Cara Main Saham yang Aman Untuk Pemula

0
1834
Ilustrasi Layar IHSG, Sumber Foto - www.kompas.com

Berinvestasi saham kini semakin dipermudah dan terjangkau karena bisa dilakukan secara pribadi dan online serta modal yang dibutuhkan juga tidak harus besar, yakni bisa dimulai dari Rp100.000. Sementara keuntungan dari main saham lumayan menggiurkan. Tetapi perlu diingat, namanya investasi terdapat ilmu alam yang berbunyi “high risk high return”.

Sobat, karena bermain saham memiliki risiko yang besar, lalu jika cermat bermain saham tidak menutup kemungkinan kekayaan akan bisa naik berlipat-lipat dalam waktu singkat. Namun sebaliknya, jika salah mengambil keputusan kekayaan pun akan lenyap dalam waktu singkat. Tetapi bagi Sobat pemula, tak perlu khawatir karena ada banyak cara main saham yang aman untuk pemula.

Berikut tipsnya!

Cara main saham yang aman untuk pemula adalah harus memahami risiko bermain saham. Meski menggunakan kata ‘main’, Sobat tetap perlu serius dalam menjalaninya. Karena jika tidak, kekayaan akan lenyap dalam waktu singkat. Mengutip beberapa artikel terpercaya, berikut tipsnya:

1. Memilih Sekuritas Berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Biaya Transaksi Kecil
Menurut data OJK per 31 Agustus 2020, tercatat sebanyak 125 perusahaan efek yang memiliki izin dan atau terdaftar di OJK. Hal ini perlu dicek agar setiap transaksi saham yang Sobat lakukan aman karena diawasi oleh regulator.

Selain itu, alangkah baiknya jika Sobat juga mengecek biaya transaksi yang dikenakan kepada para pemodal karena tiap perusahaan efek membebani biaya transaksi yang berbeda-beda dengan perusahaan efek lainnya.

Kenapa perlu mempertimbangkan biaya transaksi? Dalam investasi saham, Sobat diharuskan membuka rekening efek (Rekening Dana Nasabah/RDN) yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan efek ini.

Setelah rekening itu dibuat, Sobat diharuskan melakukan top-up uang ke rekening efek Sobat. Uang di rekening efek itulah yang nantinya berfungsi layaknya e-money. Nantinya uang itulah yang bisa Sobat lakukan untuk membeli saham-saham yang diinginkan secara online.

Biaya transaksi yang dimaksud adalah biaya pembelian dan penjualan saham. Biaya ini bakal jadi sumber pendapatan perusahaan efek atau sekuritas dan atau broker yang bersangkutan. Beberapa sekuritas ada yang membebankan biaya 0,19% untuk pembelian dan 0,29% untuk penjualan. Ada juga yang 0,15% pembelian dan 0,20%, dan lain sebagainya.

Jika biayanya makin kecil, maka Sobat selaku pemodal juga makin diuntungkan kan? Tapi bukan berarti yang biayanya besar gak layak dipilih. Bisa jadi pelayanan mereka terhadap nasabah justru lebih oke dan aplikasinya juga bagus. Nah, jika sudah mengetahui sekuritas mana yang akan dipilih, Sobat tinggal siapkan dokumen-dokumen terkait untuk membuka rekening efek deh.

Baca Juga:
Tips Miliki Kartu Kredit Tanpa Ditolak Bank
Berapa Saldo Minimal di Bank-Bank Ini?
Punya Uang Lebih, Pilih Ditabung atau Diinvestasikan?

2. Pilih Saham Indeks LQ45 atau IDX30
Sebagai pemula, agar tidak bingung Sobat bisa pilih saham-saham yang masuk dalam kategori indeks LQ45 atau IDX30. Saham-saham di indeks tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Selain itu fundamental perusahaannya juga dinilai baik. Saham-saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut pun sering disebut dengan istilah blue chip.

Tentunya, memilih saham di kedua indeks ini bisa jadi cara investasi saham yang paling aman bukan? Nah, tips belajar saham untuk pemula yang bisa diambil di sini adalah daripada Sobat pusing mendengarkan masukan sana-sini, mending kenalan dulu dengan deretan saham di dua indeks tersebut.

3. Memilih Saham yang Terjangkau
Sebagai pemula, jika Sobat tidak memiliki sumber dana yang cukup untuk membeli blue chip, Sobat bisa membeli saham-saham yang harganya terjangkau, biasanya saham sektor perbankan dan consumer goods.

Alasan lain pemula memilih saham tersebut karena saham perbankan dan saham perusahaan di bidang consumer goods merupakan perusahaan dengan bisnis yang sederhana. Yakni, produk-produk mereka banyak digunakan masyarakat sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk mencetak laba yang signifikan dalam setahun. Tetapi alangkah baiknya lagi, jika Sobat melakukan riset atau membaca laporan keuangan perusahaan tersebut dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebagai bahan pertimbangan.

4. Terapkan Disiplin Stop-loss
Mengingat harga saham bisa naik maupun turun, maka Sobat perlu menerapkan stop-loss secara disiplin. Mengingat setiap produk investasi tentu memiliki potensi kerugian, nah agar kerugian tidak semakin dalam, maka Sobat perlu menetapkan angka atau persentase kerugian yang bisa ditolerir dalam berinvestasi. Artinya, jika saham yang Sobat miliki harganya turun, tidak perlu panik tetapi terapkan stop-loss. Jika tidak stop-loss dan emiten akhirnya bangkrut, kerugian yang terjadi akan semakin besar ketimbang sedari awal sudah disiplin melakukan stop-loss.

5. Diversifikasi Saham
Untuk meminimalisir kerugian, perlu adanya diversifikasi saham. Caranya dengan membeli saham di sektor yang berbeda-beda, misalnya Sobat sudah memiliki saham perbankan dan consumer goods, maka Sobat bisa beli saham sektor lainnya mengingat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 9 sektor, di antaranya sektor properti, sektor agri, sektor mining, sektor basic industry, sektor miscellaneous, sektor infrastruktur, sektor trade.

Jika sudah melakukan diversifikasi, artinya jika salah satu saham yang Sobat miliki harganya turun maka bisa ditutupi dari saham lain yang industrinya berbeda.

Sobat, itulah tips cara main saham yang aman untuk pemula. Tetapi jika Sobat merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan transaksi saham, Sobat bisa mengembangkan dana di Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran. Mengembangkan dana di Akseleran Sobat akan mendapatkan imbal hasil hingga mencapai 21% per tahun.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]