piutang yang Diragukan” atau “Penyisihan Piutang yang Tidak Tertagih”. 

Tentunya, setiap perusahaan mempunyai metode sendiri dalam menentukan waktu suatu piutang menjadi tak tertagih. Pasalnya, piutang yang macet tentu akan tercatat oleh perusahan sebagai hambatan atau beban. Supaya bisa menghitung besaran NRV untuk aset piutang, Anda bisa mengikuti langkah berikut: 

  • Menentukan jumlah keseluruhan piutang dari semua pelanggan.
  • Mengidentifikasi asal mula suatu akun yang memiliki potensi besar tidak bisa dilakukan penagihan. Ini merupakan bentuk penyisihan untuk semua akun yang sifatnya diragukan. 
  • Lakukan pengurangan terhadap penyisihan dari piutang yang sifatnya diragukan tadi dari semua jumlah piutang untuk mendapatkan angka NRV.

Akuntansi Pembiayaan

Saat suatu barang dibuat secara bersama, perusahaan perlu menerapkan NRV guna mendapatkan biaya untuk setiap unitnya sampai pada titik pisah. Biaya setiap unit diperlukan sebagai acuan efektivitas perusahaan dalam proses produksi. Sementara itu, titik pisah diartikan sebagai bagian dalam produksi saat barang harus melalui proses secara terpisah. 

Contoh mudahnya adalah proses produksi yang berlangsung dalam pabrik produksi kue. Terdapat dua keik coklat yang dibuat dengan proses dan biaya yang sama. Ketika berada pada syarat untuk menghias yang berbeda, kedua kue tadi pun menjalani proses dekorasi yang terpisah dengan biaya yang berbeda pula. 

NRV memiliki kaitan erat dengan ketersediaan aset suatu perusahaan. Jadi, pastikan Anda memiliki catatan maupun informasi yang lengkap, akurat, serta rasional atau tidak dilebih-lebihkan. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.