Kolaborasi dengan OK OCE, Akseleran Ingin Bantu Lebih Banyak UKM

0
981
Akseleran_Article_Featured_Image_1366x768_OK_OCE

Akseleran sebagai salah satu platform peer to peer lending di Indonesia memiliki visi untuk mewujudkan inklusi keuangan. Salah satu masalah inklusi keuangan di Indonesia adalah terbatasnya kesempatan mendapatkan pinjaman usaha, khususnya untuk usaha kecil menengah (UKM). Masalah cashflow, kelengkapan dokumen, serta ketiadaan aset tanah & bangunan menjadi penghambat UKM di Indonesia dalam mendapatkan pinjaman usaha.

Akseleran berusaha memberikan solusi dengan memberikan fleksibilitas pengajuan pinjaman usaha. Fleksibilitas yang diberikan meliputi kebutuhan dokumen yang minimal, pilihan penggunaan agunan, fleksibilitas pembayaran cicilan pokok pinjaman, dan juga fleksibilitas tenor pinjaman. Fleksibilitas ini sudah dirasakan lebih dari 35 peminjam Akseleran dengan total dana yang disalurkan sekitar Rp. 25 Milliar.

Untuk membantu UKM lebih banyak lagi, Akseleran berkolaborasi dengan Program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) yang digagas oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Banyak anggota OK OCE yang merupakan UKM yang perlu dibantu pengembangannya di Jakarta. OK OCE memberikan 7 tahap, dan di tahap terakhir adalah permodalan yang dibantu oleh platform peer to peer lending Akseleran.

Menindaklanjuti kerja sama dengan OK OCE (One Kecamatan One Centre For Entrepreneurship), Akseleran, startup peer to peer lending, bersama Bapak Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, pada tanggal 14 Februari 2018 kemarin secara simbolis menyerahkan pinjaman usaha untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang tergabung dalam Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO).

Saat ini, OK OCE telah memiliki lebih dari 6,700 anggota dan platform peer to peer lending yang mengetengahkan fleksibilitas memberikan manfaat bagi anggotanya. Ketua PGO Faransyah Jaya menyatakan, “Ini adalah terobosan yang kami berikan kepada anggota OK OCE. Sepanjang mereka telah mempersiapkan usahanya dengan seksama seperti melalui program 7 Langkah PAS OK OCE, mereka berpeluang untuk mendapatkan pinjaman usaha yang fleksibel. Tentunya tetap melalui proses seleksi yang prudent. Akseleran menjadi rekan pertama kami yang sudah sukses memberikan pinjaman bagi anggota OK OCE.”

Di acara  soft launch Global Office OK OCE hari ini, Ivan Tambunan selaku Founder dan CEO dari Akseleran menyerahkan pinjaman usaha secara simbolis untuk salah satu anggota OK OCE, Bapak Pramadya Sri Sudibyo yang mempunyai usaha di bidang instalasi mekanikal dan eletrikal.

Ivan menyatakan, “Kami senang dapat membantu pemerintah DKI Jakarta untuk mewujudkan inklusi keuangan. Salah satu tantangan bagi UMKM adalah permodalan. Sehingga dengan memberikan akses terhadap permodalan yang fleksibel dapat membantu wirausahawan seperti Bapak Pramadya, untuk tidak hanya membiayai proyek yang sedang berjalan tetapi juga ekspansi.”

UMKM dan anggota OK OCE dapat mengajukan pinjaman melalui beberapa skema. Dari skema invoice financing dimana mereka mendapatkan pembiayaan modal kerja dengan memberikan jaminan berupa tagihan dari invoice atau PO/SPK/Kontrak yang mereka peroleh, hingga inventory financing, yaitu pinjaman dengan agunan berupa persediaan dagang. Dapat juga agunan berupa tanah dan bangunan atau mesin dan peralatan serta tanpa agunan. Pinjaman tersebut mempunyai tenor mulai dari 1-12 bulan dengan suku bunga rata-rata sebesar 1,5% efektif per bulan.

Akseleran tidak hanya menawarkan berbagai skema pinjaman tetapi juga memangkas proses birokrasi dalam proses pengajuan pinjaman. Pelaku usaha cukup menyediakan laporan laba rugi tahunan sederhana, laporan rekening koran 3 bulanan, KTP, NPWP, surat keterangan domisili usaha, serta dokumen pendirian perusahaan bagi usaha yang sudah berbentuk badan. Untuk menghindari penipuan, Akseleran juga telah bekerja sama dengan biro kredit Pefindo untuk dapat memeriksa jejak kredit dari pelaku usaha tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here