Cara Menghitung Investasi untuk Melihat Potensi Keuntungan

3
4415
Cara Menghitung Investasi

Memiliki pengetahuan dalam menghitung potensi keuntungan investasi sangat penting bagi para investor, baik pemula maupun berpengalaman.  Oleh karenanya,  artikel ini akan membahas cara menghitung investasi untuk melihat potensi pengembalian atau keuntungan

Setiap orang mungkin memiliki perspektif yang berbeda kaitannya dengan keuntungan dalam investasi. Oleh karenanya, ada beberapa metode yang Anda gunakan untuk melihat potensi keuntungan investasi.

Rate of Return (RoR)

Dalam investasi, kita mengenal adanya Rate of Return (RoR). Lebih lanjut mengenai hal tersebut, berikut ini adalah pembahasannya.

Apa itu RoR?

Metode hitung ini pada dasarnya menggambarkan %tase investasi Anda tumbuh atau menyusut selama periode waktu tertentu. Ketika ROR positif, maka investasi tersebut artinya menguntungkan. Namun, jika sebaliknya, maka mencerminkan kerugian.

ROR dapat digunakan untuk mengukur hampir semua jenis investasi, mulai dari rumah investasi yang Anda miliki hingga saham, obligasi, reksadana, dan rekening tabungan yang dimiliki oleh bisnis Anda. 

Menghitung pengembalian memberikan informasi penting yang dapat digunakan saat memutuskan investasi masa depan, dan memungkinkan Anda mengukur investasi Anda secara kritis terhadap opsi alternatif.

Penerapan ROR

ROR memiliki formula sebagai berikut:

Rate of Return=[(Nilai Saat Ini−Nilai Awal)/Nilai Awal​]×100

Anda dapat menghitung RoR untuk investasi apa pun dan berurusan dengan aset apa pun. Mari kita ambil pembelian rumah sebagai contoh dasar untuk memahami cara menghitung RoR. Misalnya Anda membeli rumah seharga Rp400 juta  (agar mudah, anggap saja Anda membayar tunai 100%).

Enam tahun kemudian, Anda memutuskan untuk menjual rumah tersebut—mungkin Anda ingin membeli properti lain yang lebih besar dan strategis. 

Anda dapat menjual rumah seharga Rp700 juta, setelah dikurangi biaya makelar dan pajak. Tingkat pengembalian sederhana atas pembelian dan penjualan rumah adalah sebagai berikut:

[(700 juta-400 juta)/400 juta] x 100% = 75%

Keterbatasan perhitungan ROR adalah inflasi. Kondisi inflasi mengikis nilai uang dan menggerogoti keuntungan. Oleh karenanya, investor harus memasukkan tingkat inflasi saat ini atau asumsi inflasi dalam perhitungan ROR (dalam kasus di atas, 75%) untuk menunjukkan ROR yang mendekati riil.

Masih dengan contoh di atas, mari kita asumsikan inflasi sebesar 5% dan diperkirakan oleh para ekonom akan tetap pada tingkat tersebut selama enam tahun. Tingkat pengembalian riil untuk investasi rumah tersebut adalah:‍

75% – 5% =70%‍

Anda sebagai investor harus ingat bahwa semakin cepat inflasi meningkat, semakin besar potensi keuntungan Anda mengikis.

Return of Investment (RoI)

Berbeda dengan RoR, kita juga mengenal adanya Return of Investment (RoI). Berikut ini adalah penjelasannya.

Apa itu RoI?

Dalam investasi, yang perlu Anda hitung bukan saja uang yang Anda investasikan, tetapi juga biaya ketika Anda berinvestasi. Nah, itulah yang disebut modal investasi. Rasio modal investasi dan keuntungan investasi itulah yang disebut Return of Investment (RoI).

Penerapan RoI

RoI memiliki formula sebagai berikut: 

100% * (Keuntungan investasi – biaya investasi) / biaya investasi

Katakanlah Anda berinvestasi pada sebuah saham sebesar Rp2 Juta menghasilkan keuntungan sebesar Rp2,5 juta. Maka, RoI:

100% * (2,5 juta-2 juta)/2 juta = 25%

Namun, perhitungan RoI tak selalu sesederhana itu. Seringkali ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap pendapatan/perolehan dan biaya. 

Manfaat RoI

RoI telah menjadi “standar” dalam dunia bisnis karena memiliki beberapa manfaat yang sangat menarik.

  1. Fleksibel. RoI dapat digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan segala bentuk investasi. Apa pun mulai dari membeli saham hingga menerapkan perangkat lunak ERP berbasis cloud baru dapat menghasilkan RoI. 
  2. Interpretasi yang mudah. Kebanyakan orang menganggap RoI mudah ditafsirkan. RoI negatif berarti Anda kehilangan uang, RoI positif berarti keuntungan. Semakin positif RoI, semakin menarik investasinya.
  3. Pengambilan keputusan. Sebelum berinvestasi pada sebuah proyek, biasanya perusahaan menghitung RoI proyek tersebut dengan adanya ambang RoI minimum. 

