Cara Mengatasi Inflasi Dengan P2P Lending

1
9681
Akseleran_Article_Featured_Image_1366x768_cara_mengatasi_inflasi

Inflasi merupakan hal yang pasti akan terjadi di setiap negara setiap tahunnya. Besarnya bervariasi dan di Indonesia saat ini berkisar antara 3% sampai 4% per tahunnya. Efek dari inflasi adalah semakin mahalnya harga barang dan jasa, sehingga apabila pendapatan kita masih relatif sama setiap tahunnya, maka daya beli akan berkurang. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengatasi inflasi ?

Cara mengatasi inflasi pada umumnya adalah dengan memulai berinvestasi. Pemilihan instrumen investasi juga perlu diperhatikan karena masing-masing instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Salah satu instrumen investasi yang paling umum adalah investasi emas, saham, deposito, dan properti.

Biasanya masyarakat umum cenderung memilih deposito karena merupakan bentuk investasi yang paling mudah dan aman. Kemudahan ini memiliki kelemahan tersendiri, yaitu rendahnya imbal hasil dibandingkan instrumen investasi lainnya, sekitar 5%-6% per tahun. Masyarakat masih enggan berinvestasi di instrumen lain karena keterbatasan pengetahuan dan akses (informasi & biaya).

Baca juga: Apa Itu Inflasi: Pengertian dan Efeknya

Cara mengatasi inflasi dengan peer to peer lending

Ada cara lain mengatasi inflasi, yaitu dengan memberikan pinjaman. Lho? Kok memberikan pinjaman bisa mengatasi inflasi? Melalui platform Peer-to-peer (P2P) Lending, kamu bisa memberikan dana kepada UKM yang membutuhkan pinjaman, dan menikmati tambahan dari bunga pinjaman tersebut. Sehingga, dana yang kamu berikan akan kamu terima kembali dengan bunganya.

P2P lending yang muncul dalam dua tahun belakangan ini tumbuh menjadi sebuah produk finansial baru yang mudah dan terjangkau. Kemudahan P2P Lending dikarenakan konsep pinjam-meminjam yang sudah umum dipakai oleh masyarakat. Platform P2P Lending seperti Akseleran juga menawarkan akses pengembangan dana mulai dari Rp. 100,000 saja. Kemudahan-kemudahan ini dapat menarik minat masyarakat Indonesia.

Seperti yang dijelaskan di atas, pemberi pinjaman (lender) di platform P2P Lending mendapatkan manfaat ekonomi melalui bunga pinjaman. Bunga dari P2P Lending relatif tinggi, yaitu rata-rata sekitar 18% per tahunnya. Berikut ilustrasi pendapatan dari pendanaan P2P Lending Akseleran:

Dengan demikian, kamu bisa memerangi inflasi (yang besarnya sekitar 3%-4% per tahunnay), dengan mengembangkan danamu di platform P2P Lending (yang memiliki bunga rata-rata 18% per tahun). Apabila kamu mengembangkan dana secara rutin, kamu bisa menghindari terjadinya penggerusan nilai kekayaanmu akibat inflasi.

Daftar sekarang dan dapatkan bunga hingga 21% per tahun di Akseleran

Jika kamu tertarik untuk mencoba pendanaan P2P Lending, kamu bisa mencoba Akseleran. Di Akseleran, kamu bisa mendanai UKM di Indonesia yang membutuhkan modal pinjaman, dan pendanaan kamu akan mendapatkan bunga hingga 21% per tahun.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode BLOG100. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman kok karena lebih dari 99% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan dan asuransi. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada.

Akseleran juga sudah berizin resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

BLOG100

Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here