Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan

0
668
Ilustrasi Harga Emas Logam Mulia - Sumber www.logammulia.com

Mengutip situs www.logammulia.com, perdagangan emas logam mulia sepanjang pekan ini berada di kisaran harga Rp1.000.000 per gram. Di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk (ANTM) harga emas logam mulia naik Rp2.000 per gram menjadi Rp1.011.000 per gram pada perdagangan hari ini Jumat, (16/10). Sementara perdagangan emas logam mulia terlemah di pekan ini berada di harga Rp1.007.000 per gram yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Berikut tabel harga emas Jumat (16/10), dalam pecahan lainnya, belum termasuk pajak.

Tabel Harga Emas Logam Mulia – Sumber www.logammulia.com

Ariston Tjendra selaku Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures mengatakan, soal negosiasi paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) antara Partai Republik dan Partai Demokrat menjadi market mover harga emas pekan ini.

“Sinyal persetujuan dan penolakan proposal mendorong kenaikan dan penurunan harga emas,” ujar Ariston kepada Akseleran, Jumat (16/10).

Menurut Ariston, bila stimulus disetujui, dollar AS akan bergerak melemah dan mendorong penguatan harga emas. Pasar keluar dari aset aman dolar AS dan masuk ke aset yang lebih berisiko di emas. Trump yang sebelumnya menawarkan nilai proposal stimulus yang lebih rendah di US$1,5 miliar, menaikan penawarannya menjadi US$1,8 miliar mendekati penawaran partai demokrat US$2,2 miliar.

“Trump saat ini lebih membuka diri untuk dapat mencapai kesepakatan tapi sayangnya Partai Demokrat masih bertahan dengan penawarannya,” tuturnya.

Terakhir, masih belum jelas apakah stimulus akan disetujui sebelum pemilu atau tidak. Ini yang membuat kenaikan harga emas tertahan.

Untuk depan, Ariston memprediksi, isu ini masih akan membayangi pergerakan harga emas dan juga polling pemilihan umum presiden AS. Bila ada tanda-tanda kesepakatan sebelum pemilu, harga emas bisa menguat lagi. Selain itu, polling yang memenangkan Biden juga mendukung penguatan harga emas karena Biden lebih disukai pasar saat ini.

Sehingga potensi pergerakan emas spot pekan depan berkisar US$1850 – US$1950 per troy ons. Sementara untuk potensi emas logam mulia berada di kisaran Rp1.000.000 – Rp1.020.000 per gram.

Baca Juga:
Harga Emas di Bawah Rp1 Juta, Pekan Depan?
Cara Mudah Membedakan Emas Asli atau Palsu
3 Tahun Akselerasi Bersama Akseleran

Sementara Ricky Ferlianto selaku Managing Partner Vibiz Consulting mengatakan, harga emas selama minggu ini (12-16 Oktober) mengalami volatilitas dengan pergerakan harga terbatas dalam rentang antara sekitar US$1,890 per troy ons hingga US$1,924 per troy ons yang penggerak utamanya adalah naik turunnya dolar AS.

Ricky menjelaskan, penurunan harga emas yang tajam sebesar US$34 terjadi pada hari Selasa 13 Oktober ke US$1,890 per troy ons dari harga sebelumnya di US$1,924 per troy ons. Penyebabnya adalah karena menguatnya dolar AS di tengah ketidakpastian politik di Amerika Serikat dan meredupnya harapan akan dicapainya stimulus fiskal Amerika Serikat sebelum pemilihan presiden AS berlangsung.

“Namun harga emas kembali naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu, dengan para trader yang penganut “bullish” emas melangkah masuk untuk membeli pada saat harga turun tajam pada hari Selasa,’ ujar Ricky Kepada Akseleran, Jumat malam (16/10).

Ricky menambahkan, pelemahan tipis indeks dolar AS pada pertengahan minggu juga menambah kenaikan dari metal berharga ini. Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan naik US$14 per ons ke US$1,904 pada hari Rabu 14 Oktober. Pada hari Kamis 15 Oktober, harga emas kembali melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat disebabkan naiknya indeks dolar AS. Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $7 pada $1,897.00. Dan pada hari Jumat 16 Oktober kembali naik $8 ke $1,905 karena melemahnya dolar AS.

Untuk minggu depan, proyeksi Ricky, kemungkinan sentimen pasar masih tetap dikuasai oleh keengganan terhadap risiko sehubungan dengan ketidakpastian politik di AS menjelang pemilihan presiden ditambah dengan meningkatnya kasus Covid-19 secara eksponensial di Eropa yang mengakibatkan banyak dilakukan restriksi terhadap kegiatan bisnis yang akan berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi global. Lalu ditundanya uji coba fase ke-3 dalam pembuatan vaksin oleh perusahaan farmasi Johnson & Johnson menambah potensi naik harga emas.

Sementara dolar AS kemungkinan bisa berbalik melemah apabila ada harapan kembali dilanjutkannya perundingan stimulus fiskal AS yang juga mendukung naik harga emas.
“Kenaikan harga emas akan bisa mencapai ketinggian US$1.939 sementara apabila berbalik turun, penurunannya akan berhadapan dengan “support” yang kuat di US$1.885,” proyeksi Ricky.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]