Mengenal KPI (Key Performance Indicator) dan Cara Penerapannya

1
81
Key Performance indicator

Key Performance Indicator atau biasa disingkat KPI, adalah istilah yang tidak asing di kalangan pelaku bisnis. Pasalnya, KPI sering dijadikan indikator dalam menentukan keberhasilan atau pencapaian suatu perusahaan. Lantas, apa keuntungan membuat KPI? Bagaimana cara penerapannya yang tepat? Untuk itu, simak ulasan berikut untuk mengenal KPI lebih jauh, mulai dari pengertian hingga cara penerapannya dalam bisnis. 

Definisi Key Performance Indicator 

KPI dapat diartikan sebagai alat ukur yang dipakai dalam menentukan seberapa efektif kinerja suatu perusahaan ketika mencapai target bisnisnya. Berikut adalah beberapa karakteristik yang dimiliki secara khusus oleh KPI, antara lain:

  • Regular measurements atau ukuran yang kerap dipakai
  • Ukuran non-finansial
  • Ukuran yang dikenali oleh pihak manajemen
  • Tanggung jawab tim dan individu
  • Memberikan efek positif
  • Memberikan efek yang signifikan

Dalam praktiknya, Key Performance Indicator perlu diukur dalam periode harian, mingguan, serta bulanan. Apabila karyawan menyimpang dari penerapan KPI, pihak manajemen tentunya dapat memanggil yang bersangkutan dan mengambil keputusan terkait kelalaiannya tersebut. 

Jenis-jenis Key Performance Indicator 

KPI atau Indikator Kinerja Utama dibagi menjadi dua jenis, yakni KPI Non-Financial dan KPI Financial. 

KPI Non-Financial

Jenis KPI yang satu ini tidak mempengaruhi keuangan perusahaan secara langsung. Berikut adalah contoh KPI Non-Financial:

  1. Manpower Turnover atau Perputaran Tenaga Kerja
  2. Customer Satisfaction metrics atau Matriks Kepuasan Pelanggan
  3. Repeat Customer to New Customer Ratio atau Rasio Pelanggan Berulang 
  4. Market Share atau Pangsa Pasar

KPI Financial

Sebaliknya, Key Performance Indicator Financial berkaitan langsung dengan keuangan suatu perusahaan. Berikut ini contoh dari KPI Financial.

Gross Profit atau KPI Laba Kotor

Indikator kinerja utama yang dipakai untuk mengukur sisa dari pendapatan, yang didapat setelah dikurangi HPP atau Harga Pokok Penjualan.

Net Profit atau KPI Laba Bersih

Indikator kinerja utama yang digunakan dalam mengukur sisa uang dari pendapatan, yang diperoleh setelah dikurangi biaya usaha lainnya dan harga pokok penjualan.

Gross Profit Margin atau KPI Marjin Laba Bersih

Indikator yang dipakai dalam menentukan nilai persentase, yang didapat dengan cara membagi laba kotor menurut sumber pendapatannya. 

Baca juga: Unsur Serta Jenis Laba yang Perlu Kamu Ketahui!

Net Profit Margin atau KPI Marjin Laba Bersih

Jenis KPI yang satu ini adalah kebalikan dari Gross Profit Margin. Pasalnya, Net Profit Margin fokus pada nilai persentase yang didapat dari pembagian laba bersih menurut sumber pendapatannya. 

Current Ratio atau KPI Rasio Lancar

KPI ini lebih difokuskan dalam menentukan kinerja keuangan neraca likuiditas, yang dilakukan dengan cara membagi current assets dengan current liabilities. 

Dengan memanfaatkan jenis indikator ini, pelaku usaha dapat memperkirakan seberapa baik suatu bisnis, khususnya ketika terjadi penurunan secara mendadak. 

Cara Menerapkan KPI 

Karena KPI sangat penting dalam mengukur kinerja bisnis, keterampilan ini tentunya harus dimiliki oleh para manajer dan pemimpin perusahaan. Nah, berikut ini panduan sederhana tentang cara penerapan KPI yang baik. 

Identifikasi Bidang Kinerja Usaha yang Hendak Diukur

Pada dasarnya, KPI sering digunakan untuk mengukur aspek seperti pertumbuhan bisnis, manajemen kesehatan dan keselamatan, retensi karyawan, kinerja keuangan, dan retensi karyawan. Oleh karena itu, Anda perlu membuat KPI yang selaras dengan tujuan bisnis dan bidang kinerja usaha yang ingin diukur keberhasilannya. 

Buat Indikator yang Sesuai Kondisi di Lapangan 

Jangan hanya berteori saja. Anda harus tahu bagaimana kondisi di lapangan yang sebenarnya. Tidak jarang indikator yang disusun meleset karena realitanya jauh dari apa yang terjadi di lapangan. Pun, KPI semacam ini berisiko membangun sistem penilaian yang buruk sebab karyawan berkualitas baik bisa memperoleh nilai jelek. 

Tentukan Target yang Akan Dipakai dalam Mengukur Kinerja

Selanjutnya, Anda juga perlu menentukan target yang spesifik. Alih-alih hanya fokus pada poin meningkatkan basis pelanggan, Anda perlu menetapkan target spesifik seperti mendapatkan 10.000 pelanggan dalam kurun waktu 12 bulan, misalnya. Dengan mengacu pada target tersebut, Anda akan lebih mudah dalam menyusun indikator KPI yang sesuai. 

Bandingkan Kinerja Sekarang dengan Target yang Telah Ditetapkan

Cek kinerja bisnis Anda saat ini dan jadikan itu sebagai titik awal untuk menentukan indikator pengukuran yang tepat. Anda juga bisa memecah keseluruhan target menjadi poin yang lebih kecil seperti misalnya, untuk mencapai target keseluruhan Y, kinerja bisnis perlu ditingkatkan hingga mencapai X per bulannya. 

Demikian penjelasan seputar Key Performance Indicator dan bagaimana penerapannya. Pertimbangkan semua poin di atas agar penyusunan KPI Anda benar-benar dapat mengukur kinerja perusahaan secara akurat dan tepat. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]