Ketahui Perbedaan Pamflet dan Leaflet

3
270
Leaflet

Ada banyak sekali bentuk konten marketing yang digunakan dalam pemasaran. Namun, hanya tiga bentuk yang kerap dipakai sebagai media pemasaran secara offline, yaitu leaflet, pamflet, dan brosur. Tak hanya desainer, seorang pemilik bisnis juga harus tahu apa perbedaan dari ketiga bentuk konten marketing tersebut. 

Tentu saja, tujuannya adalah tercapainya pemasaran produk kepada konsumen melalui bentuk konten yang tepat. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara pamflet dan leaflet?

Pengertian Pamflet

Pamflet merupakan selembar kertas yang dikemas dalam bentuk lipatan dan saling terkait antara bagian satu dengan bagian lainnya. Pamflet juga tidak dilengkapi dengan jilid maupun sampul atau cover. Biasanya, pamflet berisikan informasi lengkap tentang suatu produk maupun jasa.

Meski demikian, informasi yang dituliskan biasanya bertujuan untuk mengedukasi. Media pemasaran satu ini berfokus pada informasi produk yang dimiliki, manfaat penggunaan, dan bagaimana penerapan penggunaan produk atau jasa tersebut. 

Dilihat dari sisi tujuan, pamflet dibuat untuk dapat meningkatkan kesadaran calon konsumen akan suatu hal, bisa berupa jasa, barang, atau acara. Sementara dari unsur desain, pamflet umumnya dibuat semenarik mungkin dengan bahan kertas yang kualitasnya baik. 

Tujuan Pamflet

Secara garis besar, pembuatan pamflet memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

  • Menyampaikan informasi terkait pendidikan untuk target pasar. Misalnya, pamflet mengenai pendidikan sekaligus memberikan informasi promosi sekolah.
  • Melakukan promosi terhadap produk atau jasa.
  • Menarik minat target pasar untuk mau membaca informasi di dalamnya.

Jenis dan Ukuran Pamflet

Pamflet juga dibuat berbeda bergantung pada jenis dan maksudnya, seperti berikut:

  • Pamflet layanan masyarakat atau pemerintahan, dibuat untuk menyampaikan informasi pada masyarakat. Contohnya pamflet pemilu atau sosialisasi.
  • Pamflet pendidikan, dibuat dengan tujuan memberikan informasi pada siswa dalam berbagai bidang ilmu. Contohnya pamflet sains atau teknologi. 
  • Pamflet budaya, dibuat dengan tujuan pemaparan data populasi, geografi, statistik, demografis, dan lainnya.

Sementara itu, ukuran pamflet yang banyak digunakan juga cukup beragam, di antaranya:

  • Ukuran kertas A3 (297 x 420 mm) yang paling banyak dipakai. Cocok untuk tujuan penyampaian informasi yang banyak.
  • Ukuran kertas A4 (210 x 297 mm) yang menjadi jenis pamflet ideal untuk kepentingan promosi. 
  • Ukuran kertas A5 (148 x 210 mm). Jenis pamflet saku yang fleksibel. Sangat pas untuk kepentingan pameran, pemberian secara langsung, dan kuantitas yang banyak.
  • Ukuran kertas A6 (105 x 148 mm) yang digunakan untuk memberikan informasi terbatas. Banyak dipilih untuk promosi tambahan dalam paket.

Pengertian Leaflet

Sementara itu, leaflet merupakan media cetak yang mempunyai tulisan lengkap dengan gambar serta informasi. Mirip dengan pamflet, leaflet juga berupa selebaran dan tidak dibuat buku. Meski begitu, biasanya media pemasaran ini jarang dibuat dengan gambar, tetapi tulisannya lebih banyak. 

Jika dibuat dengan tambahan gambar, biasanya sifatnya hanya pemanis atau menambah estetika semata. Kini, leaflet banyak dipakai sebagai salah satu sarana promosi. Sebab, membuatnya tidak sulit dan tidak perlu memakai desain yang kompleks. Tak hanya itu, biaya produksi leaflet juga terbilang lebih terjangkau, sehingga dapat lebih menghemat bajet.

Sering kali, leaflet dianggap sama dengan flyers sebagai media promosi. Namun, keduanya sebenarnya punya perbedaan kecil, yaitu ukuran kertas untuk membuat flyers cenderung lebih kecil dibandingkan dengan kertas untuk membuat leaflet. 

Baca juga: Persiapkan Sekarang! Ini Peluang Usaha yang Menjanjikan

Perbedaan Pamflet dan Leaflet

Sama-sama digunakan sebagai media promosi secara offline, apa sebenarnya perbedaan antara leaflet dan pamflet? Jika dilihat sekilas, keduanya memang cukup mirip, diproduksi menggunakan bahan selembar kertas dan dibuat untuk tujuan yang serupa, yaitu menyediakan informasi untuk disebarkan pada masyarakat. 

Meski begitu, leaflet dan pamflet tentu punya perbedaan, meski tak terlalu kentara. Misalnya, dari segi kualitas kertasnya, desain yang dipakai, cetakan, dan ukuran masing-masing. Selanjutnya, pamflet biasanya dibuat lebih mendetail, profesional, dan dicetak langsung oleh perusahaan percetakan. Sementara itu, membuat leaflet tidak perlu memanfaatkan jasa profesional karena dapat dicetak secara mandiri dan membuatnya juga tidak melalui proses yang rumit. 

Demikian tadi perbedaan antara leaflet dan pamflet yang perlu Anda pahami. Dengan begitu, Anda tak lagi kebingungan saat harus memilih media untuk memasarkan atau mempromosikan produk Anda. Semoga bermanfaat. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]