Mengenal Apa Itu Fear of Missing Out (FOMO) dalam Dunia Finansial

0
258
FOMO

FOMO (Fear of Missing Out) merupakan salah satu bentuk emosi yang mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Sadar atau tidak, kita sering merasakannya dalam berbagai kesempatan. Misalnya saja ketika toko pakaian langganan menggelar acara cuci gudang dan diskon besar-besaran atau brand jam tangan kesukaan kamu mengeluarkan produk terbaru. Perasaan takut ketinggalan diskon atau takut ketinggalan tren ini merupakan salah satu bentuk Fear of Missing Out.

FOMO dan Hubungannya dengan Kondisi Keuangan Seseorang

Fear of Missing Out adalah sebuah perasaan atau pemahaman yang membuat kita percaya bahwa orang lain mungkin memiliki atau merasakan pengalaman berharga yang seharusnya tidak kita lewatkan. Perasaan emosi semacam ini pada akhirnya akan mempengaruhi banyak keputusan yang kita buat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk yang melibatkan uang atau finansial.

Fear of Missing Out sejatinya bukan sebuah fenomena baru. Namun dengan adanya media sosial, seseorang yang kerap merasakannya akan semakin terbawa oleh emosi. Melihat iklan di Facebook atau unggahan teman di Instagram bisa menimbulkan perasaan tak ingin ketinggalan. Ini dapat membuat kamu mengambil keputusan keuangan dan keputusan investasi yang buruk. Pada akhirnya secara keseluruhan ini bisa berdampak pada kesejahteraan keuangan kamu.

Dampak Buruk FOMO pada Kondisi Keuangan Seseorang

Ketika kamu kerap merasa takut ketinggalan, ada beberapa dampak yang bisa berakibat buruk pada kondisi keuanganmu. Apa saja?

  • Mengambil Pilihan Investasi yang Salah

Ketika akan berinvestasi, ada berbagai pertimbangan yang harus kamu pikirkan mulai dari risiko, likuiditas dan bagaimana performa instrumen tersebut dalam jangka panjang. Namun, banyak orang yang kemudian harus menderita kerugian karena FOMO yang mereka alami.

Misalnya saja ada sebuah perusahaan yang IPO-nya dinantikan karena alasan popularitas. Penawaran saham dalam jumlah terbatas dengan harga yang cukup tinggi kerap membuat orang lupa melakukan analisis. Pada akhirnya, mereka kehilangan sebagian besar uang yang sudah diinvestasikan karena harga saham perusahaan tersebut terjun bebas hanya beberapa hari pasca IPO.

  • Membuat Seseorang Mengeluarkan Uang yang Tidak Perlu

FOMO kerap memicu rasa cemas dan khawatir yang memaksa kita untuk bersaing dengan rekan-rekan di sekitar. Misalnya saja ketika kamu melihat teman dekatmu membeli mobil baru, kamu merasa harus memiliki item yang sama juga karena posisi kalian yang sama di perusahaan. Pengeluaran yang diakibatkan perasaan takut ketinggalan ini bisa menguras tabungan atau menjebak kamu dalam utang jangka panjang. Pada akhirnya bukan hanya keuangan kamu yang terancam tapi juga ketenangan dan kedamaian hidup juga akan hilang.

Baca juga: 6 Tahapan Mudah Untuk Pengelolaan Keuangan!

  • Membuat Seseorang Rela Mengambil Utang yang Tidak Perlu

Ketika seseorang sedang dalam fase FOMO namun tidak punya uang, umumnya mereka rela melakukan apa saja untuk bisa menghilangkan rasa cemas dan ketakutannya tersebut. Salah satunya adalah dengan mengambil pinjaman baik dari teman, bank atau pinjaman online berbunga tinggi.

Lantas, apa yang harus kamu lakukan agar tidak terjebak kondisi psikologis yang membahayakan ini?

  • Identifikasi penyebabnya. Jika selama ini kamu sering memperhatikan apa saja yang dimiliki temanmu dan merasa perlu memilikinya juga, artinya kamu harus mulai mengurangi ‘perhatian’ yang tidak perlu itu. Lakukan hal lain yang lebih produktif dan bermanfaat
  • Pikirkan dengan baik setiap keputusan keuangan yang akan diambil. Ketika hendak membeli barang baru, jangan lupa beri dirimu tenggat untuk berpikir meski hanya 1 atau 2 hari. Tanyakan lagi pada dirimu sendiri apakah keputusan keuangan tersebut memang tepat, atau hanya sekadar demi memenuhi ego pribadi karena takut ketinggalan tren
  • Bicarakan masalah keuangan dengan orang terdekat. Sebelum membeli sesuatu atau berinvestasi pada sebuah instrumen investasi, jangan lupa bicarakan terlebih dahulu dengan keluarga, pasangan atau teman dekat. Ini akan memberimu second opinion sehingga keputusan yang diambil bisa lebih bijak lagi. Kalau ini masih kurang, meminta pendapat pakar keuangan yang benar-benar paham tentu jauh lebih baik lagi.

Itulah pengertian FOMO, bahayanya serta bagaimana cara agar kamu tidak terjebak dalam situasi yang membahayakan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]