Cara Mencegah Fraud dalam Dunia Bisnis dan Finansial

0
1190
Fraud Adalah

07Kecurangan atau fraud adalah salah satu aktivitas yang dapat menimbulkan kerugian besar dalam bisnis. Pelakunya beragam, tidak hanya karyawan, tetapi juga dapat dilakukan oleh manajemen atau pihak ketiga.

Selain itu, potensi terjadinya fraud dapat menimpa siapa saja, mulai dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) hingga perusahaan besar. Salah satu contoh nyatanya adalah kebangkrutan Lehman Brothers yang merupakan imbas dari praktik kecurangan berbagai pihak, baik internal atau eksternal. 

Penyebab Terjadinya Fraud dalam Dunia Usaha

Praktik fraud dalam perusahaan bisa terjadi dalam banyak hal. Beberapa contoh fraud adalah pembayaran gaji yang terlalu banyak, penggelapan dana untuk keperluan pribadi, kecurangan pencatatan buku besar, dan lain sebagainya. Semua itu berpotensi menimbulkan kerugian secara finansial yang nilainya tidak sedikit. Apalagi, kalau praktik fraud tersebut telah berlangsung dalam durasi yang cukup lama. 

Terdapat 3 pemicu yang menyebabkan terjadinya fraud dalam bisnis, yaitu: 

  • Dorongan dari pelaku

Fraud tidak akan terjadi kalau tidak ada dorongan atau motivasi dari pelaku. Salah satu dorongan terbesar yang sering menimbulkan terjadinya fraud adalah problem finansial. Karena dorongan kebutuhan keuangan yang tidak mencukupi, seseorang berpotensi melakukan kecurangan dalam bisnis. 

  • Ada peluang

Pemicu selanjutnya yang dapat menyebabkan terjadinya fraud adalah karena terdapat peluang. Awalnya, peluang fraud memang terlihat sepele. Namun, kalau ditelusuri lebih lanjut, ternyata peluang itu mampu membuat pelakunya bisa memperoleh uang dalam jumlah banyak. Peluang terjadinya fraud bisa berupa situasi kerja tak kondusif, seorang karyawan yang bertanggung jawab terhadap beberapa tugas, dan lain sebagainya. 

  • Minimnya pengawasan

Penyebab fraud yang terakhir adalah karena minimnya pengawasan dari perusahaan. Sebagai contoh, ketika perusahaan memberikan tanggung jawab secara penuh kepada seorang karyawan tanpa disertai penanggung jawab kedua dalam urusan pembayaran. 

Pencegahan Fraud dalam Bisnis

Untuk menghindari potensi kerugian akibat fraud, melakukan upaya pencegahan merupakan hal wajib. Ada 7 cara yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk pencegahan fraud dalam bisnis, yaitu: 

  • Lakukan proses perekrutan karyawan secara hati-hati

Anda perlu memastikan bahwa seorang calon karyawan mempunyai kredibilitas tinggi dan bisa dipercaya. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengeceknya, seperti mengaudit akun media sosial, mencari tahu credit scoring, serta menyelidiki latar belakang calon karyawan.

  • Membagi tanggung jawab akuntansi

Pelaku UKM biasanya mendedikasikan tugas keuangan pada satu orang. Tugasnya pun beragam, meliputi pemakaian email, pembayaran tagihan, pembuatan rekening bank, dan lain sebagainya. Situasi seperti ini menimbulkan potensi fraud yang sangat tinggi. 

Untuk mengatasinya, Anda dapat mendelegasikan tugas terkait akuntansi perusahaan ke beberapa orang. Kalaupun Anda tak mempunyai biaya yang mencukupi untuk merekrut tenaga tambahan, solusinya adalah melakukan rotasi tugas karyawan. 

Baca juga: Ini Beberapa Perbedaan Akuntansi dan Finance!

  • Bangun lingkungan kerja yang positif

Lingkungan kerja yang kondusif dapat mendorong upaya pencegahan fraud. Anda perlu memberi respek dan memperlakukan karyawan dengan adil. Selain itu, pastikan pula bahwa karyawan sadar tentang konsekuensi ketika mereka melakukan fraud. Sebagai tambahan, pertimbangkan pula membuat sistem pelaporan secara anonim.

  • Terapkan kewajiban memanfaatkan cuti

Kebijakan bagi karyawan untuk wajib menggunakan fasilitas cuti dari perusahaan juga dapat mencegah fraud. Hal yang perlu Anda ketahui, ciri pelaku fraud adalah mereka berusaha menghindari cuti. Langkah itu mereka lakukan untuk menutupi kecurangan yang dilakukannya. 

  • Laksanakan audit secara mendadak

Anda juga dapat mencegah fraud di tempat kerja dengan mengadakan audit dadakan secara rutin. Dengan cara ini, pelaku fraud merasa ketakutan kalau tindakan curangnya bakal ketahuan. Di waktu bersamaan, tindakan ini juga membuat karyawan lain aware bahwa perusahaan melakukan pengawasan ketat kepada mereka. 

  • Jangan terbatas hanya pada aspek finansial

Kecurangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas finansial. Tak menutup kemungkinan ada pula tindakan curang lainnya seperti pencurian data penting perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu membangun prosedur yang ketat terhadap akses data sensitif. 

  • Konsultasi akuntan tepercaya

Langkah terakhir, Anda dapat menggunakan jasa akuntan publik Certified Public Accountant (CPA) atau Certified Fraud Examiners (CFE) tepercaya. Dengan bantuan mereka, Anda tidak hanya bisa mendapatkan kiat efektif mencegah fraud, tetapi juga sekaligus mendeteksi praktik kecurangan internal. 

Nah, itulah 7 tips mencegah fraud yang dapat Anda praktikkan. Ingat, pencegahan fraud adalah salah satu upaya menyelamatkan bisnis dari potensi kebangkrutan. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 18% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]