Alasan Wholesale adalah Strategi Penjualan Terbaik dan Cara Mengoptimalkannya

0
7334
Wholesale Adalah

Ada retail, ada pula wholesale. Dua jenis proses penjualan barang ini sudah sering dijumpai di masyarakat. Jika retail didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang secara langsung ke konsumen, wholesale adalah kegiatan menjual barang kepada retailer, yang nantinya akan menjual barang yang dibeli kepada konsumen.

Apakah wholesale merupakan strategi terbaik dalam melakukan penjualan barang? Jika ya, apa alasannya? Temukan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan membaca artikel ini, ya!

Definisi Wholesale

Dalam bahasa Indonesia, wholesale adalah padanan kata dari grosir. Proses penjualan grosir ini didefinisikan sebagai proses penjualan barang yang diterima langsung dari produsen kepada retailer/pengecer. Jadi, grosir tidak menjual barang-barangnya secara langsung kepada konsumen akhir.

Karena wholesaler (istilah untuk pedagang yang menjual barang secara wholesale) membeli barang langsung dari tangan produsen dalam jumlah yang besar, tidak heran harga yang mereka dapatkan bisa lebih murah. 

Bagaimana Wholesaler Mendapatkan Keuntungan Lebih Besar?

Cara wholesaler memperoleh keuntungan sama dengan cara pedagang lainnya, yaitu dengan mengandalkan selisih harga. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, wholesaler atau yang lebih sering disebut sebagai pedagang grosir membeli barang jualannya langsung dari produsen. Hal ini memungkinkan wholesaler untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibanding jika mereka beli ke distributor. 

Sebagai contoh, toko grosir ‘Utama Jaya’ membeli 2,5 ton gula pasir dari PG Kebon Agung dengan harga Rp10.000,00 per kilogram. Karena jumlah pembelian tergolong besar, PG Kebon Agung memberi potongan sebesar 10%. Maka dari itu, pihak toko grosir ‘Utama Jaya’ hanya perlu membayar (100%-10%) x (2,5 x 1.000 x Rp10.000,00) = Rp22.500.000,00.

Karena harga pasar untuk gula saat ini (2022) adalah Rp14.000,00/kg, toko grosir tersebut berani menjual gulanya kepada pengecer dengan harga Rp11.000,00-Rp11.500,00/kg. Jika habis terjual, maka keuntungan yang diperoleh toko grosir ‘Utama Jaya’ dapat dihitung dengan cara berikut.

  • Keuntungan dengan harga jual Rp11.000,00/kg

(Rp11.000,00-Rp10.000,00) x (2,5 x 1.000) = Rp1.000,00 x 2.500 = Rp2.500.000,00

  • Keuntungan dengan harga jual Rp11.500/kg

(Rp11.500,00-Rp10.000,00) x (2,5 x 1.000) = Rp1.500,00 x 2.500 = Rp3.750.000,00

Jadi, rentang keuntungan yang dapat diperoleh toko grosir ‘Utama Jaya’ dengan berjualan gula secara wholesale adalah Rp2.500.000,00-Rp3.750.000,00.

Baca juga: Pengertian Serta Manfaat dari Melakukan Stock Opname Secara Rutin

Apa Bedanya Membeli di Produsen dan Distributor?

Singkatnya, harga beli produk di produsen bisa jauh lebih murah daripada beli di distributor. Pasalnya, untuk bisa menjual produknya melalui distributor, produsen perlu mengeluarkan biaya pengemasan (packaging) dan biaya transportasi.

Akan tetapi, bukan berarti pedagang grosir kecil harus ‘menghindari’ distributor. Faktor aksesibilitas, ketersediaan modal, dan biaya transportasi yang dikeluarkan biasanya menjadikan pedagang grosir kecil memilih untuk beli barang di distributor. Ditambah lagi, biasanya produsen besar hanya menerima pembelian dengan jumlah minimal tertentu.

Dengan alasan itulah pedagang grosir dengan skala yang lebih kecil lebih memilih untuk membeli barang di distributor. Harga distributor mungkin lebih mahal, akan tetapi jika ongkos transportasi turut dihitung, bisa jadi membeli barang di distributor menawarkan harga yang sama dengan harga beli di produsen.

Cara Mengoptimalkan Penjualan Wholesale

Bagaimana cara memajukan usaha dagang secara wholesale yang Anda miliki? Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Jalin hubungan yang baik dengan para pembeli retailer

Toko wholesale adalah tempat para retailer membeli barang-barang jualan mereka. Retailer merupakan para pelanggan Anda, maka dari itulah Anda harus menjalin hubungan baik dengan mereka. Hubungan yang baik dapat membuat retailer ‘betah’ berbisnis dengan Anda. 

Merambah ke dunia online

Jika merasa mampu, Anda bisa mencoba membuat toko wholesale Anda melayani pembelian secara online. Akan tetapi, usahakan agar tidak membuat harga ritel jatuh. 

Salah satu caranya adalah dengan memberikan batas minimal pembelian. Cara lain melakukan online wholesale adalah dengan menerapkan harga yang berbeda untuk jumlah pembelian tertentu. Dengan demikian, konsumen tidak dapat membeli barang wholesale Anda dalam kuantitas kecil.

Berikan potongan harga bagi pelanggan Anda

Siapa, sih, yang tidak suka diskon? Bagi para retailer, potongan harga amat berarti—bahkan nominal Rp500,00 pun begitu berarti jika mereka membeli dalam jumlah banyak. 

Sesekali, Anda bisa memberikan potongan harga per item kepada para pelanggan. Opsi lain adalah memberikan diskon atas jumlah pembelian total. Hal ini bisa membuat pelanggan tersebut menjadi langganan toko grosir Anda karena harga yang murah dibanding dengan toko lain.Menjalankan bisnis toko wholesale adalah kesempatan yang baik untuk memperbesar pemasukan Anda. Tak hanya dengan harga yang berani bersaing dengan toko lain, Anda juga sebaiknya melakukan hal-hal yang disebutkan di atas untuk mendatangkan banyak pelanggan ke toko Anda.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].