7 Investasi yang Cocok untuk Hadapi Resesi

3
871
Investasi di Masa Resesi

Kabar resesi sudah banyak beredar di media massa yang membuat kebanyakan orang khawatir akan masa depan. Di sisi lain, banyak dari masyarakat bingung bagaimana cara untuk menyiapkan investasi di masa resesi dan investasi apa yang cocok di saat resesi. 

Pada bagian ini akan membahas bagaimana cara menghadapi resesi dan beberapa rekomendasi investasi yang bisa Anda pilih sebagai aset di masa resesi.

Strategi untuk Menghadapi Resesi

Berita resesi memang terlihat buruk jika tidak Anda persiapkan dengan baik. Oleh karena itu, banyak orang yang sedang membicarakan tren investasi di masa resesi ekonomi. Berikut strategi yang bisa Anda gunakan untuk menghadapinya. 

1. Memprioritaskan Kebutuhan Primer

Tidak ada yang tau kapan waktunya resesi datang dan berhenti. Semua yang terjadi di masa depan sangat tidak pasti. Oleh karena itu, mulai sekarang biasakan untuk hidup sederhana dan beli barang sesuai kebutuhan.

Ini bukan berarti Anda harus menurunkan kualitas dari kebutuhan primer Anda. Daripada menghabiskan uang untuk kebutuhan tersier, Anda bisa mengalokasikan uang tersebut ke aset investasi.

Selain itu dan yang paling penting, lebih baik uang tersebut Anda gunakan untuk meningkatkan value yang ada pada diri Anda. Mengikuti skill yang bisa menghasilkan lebih cuan menjadi investasi terbaik di masa resesi.

2. Sediakan Uang Cash 

Jika Anda memiliki aset non tunai, sebaiknya segera cairkan dan masukkan ke simpanan cadangan uang tunai. Tidak ada yang tau bagaimana keadaan ekonomi di masa depan. 

Kemerosotan perekonomian dapat membuat pendapatan perusahaan menurun bahkan sampai bangkrut. Keadaan ini membuat banyak karyawan yang terkena PHK. Jika nasib naas ini menimpa Anda, uang cash pasti Anda butuhkan untuk bisa bertahan hidup sampai mendapatkan pekerjaan baru.

3. Pilih Aset dengan Resiko Rendah

Masih belum yakin untuk mencarikan seluruh aset investasi Anda menjadi bentuk uang cash? Anda bisa mengalokasikannya ke aset yang memiliki resiko rendah.

Hindari menginvestasikan uang Anda di bursa saham. Membeli saham pada saat resesi tidak menjadi pilihan yang tepat.

Jika Anda tetap ingin berinvestasi di saham, Anda bisa menginvestasikan saham yang bersifat dividen. Walaupun pasar sedang tidak baik-baik saja, Anda masih tetap mendapat persenan sesuai dengan perjanjian yang telah Anda sepakati sebelumnya.

Selain itu, Anda juga bisa berinvestasi dana yang diolah secara aktif. Berdasarkan penelitian yang sudah ada sebelumnya, berinvestasi pada pengelolaan dana aktif lebih unggul 4.5% hingga 6.1% dari jenis aset lainnya.

Walaupun begitu, Anda wajib memilih aset yang berkualitas. Pilihlah bisnis yang bersifat langganan dan kurang sensitif terhadap penurunan ekonomi.

Rata-rata inflasi di Indonesia lebih kurang 4% setiap tahunnya. Anda bisa mencari aset yang memiliki return minimal empat persen setiap tahunnya.

4. Pilih Saham yang Konsisten

Jika ingin tetap memilih saham sebagai aset investasi utama, pilihlah saham yang bersifat defensif. Sejatinya, saham ini dapat memberikan return yang konsisten di tengah ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi.

Sistem keuntungan yang bisa Anda peroleh dari jenis saham ini adalah imbal hasil yang memiliki resiko rendah. Saham defensif biasanya ada pada sektor yang menyediakan kebutuhan pokok, telekomunikasi, dan layanan kesehatan.

Jenis investasi ini cocok untuk semua tipe investor. Namun, return yang akan Anda terima tidak sebanyak dari return dari jenis saham biasanya. Walaupun begitu, imbal hasil yang akan Anda terima cenderung stabil setiap tahunnya.

7 Investasi yang Cocok untuk Hadapi Resesi

Setelah memahami beberapa strategi untuk menghadapi resesi, berikut beberapa investasi yang cocok di masa resesi.

