Mengenal Istilah Indeks Saham S&P 500

0
841
S&P 500 Adalah

Kalau berinvestasi saham, Anda perlu memahami apa itu indeks saham. Indeks mempunyai fungsi sebagai acuan dalam perdagangan saham. Di Indonesia, Anda akan mengenal Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Kalau Anda tertarik dengan perdagangan saham di Amerika Serikat, S&P 500 adalah indeks saham yang perlu diketahui.

S&P 500 merupakan salah satu indeks saham yang populer di kalangan para investor. Dengan berinvestasi saham S&P 500, Anda akan tercatat sebagai salah satu investor di deretan perusahaan ternama di Amerika Serikat.

Menariknya lagi, cara investasi SP500 cukup mudah. Anda tidak perlu hadir secara langsung di bursa saham Amerika, tetapi bisa memanfaatkan platform investasi online. Jadi, Anda dapat menjadi seorang investor perusahaan besar di Amerika dengan mudah. 

  • Apa Itu Indeks Saham S&P 500

Saham yang termasuk dalam indeks S&P 500 bukanlah saham perusahaan biasa. Indeks ini disusun dengan standar ketat oleh Standard & Poor’s yang tidak lain adalah anak perusahaan McGraw Hill dan termasuk sebagai salah satu perusahaan terkemuka dalam industri pemeringkatan efek. Mereka menetapkan standar yang ketat pada saham perusahaan yang termasuk dalam indeks ini. 

Indeks S&P 500 adalah gabungan dari 500 saham perusahaan yang punya kapitalisasi dan modal besar di Amerika Serikat. Terdapat 4 kategori utama yang ditetapkan oleh S&P pada saham perusahaan yang termasuk dalam indeks ini, yaitu: 

  • Berkantor di wilayah Amerika Serikat
  • Mempunyai kapitalisasi pasar yang besar, melebihi angka US$3,7 miliar
  • Sudah ada pencatatan saham untuk publik atau IPO setidaknya 1 tahun
  • Punya kecenderungan laba yang positif

Dengan standar sangat ketat tersebut, hanya perusahaan ternama dan punya nama besar yang ada di indeks S&P 500. Selain itu, tidak mengherankan pula kalau S&P 500 adalah indeks saham yang menjadi acuan dalam menilai kinerja pasar saham Amerika Serikat. 

Selain itu, Anda akan mendapati kalau daftar perusahaan yang termasuk dalam indeks S&P 500 kerap mengalami perubahan. Hal ini sangat lumrah, karena S&P melakukan rebalancing pada setiap kuartal. Dalam proses rebalancing tersebut, tak menutup kemungkinan ada saham yang dikeluarkan dari SP500, ada pula saham baru yang masuk. 

Meski banyak perusahaan yang sering keluar masuk dari daftar SP500, tak sedikit pula nama-nama yang terus menghiasi indeks saham ini. Beberapa nama perusahaan itu di antaranya adalah Alphabet, Apple, Amazon, Johnson & Johnson, Visa, Microsoft, Berkshire Hathaway, dan lain sebagainya. 

  • Kelebihan Berinvestasi Indeks S&P 500

Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda peroleh kalau berinvestasi indeks S&P 500, yakni: 

  1. Cocok untuk investor pemula. Cara investasi SP500 sangat sesuai bagi para pemula. Alasannya, karena Anda tidak perlu melakukan proses analisis saham. Sebagai gantinya, proses analisis dilakukan oleh S&P sebagai pihak yang membuat indeks. Selain cocok untuk pemula, cara berinvestasi ini juga sesuai bagi investor yang terbiasa bersikap pasif. 
  2. Diversifikasi. Berinvestasi SP500 memungkinkan investor untuk melakukan diversifikasi dengan dana yang tak terlalu besar. Anda tak perlu membeli saham dari beberapa perusahaan. Cukup dengan memiliki indeks SP500, Anda telah melakukan diversifikasi investasi ke perusahaan besar dari berbagai sektor industri di Amerika Serikat.
  3. Biaya minim. Saat berinvestasi SP500, Anda akan dibantu oleh manajer investasi. Hanya saja, biaya yang perlu dikeluarkan untuk manajer investasi cukup minim. Alasannya, karena mereka melakukan pengelolaan dana investasi secara pasif dan melakukan pembelian saham berdasarkan komposisi indeks. 

Baca juga: 5 Cara Investasi Saham Untuk Pemula

  • Kekurangan Indeks Saham S&P 500

Selain memperhatikan kelebihan indeks saham S&P 500, Anda juga perlu mencermati kekurangannya, meliputi: 

  1. Tingkat keuntungan yang tak terlalu besar. Investasi SP500 memang memberi keuntungan bagi investor. Dalam jangka 2009 hingga 2019, tingkat return indeks SP500 mencapai angka sekitar 14%. Nominal ini tidak terlalu buruk, tetapi masih banyak pilihan investasi lain yang menawarkan return dengan jumlah lebih besar.
  2. Fokus yang sempit. Penilaian kinerja saham berdasarkan SP500 terbatas hanya pada perusahaan besar di wilayah Amerika Serikat. S&P tidak memperhitungkan saham dari perusahaan kecil ataupun saham milik perusahaan asing. Oleh karenanya, ada beberapa pihak yang menganggap kalau SP500 tidak cukup representatif dalam menilai kondisi keuangan global. 

Nah, itulah pengertian mengenai S&P 500 yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]