Ini Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Hedging

0
16582
Hedging Adalah

Bagi sebuah perusahaan, bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan luar negeri tentu merupakan impian tersendiri. Apalagi saat ini transaksi internasional semakin mudah dilakukan. Pengusaha yang ingin mengimpor bahan baku atau mengekspor produknya ke luar negeri semakin banyak jumlahnya. Namun karena transaksi valas cenderung berisiko, hedging adalah langkah pencegahan yang sebaiknya dilakukan.

Hedging adalah sebuah strategi trading yang dilakukan untuk melindungi dana yang digunakan oleh trader (dalam hal ini pengusaha), dari fluktuasi nilai tukar yang merugikan. Hedging dilakukan dengan cara membuat portofolio menggunakan derivat dari valuta asing. Tujuannya agar perusahaan dapat membeli dan menjual mata yang yang ada demi menghindari risiko rugi karena adanya selisih nilai mata uang.

Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Hedging?

Risiko yang paling sering menyebabkan kerugian dalam transaksi yang menggunakan valuta asing adalah fluktuasi atau pergerakan harga mata uang asing. Hal ini bisa menganggu omzet penjualan, menyulitkan perusahaan dalam menetapkan harga dan memengaruhi keuntungan yang didapatkan oleh importir maupun eksportir. Secara umum, fluktuasi ini bisa mengancam masa depan perusahaan. Apa saja manfaat hedging?

  • Menjaga Kondisi Keuangan Perusahaan dalam Keadaan Baik

Hedging adalah langkah yang penting bagi sebuah perusahaan agar biaya dan pendapatan tetap stabil. Seperti sebuah asuransi, hedging akan menjaga penjualan atau pembiayaan perusahaan tetap dalam batas risiko yang dapat ditoleransi (tolerable risks). 

Jika perusahaan tidak melakukan pengelolaan risiko nilai tukar, kerugian saat kondisi pasar fluktuatif akan menjadi sangat besar. Secara singkat, hedging adalah ‘asuransi’ bagi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yang bertransaksi dengan valas.

  • Mencegah Kebangkrutan Saat Situasi Tak Terduga

Saat krisis Asia melanda tahun 1997 silam melanda, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Ini karena mereka tidak melakukan hedging saat melakukan transaksi dengan valutas asing. Perusahaan yang tadinya dalam kondisi baik pun bisa bangkrut seketika dalam situasi yang kurang menguntungkan tanpa adanya hedging.

Ketika sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan, maka akan terjadi wanprestasi kewajiban. Dengan 70% perusahaan yang melakukan transaksi tanpa hedging, keadaan ini tidak hanya bisa membahayakan bisnis tersebut, tapi juga keuangan dan ekonomi negara.

Baca juga: Strategi untuk Bisnis Supaya Menghindari Kepailitan

Contoh Hedging yang Dilakukan oleh Korporasi

Perusahaan yang memilih hedging lewat instrumen keuangan bisa memilih pasar uang atau derivatif. Untuk lebih memahami bagaimana cara kerja hedging yang dilakukan oleh perusahaan, simak beberapa contohnya berikut ini!

  • Hedging dengan Menggunakan Instrumen Pasar Uang

Jika menggunakan pasar uang, Anda harus menyediakan dana untuk pembiayaan yang akan dilakukan. Bagi perusahaan yang punya tagihan dalam bentuk valas di masa mendatang, bisa meminjam valas sesuai nilai tagihannya saat ini untuk berjaga-jaga. Jadi jika di kemudian hari ada perubahan nilai tukar, perusahaan tidak akan rugi karena dana simpanannya sudah ada dan pasti.

  • Hedging Menggunakan Derivatif

Hedging menggunakan instrumen derivatif dapat dilakukan dengan menggunakan option (opsi) atau forward/future. Kalau menggunakan opsi, perusahaan bisa membeli opsi call atau opsi put tergantung bagaimana kondisi nilai tukar saat itu. 

Aturan Tentang Hedging di Indonesia

Karena hedging merupakan hal yang penting, pemerintah secara khusus menekankan langkah ini untuk BUMN. Kementerian BUMN bahkan sudah membuat POS (Prosedur Operasi Standar) yang dilakukan untuk mengatur transaksi valas. Di dalamnya juga terdapat acuan tentang bagaimana melakukan lindung nilai dan mengapa hal tersebut penting untuk sebuah bisnis.

Aturan tersebut dimuat dalam surat Menteri BUMN Nomor S-687/MBU/10/204 tanggal 17 Oktober 2014 mengenai Pedoman Penyusunan SOP Transaksi Lindung Nilai (hedging). Sementara itu Bank Indonesia mewajibkan perusahaan yang memiliki ULN (Utang Luar Negeri) untuk melakukan hedging sebanyak minimal 25% dari total kewajiban valasnya dengan rasio likuiditas sebanyak 70%.

Pada dasarnya, hedging adalah upaya sederhana untuk menghindari adanya risiko. Hedging tidak perlu diartikan sebagai keuntungan keuangan melainkan sebuah cara bagi perusahaan untuk bertahan di tengah berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]