Apa Itu Market Cap dan Cara Perhitungannya!

0
391
Market Cap Adalah

Market Cap Adalah – Belakangan perkembangan pada dunia investasi memang terbilang sangat positif, namun untuk kamu yang baru ingin memulainya ada baiknya untuk memahami beberapa istilah dalam dunia investasi salah satunya yaitu Market Cap atau Kapitalisasi Pasar. Mengapa perlu memahami istilah Market Cap ini? Karena istilah tersebut adalah salah satu hal yang terbilang penting terutama untuk kamu yang ingin membuat keputusan finansial.

Dengan mengerti mengenai kapitalisasi pasar, kamu dapat melangkah dengan lebih pasti serta dapat meminimalkan risiko saat melakukan investasi.

Memahami Istilah Market Cap atau Kapitalisasi Pasar

Market Cap adalah nilai agregat pasar suatu perusahaan. Menurut Investopedia, kapitalisasi pasar ini dihitung dengan mengalikan jumlah total outstanding shares atau saham yang sedang beredar pada sebuah perusahaan dengan harga pasar saat ini dari satu lembar saham.

Istilah Market Cap ini digunakan para investor untuk menentukan ukuran suatu perusahaan sesuai dengan yang dilansir oleh The Balance bahwa Market Cap suatu perusahaan ini dapat memberikan informasi terkait berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk membeli seluruh saham perusahaan yang diinginkan.

Semakin besar nilai sebuah perusahaan tentu akan semakin dianggap besar juga perusahaan tersebut. Ukuran serta nilai sebuah perusahaan dapat mencerminkan level risiko jika ingin melakukan investasi saham di perusahaan tersebut. Selain itu juga kamu dapat memperkirakan berapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka waktu tertentu.

Dengan cara tersebut para investor dapat menyusun portofolio yang baik untuk jangka waktu yang panjang.

Cara Menghitung Market Cap

Perhitungan Market Cap adalah bisa dilakukan dengan menghitung perhitungan sebuah perusahaan dengan mengalikan jumlah saham yang dimiliki dengan harga per lembar saham. Secara matematis rumus perhitungan market cap adalah sebagai berikut:

Market Cap = Harga Pasar x Harga Saham Per Lembar

Contohnya, apabila suatu perusahaan memiliki saham beredar 150 juta dan harga per lembar sahamnya senilai Rp1.600,-, maka kapitalisasi pasarnya adalah 150 juta x 1.600 yaitu Rp240.000.000.

Perlu diingat juga bahwa market cap atau kapitalisasi pasar sebuah perusahaan merupakan nilai yang terus berubah dari waktu ke waktu, meskipun biasanya tidak begitu sering terjadi.

Strategi Investasi Berdasarkan Ukuran dari Market Cap

  • Small-Cap

Perusahaan yang mempunya kapitalisasi pasar yang kecil biasanya bernilai kurang lebih 250 juta hingga 2 miliar dolar AS. Biasanya, perusahaan pada kategori ini adalah perusahaan-perusahaan baru yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.

Keuntungan yang bisa kamu dapatkan ini akan sesuai dengan potensi pertumbuhan dari perusahaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa perusahaan yang masuk dalam kategori ini adalah bisnis-bisnis yang rentan terdampak naik turunnya ekonomi.

Karenanya, harga saham perusahaan tersebut biasanya mudah berfluktuasi serta tidak memiliki likuiditas yang sebaik perusahaan besar yang sudah stabil.

  • Mid-Cap

Mid-cap ini adalah untuk perusahaan dengan Market Cap yang bernilai sedang, untuk perusahaan-perusahaan dalam kategori ini biasanya berkembang dengan cukup pesat serta memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar. Tetapi, ada risiko kerugian bisnis yang sangat drastis.

Dari risiko investasi di perusahaan mid-cap lebih rendah jika dibandingkan dengan small-cap. Tidak hanya itu, potensi untuk tumbuh pun jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan perusahaan ternama yang memiliki market cap besar.

Baca juga: 5 Cara Investasi Saham Untuk Pemula

  • Large-Cap

Large-cap merupakan kategori market cap yang terbesar. Nilai perusahaan yang masuk dalam kategori ini adalah perusahaan yang memiliki nilai 10 miliar dolar AS atau lebih.

Bisnis-bisnis yang yang masuk dalam market cap ini biasanya yang sudah dikenal banyak orang seperti Microsoft, Johnson & Johnson dan lainnya. 

Perusahaan besar ini tentunya lebih stabil serta tidak diragukan lagi. Biasanya, perubahan ekonomi tidak akan mempengaruhi kondisi dari kapitalisasi pasarnya sehingga risikonya tentu jauh lebih kecil. 

Dari ketiga kategori kapitalisasi pasar ini penting bagi investor untuk membangun portofolio saham. Karenanya agar risiko dapat ditekan, maka diversifikasi portofolio juga diperlukan dengan melakukan pengembangan dana melalui perusahaan yang masuk dalam 3 kategori market cap di atas.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]