Mengenal Sistem MRP Untuk Mengembangkan Bisnismu

1
74
MRP Adalah

Material Requirement Planning atau MRP adalah software yang dipergunakan untuk mengetahui kebutuhan jumlah bahan baku dalam proses produksi barang. Sistem ini dipakai dalam industri manufaktur sehingga dapat menjalankan proses produksi secara otomatis. 

Tujuan awal pengembangan sistem MRP adalah supaya perusahaan tidak kelebihan atau kekurangan stok barang karena masalah bahan baku. Sistem yang dikembangkan oleh Joseph Orlicky ini disebut juga push system. Sebabnya, kebutuhan inventory lebih awal ditentukan barulah produksi berjalan.

Fungsi dan Tujuan MRP 

MRP tidak bisa dipisahkan dari manajemen inventaris. Bukan hanya untuk memesan bahan baku, sistem MRP juga bisa dimanfaatkan untuk mengatur waktu produksi, bahkan pengiriman. 

Dengan menggunakan sistem MRP, bagian produksi bisa menentukan jadwal produksi maupun prioritas. Perusahaan tidak lagi mengalami masalah keterlambatan, baik untuk memenuhi keperluan bahan baku maupun stok barang. 

Adanya sistem MRP adalah perusahaan bisa menjaga keseimbangan antara demand bahan baku dengan jumlah bahan baku produksi. Ada beberapa alasan lain yang membuat perusahaan menggunakan sistem MRP, antara lain:

Mengurangi Jumlah Persediaan Bahan Baku

Sistem MRP memungkinkan perusahaan mengurangi jumlah bahan baku tanpa menimbulkan masalah terhadap inventory. Sering kali, karena salah mengestimasi bahan baku, perusahaan bisa mengalami masalah kekurangan stok dan akhirnya berpengaruh terhadap penjualan produk.

Dengan data yang didapatkan melalui sistem MRP, pengurangan bahan baku tidak berdampak merugikan perusahaan, tetapi bersifat efektif dan efisien. Perusahaan pun tidak perlu menghabiskan anggaran untuk membeli bahan baku yang sebenarnya tidak diperlukan. 

Meningkatkan Efisiensi Produksi Perusahaan

Penerapan sistem MRP pada kegiatan produksi perusahaan akan meningkatkan efisiensi. Dengan MRP, setiap unit bisa saling terkoordinasi dan melakukan tugasnya sesuai target yang ditentukan.

Dalam hal ini, perusahaan pun bisa menentukan dengan tepat jumlah bahan baku serta waktu pembelian bahan baku oleh tim purchasing. Dengan demikian, proses penyediaan berjalan efisien sesuai kebutuhan. 

Mengurangi Waktu Tenggang

Keunggulan perusahaan yang menggunakan sistem MRP adalah bisa mengurangi waktu tenggang (lead time). Masalah bisa terjadi apabila perusahaan tidak dapat memenuhi tenggat penyediaan barang secara tepat. Dengan MRP, keterlambatan produksi maupun pengiriman tidak akan terjadi. Biasanya, keterlambatan terjadi karena masalah material yang kurang.

Baca juga: Pengertian Serta Contoh Kegiatan Produksi!

Prosedur Sistem MRP

Bagaimana MRP dapat membantu perusahaan menciptakan efisiensi dalam proses produksi barang? Ada empat langkah yang biasa diterapkan, yaitu:

Proses Netting

Proses netting adalah menghitung jumlah kebutuhan bersih stok barang yang harus disediakan oleh perusahaan. Kebutuhan bersih adalah nilai yang didapatkan dari kebutuhan kotor dikurangi persediaan.

Proses Lotting

Proses ini bertujuan untuk menetapkan jumlah kuantitas pesanan pada setiap item bahan. Proses lotting sangat berperan dalam merencanakan kebutuhan akan bahan baku. Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan fasilitas dan ruang produksi yang terbatas. 

Proses Offseting 

Proses offseting merupakan proses yang bertujuan menentukan waktu produksi. Dengan demikian, jumlah kebutuhan bersih yang harus diproduksi bisa tercapai tepat waktu.

Proses Explosion

Ini adalah proses terakhir dalam sistem MRP, yaitu menghitung kebutuhan pada setiap item. Perhitungan dinilai dari tingkat lebih rendah pada struktur produk yang tersedia. 

Cara Kerja Sistem MRP

Dalam melakukan sistem MRP, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi dari Bill of Materials. Informasi tersebut berupa jumlah bahan baku dan komponen lain yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi barang.

Dalam hal ini, MRP juga bisa menggunakan data inventory dan jadwal produksi guna menghitung jumlah bahan baku. Dalam hal ini, perusahaan pun bisa menentukan jumlah bahan baku ketika sedang menjalankan produksi. 

Awalnya, MRP mengelola informasi Bill of Materials dan mengubahnya menjadi rencana produksi atau pembelian. Selain itu, software MRP juga memiliki fitur feedback yang membuat manajer bisa melakukan perubahan langsung pada sistem.

Sistem ini terus berkembang dari tahun ke tahun dan semakin kompleks. Bukan hanya untuk kebutuhan produksi, MRP juga bisa bermanfaat untuk kebutuhan marketing, keuangan, bahkan human resource.

Nah, inilah ulasan singkat mengenai sistem MRP. Sebagai sistem yang berperan penting terhadap kebutuhan produksi, MRP adalah solusi bagi perusahaan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]