Kenalan dengan Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarah Lengkapnya!

0
4057
Bapak Koperasi Indonesia

Bapak Mohammad Hatta atau mungkin Anda lebih mengenalnya dengan sebutan Bung Hatta adalah Wakil Presiden Republik Indonesia pertama yang mendampingi Ir. Soekarno saat memproklamasikan kemerdekaan. Siapa sangka, tokoh penting kemerdekaan Indonesia ini juga disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Sudah pasti, ada cerita yang panjang hingga akhirnya Bung Hatta mendapatkan gelar penting tersebut. Sebenarnya, gelar sebagai Bapak Koperasi Indonesia didapatkan oleh Bung Hatta saat penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pada 17 Juli 1953 di Bandung. 

Kala itu, seperti yang disebutkan oleh Bung Hatta, koperasi di berbagai bidang menjadi salah satu solusi terbaik untuk bisa terbebas dari kemiskinan setelah masa penjajahan Kolonial Belanda.  Lalu, bagaimana koperasi berkembang dan bertahan di Indonesia?

Asal Mula Koperasi di Indonesia

Sebenarnya, koperasi sendiri sudah menjadi aspek penting masyarakat Tanah Air sejak pemerintahan Hindia Belanda. Tujuannya pun tidak pernah mengalami perubahan sejak awal didirikan, yaitu memberikan kesejahteraan khususnya untuk rakyat yang berasal dari kalangan ekonomi sulit. 

Siapa sangka, pemerintahan Belanda memberikan perhatian besar pada bidang koperasi. Terlebih karena hal ini sangat diminati oleh penduduk pribumi. Kala itu, koperasi dirintis oleh banyak pihak, mulai dari masyarakat, organisasi bidang politik, berbagai partai politik, sampai pemerintah. 

Tak hanya itu, asal mula koperasi pun telah ada dari tahun 1896. Saat itu, seorang patih bernama Aria Wiriaatmadja yang berasal dari Purwokerto memulai usahanya yang dinamakan Hulp en Spaarbank atau Bank Pertolongan dan Simpanan. Cara kerjanya hampir sama dengan koperasi pada umumnya yang menawarkan pemberian pinjaman untuk pegawai negeri. 

Sekitar tahun 1898, Hulp en Spaarbank meluaskan konsep bisnis dengan menawarkan pemberian pinjaman pada para petani. Sayangnya, ide tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari pemerintah Belanda. Sebagai gantinya, pemerintah justru membuat Lumbung Desa, Rumah Gadai, dan lainnya. Pastinya dengan tujuan yang berbeda pula. 

Selanjutnya, seorang Asisten Residen asal Purwokerto di Keresidenan Banyumas bernama De Wolf van Westerrode mengembangkan ide dari Patih Aria Wiraatmadja. Beliau adalah seorang yang pernah menimba ilmu seputar Bank Rakyat atau volksbank di Jerman. 

Memasuki Masa Pergerakan Nasional

Memasuki masa pergerakan nasional pada tahun 1908, muncullah koperasi pertama pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang diprakarsai oleh Boedi Oetomo. Lalu, pada tahun 1913, Sarekat Dagang Islam turut mendirikan koperasi batik dan toko. 

Selanjutnya, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan cara kerja koperasi melalui Koninklijk Besluit 7 April Nomor 431 pada 1915. Semua orang yang ingin mendirikan badan koperasi harus memiliki anggaran dasar yang ditulis dalam bahasa Belanda, membuat akta pendirian melalui notaris, dan mendapatkan perizinan dari Gubernur Jenderal dengan membayar materai sebesar 50 gulden. 

Namun, berbagai syarat tersebut dirasa sangat memberatkan masyarakat. Akibatnya, minat untuk mendirikan koperasi pun mengalami penurunan pada masa itu. 

Baca juga: Maknai Hari Pendidikan Nasional Bersama Akseleran!

Setelah Indonesia Merdeka

Perkembangan koperasi kembali naik setelah diadakan Kongres Koperasi Indonesia untuk pertama kalinya di Tasikmalaya. Melalui acara tersebut, lahir beberapa keputusan, seperti pendirian Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia atau SOKRI, adanya pendidikan koperasi untuk semua anggota, penetapan asas koperasi gotong royong dan kekeluargaan, dan menetapkan Hari Koperasi Indonesia setiap tanggal 12 Juli. 

Tak hanya itu, dalam kongres tersebut, ditetapkan pula Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bukan tanpa alasan, dipilihnya Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia adalah berkat pemikiran, tulisan, dan semua opininya tentang koperasi memang sangat inspiratif. Meski begitu, perkembangan koperasi di Indonesia pun tidak selalu positif. Terkadang, tetap terjadi pasang surut. 

Misalnya, revisi Undang-Undang Koperasi oleh pemerintah agar tetap selaras dengan kebutuhan seluruh masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonomi. Namun, koperasi berada pada masa jayanya saat masa Orde Baru dengan dibentuknya Koperasi Unit Desa atau Badan Usaha Unit Desa. 

Sejak saat itu, koperasi berperan sebagai salah satu unit penting dalam menggerakkan sekaligus meningkatkan taraf perekonomian di pedesaan di seluruh Indonesia. Sampai sekarang, koperasi sendiri masih dianggap sebagai sektor usaha kecil serta menengah. Semua ini tak lepas dari peran Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. 

Kini, semakin zaman berkembang, pemerintah semakin menyadari betapa penting adanya koperasi sebagai salah satu penunjang sektor ekonomi negara. Terutama ketika krisis perekonomian melanda. Jadi, demikian sejarah panjang koperasi di Indonesia hingga akhirnya Bung Hatta dipilih menjadi Bapak Koperasi Indonesia dan diperingatinya Hari Koperasi Indonesia setiap tanggal 12 Juli. Semoga bermanfaat. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].