Wajib Tahu tentang Vaksinasi Gotong Royong

0
372

Vaksinasi gotong royong sudah mulai diberikan kepada karyawan swasta dan keluarganya. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021 yang ditetapkan 11 Mei 2021, vaksin yang digunakan untuk vaksinasi gotong royong di tahap awal ini ini adalah Sinopharm. 

Berikut ini adalah beberapa informasi terkait pemberian vaksinasi gotong royong.

  • Pengadaan Vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) untuk vaksinasi gotong royong dilakukan melalui penunjukan PT Bio Farma yang bertindak sebagai penanggung jawab distribusi.
  • Harga maksimal pembelian vaksin sebesar Rp321.660 per dosis (tidak termasuk pajak pertambahan nilai/Ppn) dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 (tidak termasuk pajak penghasilan (PPh). 
  • Vaksinasi gotong royong adalah vaksin yang dibeli oleh perusahaan dan diberikan secara gratis bagi karyawan atau keluarga karyawan di perusahaan tersebut.
  • Perusahaan yang akan melaksanakan vaksinasi gotong royong harus melapor kepada Kementerian Kesehatan.
  • Pengadaan vaksin gotong royong menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN dan PT Bio Farma. Pelaksanaannya berkoordinasi dengan Dinak Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota setempat. 
  • Terhitung sejak tanggal 21 Mei 2021, pendaftaran vaksinasi gotong royong untuk perusahaan, badan hukum maupun badan usaha telah ditutup. Sebelumnya, pendaftaran dapat dilakukan secara daring di situs Kadin. 

Tentang Sinopharm

Vaksin Sinopharm adalah vaksin yang berasal dari virus yang dimatikan dan diproduksi oleh Beijing Bio-Institute Biological Products Co. Pendistribusian Sinopharm untuk kebutuhan vaksinasi gotong royong di Indonesia didaftarkan dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma Tbk dengan nama SARS-COV-2 VACCINE (VERO CELL) INACTIVATED.

Catatan Ekonom tentang Vaksinasi Gotong Royong 

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira melihat akan terjadi ketimpangan besar pasca vaksinasi gotong royong antara perusahaan besar dan UMKM. Menurutnya, harga vaksin gotong royong masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan biaya Sinovac (Rp245 ribu per dosis) yang merupakan vaksin gratis pemerintah. 

Menurut Bhima, harga vaksin dinilai masih memberatkan pelaku industri kecil. Padahal jumlah industri kecil ini cukup banyak. 

“Jadi, vaksin bukan satu-satunya faktor. Pekerja divaksin tapi konsumen masih menunggu vaksin gratis pemerintah juga, sehingga akhirnya ada gap waktu. Sejauh ini progress vaksin dosis kedua dari pemerintah kurang dari 5 persen dari target,” ungkap Bhima kepada Akseleran, Senin (24/5).

Sebelumnya, pada saat meninjau pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Bekasi, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa dengan vaksinasi gotong royong ini diharapkan akan bisa mencegah penularan Covid-19 di kawasan industri, pabrik, dan kawasan produktif lainnya, sehingga produktivitas sektor ini bisa meningkat kembali. 

Berdasarkan keterangan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani pada 18 Mei 2021, sudah ada 22.736 perusahaan dan 10 juta orang karyawan yang terdaftar untuk program vaksinasi gotong royong. 

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]