Apa Kabar Rupiah Pekan ini?

0
752

Penguatan Rupiah Mulai Menemukan Titik Jenuh

Pergerakan nilai tukar rupiah masih memiliki potensi menguat pada pekan ini di tengah kondisi tetap berfluktuasi. Adapun indikator investor global dan dalam negeri yang masih menilai cukup menggairahkan untuk mengembangkan uang di Indonesia menjadi sentimen positifnya.

Piter Abdullah Redjalam, Ekonom Core Indonesia, menilai mata uang garuda masih berpeluang melemah namun sifatnya sementara. Menurut Piter, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada sepanjang pekan ini.

Sebagai gambaran pekan lalu, kurs tengah rupiah terhadap dolar AS pada Kamis (18/6) ditutup pada level Rp14.186. Namun pada hari Jumat (19/06), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.242 per dolar AS. Artinya pergerakan nilai tukar mata uang garuda mengalami pelemahan terhadap dolar AS sebesar 56 poin setara 0,39% atau menyusut cukup dalam dibandingkan sesi penutupan perdagangan kemarin.

Maka gejolak nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS mengalami pergerakan yang fluktuatif sepanjang pekan ini 15 – 19 Juni 2020. Mata uang garuda rata-rata dilego di kisaran Rp14.209 per dolar AS. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap second wave pandemi Covid-19 disinyalir masih menjadi faktor pelemahan rupiah.

Pergerakan yang fluktuatif sepanjang pekan ini, menyebabkan posisi rupiah lebih lemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang berada di level Rp14.050 per dolar AS. Sehingga rupiah berisiko membukukan pelemahan mingguan beruntun untuk pertama kalinya sejak bulan Maret 2020 lalu.

“Pelemahan rupiah selain karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap second wave Covid-19 juga karena secara teknikal pergerakan rupiah sudah cukup lama menguat. Sehingga ini bisa dikatakan penguatan rupiah mulai menemui titik jenuhnya,” ujar Piter kepada Akseleran, Jumat (19/06).

Sentimen lain yang mendorong melemahnya rupiah, menurut Piter karena pelaku pasar mulai beralih ke instrumen lain seperti pasar saham dan obligasi​. Tak heran pergerakan pasar modal mengalami penguatan sebesar 17.03 poin setara 0.35% di level 4.942,28 pada penutupan perdagangan hari ini (19/06).

Baca Juga:
Jangan Panik, Rupiah Masih Adem
TERBARU: Kiat Akseleran Memasuki Era Normal Baru
Kenali Fintech P2P Lending Berizin dan Terdaftar di OJK

Sementara, keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (19/06) yang memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%. Keputusan ini dinilai konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, ke depan, Bank Indonesia tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) akan terus dilanjutkan.

Berikut kurs referensi JAKARTA INTERBANK SPOT DOLLAR RATE (JISDOR) USD – IDR berdasarkan informasi kurs Bank Indonesia sepanjang transaksi 15 – 19 Juni 2020:

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]