Perusahaan tidak akan berinvestasi pada proyek yang tidak memenuhi minimum RoI. Adapun proyek yang memenuhi ambang RoI minimum boleh disebut memenuhi syarat sebagai RoI yang “baik”.

Adapun ambang minimum setiap perusahaan berbeda-beda untuk jenis proyek yang berbeda, atau untuk investasi dengan profil risiko yang berbeda. Oleh karenanya, RoI menjadi cara cepat untuk menyaring potensi investasi.

Internal Rate of Return (IRR)

Dalam investasi, Anda juga wajib memperhatikan perhitungan Internal Rate of Return (IRR). Berikut ini adalah pembahasan dan cara penghitungannya.

Apa itu IRR?

Metode ini adalah perhitungan yang membantu Anda memperkirakan sebuah investasi layak atau tidak. Anda dapat menggunakan rumus dan perhitungan ini untuk membantu bisnis memperkirakan potensi keuntungannya jika ingin menginvestasikan uang ke dalam suatu investasi, contohnya deposito.

IRR adalah cara yang baik untuk menilai investasi yang berbeda. Pertama-tama, IRR harus lebih tinggi dari asumsi rate of return. Jika Anda harus membayar 8% untuk meminjam uang, maka IRR sebesar 6% saja tidak cukup. Singkatnya, semakin tinggi IRR, semakin menarik investasi tersebut.

Penerapan IRR

IRR memiliki formula yang lebih kompleks daripada RoR dan RoI karena melibatkan arus kas. Formula sebagai berikut:

IRR= rk (NPV rk/ (TPV rk – TPV rb )) x (rb-rk)

rk: tingkat bunga lebih kecil

rb: tingkat bunga lebih besar

NPV: Net Present Value

TPV: Total Present Value

Contoh, sebuah perusahaan mengusulkan nilai investasi sebesar Rp150 juta. Arus kas yang dihasilkan setiap tahunnya sekitar Rp30 juta selama 5 tahun dengan asumsi rate of return sekitar 1%. Perhitungan NPV yang dihasilkan adalah Rp8 juta dengan diskonto sekitar 15% dan Rp2 juta dengan diskonto sekitar 10%.

Artinya, selisih bunga diskonto sekitar 5% dengan TPV sebesar Rp10 juta. Jika rumus IRR di atas diaplikasikan, maka nilai IRR adalah:

IRR = 10% + (2 juta : 10 juta) x 5% = 10,1%

Adapun asumsi rate of return sekitar 13% sehingga angka 10,1%% termasuk lebih kecil. Artinya,  investasi ini memiliki prospek yang buruk.

Baca juga: Biaya Investasi : Pengertian, Jenis dan Cara Perhitungannya

Kelebihan dan Kelemahan IRR

Metode hitung ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan, seperti telah disebutkan di awal yaitu dengan metode ini Anda dapat mengetahui apakah sebuah investasi layak atau tidak. Hal ini karena metode IRR mempertimbangkan arus kas kini dan di kemudian hari serta konsep time value of money untuk pengembalian modal investasi.

Adapun kekurangan metode ini adalah Anda membutuhkan nilai cost of capital. Katakanlah IRR Anda mungkin 20% tapi Anda tidak akan mengetahui angka dalam rupiah sampai Anda memasukkan cost of capital. Jadi, bisa saja 20% dari Rp10 juta, 20 juta, 50 juta, dst tergantung berapa cost of capital Anda. 

Selain itu, metode IRR adalah tidak memperhitungkan ukuran proyek saat membandingkan proyek. Arus kas secara sederhana dibandingkan dengan jumlah pengeluaran modal yang menghasilkan arus kas tersebut. 

Hal ini dapat menjadi masalah ketika dua proyek memerlukan jumlah pengeluaran modal yang sangat berbeda, tapi proyek yang lebih kecil menghasilkan IRR yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Semoga paparan metode perhitungan di atas bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai investasi. Akan tetapi, cara menghitung investasi tidak terbatas pada tiga metode di atas. Ada banyak metode lainnya yang dapat Anda pilih menyesuaikan jenis dan jangka waktu investasi yang Anda lakukan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

3 COMMENTS

  1. […] Cara menghitung Investasi bagi investor pemula tidaklah mudah. Sebelum Anda terlibat dalam investasi, penting bagi Anda untuk mengetahui cara menghitung pendapatan investasi ini. Ada beberapa cara menghitung pendapatan investasi yang bisa Anda pilih berdasarkan proses investasi Anda pada pemaparan berikut ini. […]

Comments are closed.