1. Emas

Setiap negara di dunia itu pasti punya cadangan devisa atau dana darurat negara. Cadangan devisa ini biasanya berguna untuk pembayaran impor dan utang negara. Indonesia menyimpan cadangan uang ini dalam bentuk USD. Ketika USD menguat dan IDR melemah maka cadangan devisa menipis.

Oleh karena itu, Indonesia akan menambah devisanya lagi ke dollar. Keadaan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Ketika banyak negara banyak meningkatkan cadangan devisa, maka dollar semakin menguat. 

Kenaikan harga emas berbanding terbalik dengan harga dollar. Pada kondisi ini, harga emas akan menurun. 

Investasi emas di masa resesi bukanlah kabar buruk untuk Anda. Harga emas terlihat stabil dari tahun ke tahun. Dalam keadaan ini, Anda bisa mengalokasikan uang ke emas dan ketika dolar melemah, Anda siap untuk meraup cuan pada waktu yang tepat.

2. Saham

Ketika terjadi inflasi, negara akan menaikkan suku bunga. Dampaknya adalah suku bunga deposito dan pinjaman naik. Maka, perusahan-perusahaan yang punya banyak hutang akan merugi.

Sektor saham yang menguntungkan jika terjadi resesi adalah saham di sektor keuangan, termasuk perbankan. Kemudian ada saham siklikal yaitu saham energi dan pangan.

3. Reksadana

Jenis reksadana yang terdampak resesi adalah reksadana saham. Ada juga reksadana yang alokasi asetnya ke obligasi. Pada dasarnya, harga obligasi bergerak berlawanan dengan suku bunga dan imbal hasil. Pada saat suku bunga meningkat, maka nilai obligasi semakin menurun.

Untuk menghadapi inflasi yang tinggi dan resesi, manajer investasi sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi keadaan ini. 

Anda bisa memilih jenis reksadana yang memiliki resiko rendah yaitu reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini mendiversifikasikan asetnya ke deposito dan obligasi yang memiliki resiko rendah.

4. Obligasi

Walaupun pada bagian sebelumnya tertulis bahwa nilai obligasi akan turun seiring meningkatnya suku bunga, ada jenis obligasi lain yang bisa Anda pilih. Anda bisa memilih jenis obligasi kupon. Keuntungan yang Anda peroleh bersifat tetap sesuai kesepakatan yang telah Anda setujui sebelumnya.

Keuntungan yang Anda peroleh tidak akan bergantung pada keadaan ekonomi dan performa perusahaan. Melainkan, perusahaan sudah mematok besaran imbal hasil yang bisa mereka kasih setiap bulan secara konstan.

Baca juga: Yakin Obligasi Adalah Investasi yang Cocok Untuk Kamu?

5. SBSN

Investasi lain yang mirip dengan konsep obligasi kupon adalah SBSN. Surat Berharga Syariah Negara berguna untuk membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan belanjanya. Pada saat membeli produk investasi ini, Anda akan mendapatkan informasi suku bunga yang akan Anda peroleh dalam tenor waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Walaupun memiliki konsep yang mirip, SBSN termasuk dalam surat berharga dalam aset. Sedangkan Obligasi masuk dalam kelompok surat pengakuan utang.

6. Investasi Properti

Dari tahun ke tahun harga tanah dan bangunan cenderung naik. Anda bisa menginvestasikan uang ke sektor ini. Cari tanah yang memiliki peluang terbaik menghasilkan capital gain di kemudian hari.

Selain itu, Anda juga bisa mulai menyewakan properti tersebut ke orang lain. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan pemasukkan setiap bulannya.

7. Alternatif Investasi : Peer to Peer (P2P) Lending

Saat ini telah muncul tren baru berupa peer-to-peer lending platform. Aplikasi ini menghubungkan antara peminjam dengan pemilik modal. Berbeda dengan deposito yang jangka waktunya relatif panjang dan pengembaliannya berbentuk bunga.

Meminjamkan modal melalui aplikasi ini jangka waktunya relatif singkat dan pengembaliannya berbentuk bagi hasil dari modal yang dijalankan. Keuntungannya, tingkat pengembaliannya lebih tinggi dan lebih singkat daripada bunga deposito.Sehingga melakukan investasi melalui peer-to-peer lending platform saat resesi, dapat mendatangkan pasif income bagi Anda. Namun sebelumnya pastikan aplikasi yang akan Anda gunakan merupakan aplikasi resmi yang telah terdaftar, seperti Akseleran.

Kesimpulan

Rekomendasi produk investasi di masa resesi yaitu emas, saham di sektor keuangan dan siklikal, reksadana pasar uang, obligasi, SBSN, properti serta investasi ke diri sendiri.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

3 COMMENTS

Comments are closed.