Mengenal Lebih Jauh Sistem Fintech untuk Pemilik Modal Terbatas

0
1441
Cari Investasi

Cari Investasi – Menjadi seorang wirausaha merupakan profesi yang cukup menjanjikan dari segi ekonomi. Selain itu, Anda bebas berinovasi mengembangkan ide sendiri serta memiliki waktu yang fleksibel untuk bekerja. Mulai dari industri rumahan, usaha kecil menengah hingga bisnis startup memiliki tren positif dan membuka peluang usaha baru. Sayangnya, modal terbatas sering memupuskan harapan para pemula untuk merealisasikan gagasannya menjadi produk.  

Bila Anda adalah pemain baru, jangan langsung menyerah. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencukupi kebutuhan modal tersebut. Salah satunya yakni cari investasi yang bisa menopang usaha Anda. Selain meminjam di bank atau lembaga keuangan lainnya, Anda pun dapat mencari investor melalui sistem financial technology (fintech) yang biasanya berbasis online.

Dalam fintech sendiri terdapat dua metode yang diperkenalkan di Indonesia yakni Peer-to-Peer (P2P) Lending dan Crowdfunding. Meskipun sering dianggap sama, keduanya memiliki  perbedaan signifikan. Yuk kenal lebih jauh seluk beluk sistem ini agar dapat menggaet pemilik modal yang potensial.

  • Peer-to-Peer (P2P) Lending

Peer-to-Peer (P2P) Lending dapat disebut juga pembiayaan utang. Dalam sistem ini, sebagai peminjam Anda akan disebut debitur sedangkan sang pemberi pinjaman dikenal sebagai kreditur. Konsekuensi selaku peminjam dana adalah biaya bunga yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Karena setiap transaksi berlangsung secara online, Anda tidak akan bertemu dengan pihak peminjam. Perjanjian mengenai kewajiban dan hubungan kedua pihak akan dikerjakan oleh tim di situs finetech. Selain mencari calon peminjam, platform ini juga menganalisis risiko terhadap penerima modal. Karena itu, agar pemilik modal tertarik dengan ide Anda, maka perhitungan besarnya imbal jasa serta perkembangan usaha di masa mendatang pun harus jelas.

Bagi Anda yang memiliki pengalaman berwirausaha diatas 2 tahun, pinjaman P2P cocok dijadikan pilihan. Apalagi para investor yang memberi pinjaman sangat selektif memilih calon penerima investasi. Memiliki pengalaman di bidang usaha tentu menjadi nilai positif.

Ini adalah pilihan yang tepat bila Anda ingin cari investasi dengan proses peminjaman yang mudah. Bahkan Anda tidak membutuhkan waktu lama seperti layaknya di bank untuk mencairkan dana pinjaman. Selain itu, jumlah modal yang dipinjam bisa besar dan tanpa agunan.  Anda tak perlu memberikan laporan rutin dan hanya mengembalikan pinjaman sebelum waktu pengembalian tiba.

Baca juga: Ini Penjelasan Seputar Cara Kerja P2P Lending

Salah satu situs yang menawarkan metode P2P Lending adalah Modalku. Disini Anda bahkan bisa meminjam hingga Rp2 miliar. Untuk mempermudah pemahaman, silakan berkunjung ke situs tersebut dan mencoba fitur simulasi pinjaman. Di sana akan terlihat apakah pinjaman yang Anda inginkan cocok dengan bisnis Anda.

  • Crowdfunding

Metode selanjutnya yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan modal adalah crowdfunding. Metode ini mengusung elemen kerja sama yang kental, yang mana semua kalangan bisa turut mengumpulkan dana agar usaha atau proyek tertentu dapat berjalan.

Dalam crowdfunding, Anda harus mampu memaparkan ide serta peluang bisnis yang akan dijalankan. Tak perlu pengalaman bisnis yang mumpuni karena semuanya kembali lagi pada kemampuan meyakinkan investor. Bila paparan Anda menarik, pemberi dana akan memberikan dana bagi jalannya bisnis Anda.

Ketika berhasil menerima dana dan menjalankan usaha, Anda dapat menawarkan dua pilihan sebagai imbal jasa bagi pemilik modal. Yang pertama adalah kepemilikan saham perusahaan. Opsi lainnya adalah memberi diskon bila mereka menggunakan produk Anda atau memberi merchandise.

Sebagai penerima dana, tentu metode ini sangat membantu terutama dari segi efisiensi waktu. Banyak website crowdfunding terpercaya yang berseliweran di internet. Hanya bermodal koneksi internet dan gawai, Anda bisa mendapatkan modal.

Karena situs crowdfunding merupakan situs terbuka dan bisa dikunjungi, Anda akan belajar banyak hal soal proposal bisnis yang diajukan. Calon-calon investor biasanya sangat aktif dan kritis membedah konsep yang Anda tawarkan. Dari situlah, Anda akan mengetahui apa saja kekurangan dalam ide bisnis yang harus Anda benahi.

Baca juga: Apa Itu Crowdfunding? Bagaimana Cara Kerjanya?

Berbeda dengan P2P Lending, sistem crowdfunding mewajibkan Anda selaku penerima modal agar melapor perkembangan usaha secara rutin kepada donatur. Investor biasanya menghendaki laporan terperinci agar mereka dapat menerka aliran uang serta bagaimana strategi bisnis yang baik.

Ketika bingung cari investasi, kedua metode ini hadir menjanjikan kemudahan agar menjadi sumber modal untuk kelangsungan bisnis Anda. Selaku penerima modal, Anda pun harus cerdas memilih. Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pertimbangkanlah mana yang sesuai dengan bisnis Anda serta peluang pertumbuhannya di masa mendatang.

Namun demikian, Anda harus tetap waspada karena banyak perusahaan finansial berbasis online mulai menjamur. Karena tergiur modal besar dan kemudahan bertransaksi, bisa saja Anda terpikat tawaran perusahaan nakal. Pelajari portofolio perusahaan yang akan dipilih, kemudian telusuri rekam jejaknya. Bila testimoni yang diberikan positif, maka jangan ragu lagi untuk mendapatkan modal dari sana.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]