Jenis Sistem Ekonomi yang Ada di Dunia!

0
14542
Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi berperan penting dalam pengelolaan suatu negara. Setiap negara bisa menerapkan sistem yang berbeda-beda tergantung dari karakteristik maupun sejarah suatu bangsa. Jika Anda adalah pelaku bisnis, penting pula untuk memahami seluk beluk sistem ekonomi supaya dapat menentukan strategi paling tepat dalam berbisnis.

Apa saja jenis sistem ekonomi di negara-negara seluruh dunia? Bagaimana dengan sistem di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut.

Pengertian dan Fungsi Sistem Ekonomi

Ada banyak ahli yang memiliki pendapat berbeda tentang pengertian sistem ekonomi. Namun, pada umumnya bisa diambil kesimpulan bahwa sistem ekonomi adalah sebuah cara mengatur semua kegiatan ekonomi dan sumber daya di masyarakat, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta, dengan berpedoman pada prinsip tertentu demi tercapainya kesejahteraan.

Dalam tataran suatu negara berfungsi untuk mendorong terjadinya produksi. Sistem tersebut juga akan menciptakan mekanisme tertentu supaya barang dan jasa bisa terdistribusi ke pihak yang membutuhkan. Selain itu, diharapkan pula terjadi sebuah pembagian hasil produksi kepada seluruh anggota masyarakat dengan baik.

Jenis Sistem Ekonomi di Dunia

Terdapat beberapa jenis sistem ekonomi yang sudah dikenal luas di dunia dan dipakai oleh negara-negara tertentu. Berikut penjelasan lebih detail beserta kelebihan serta kekurangan dari masing-masing sistem.

  • Sistem ekonomi tradisional

Sistem ini terbentuk dari kebiasaan maupun tradisi dalam suatu kelompok masyarakat secara turun temurun. Kehidupan ekonomi di dalamnya berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong. Pada sistem ini, faktor produksi dipakai apa adanya dan seringnya masih bergantung pada alam.

Kelebihannya:

  • Kegiatan ekonomi bertujuan memenuhi kebutuhan hidup, bukan mencari keuntungan.
  • Asas gotong-royong dan tolong-menolong di masyarakat masih kuat.
  • Jarang ada kecurangan atau saling menjegal demi keuntungan.
  • Kesenjangan ekonomi cenderung rendah karena pendapatan antarindividu cukup merata.
  • Pemerintah sekadar menjadi pengawas namun tidak melakukan monopoli.

Adapun kekurangannya sebagai berikut:

  • Kualitas dan kuantitas produksi sulit diprediksi dan dilakukan standardisasi karena mengandalkan hasil alam.
  • Pertumbuhan ekonomi sangat lambat.
  • Tingkat persaingan pasar rendah sehingga cenderung tidak inovatif dan berkembang.
  • Pola pikir masyarakat sulit menerima perubahan.
  • Sistem ekonomi komando

Sistem ini menempatkan pihak pemerintah sebagai penguasa dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Pemerintah cenderung membatasi kebebasan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Beberapa negara yang menganut sistem ini misalnya Cina, Rusia, dan negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya.

Kelebihannya:

  • Pemerintah menjamin kestabilan ekonomi dengan inovasi.
  • Pengendalian harga dan inflasi mudah dilakukan.
  • Produk barang dan jasa yang dihasilkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Adapun kekurangannya, masyarakat cenderung tidak inovatif dan mendapat produk yang dijatah karena semua faktor produksi dikendalikan pemerintah.

Baca juga: Peran dan Cara Kerja dari Sistem Keuangan

  • Sistem ekonomi liberal

Nama lain sistem ini adalah sistem ekonomi pasar atau kapitalis. Sistem ini memberikan kebebasan seluas-luasnya pada masyarakat ataupun swasta untuk mengolah faktor produksi tanpa campur tangan pemerintah. Tujuannya adalah untuk memperoleh kepentingan pribadi.

Kelebihannya:

  • Tidak ada pembatasan kepemilikan sumber daya.
  • Inovasi dan kreativitas berkembang pesat dalam pasar bebas.
  • Produsen berusaha selalu menghasilkan barang bermutu karena adanya persaingan ketat.
  • Segala tindakan berdasarkan prinsip ekonomi.

Sementara itu, kekurangannya seperti berikut:

  • Timbulnya monopoli dari pihak yang kuat.
  • Kesenjangan ekonomi sangat tinggi.
  • Perekonomian cenderung tidak stabil.
  • Sistem ekonomi campuran

Sistem ini merupakan campuran dari sistem ekonomi komando dengan liberal. Pemerintah membebaskan kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi tetap memiliki kuasa untuk campur tangan pada sektor tertentu. Di satu sisi, sistem ini membuat perekonomian lebih stabil. Namun di sisi lain, terkadang tidak ada batasan jelas antara kekuasaan pemerintah dan pihak swasta.

Sistem Ekonomi di Indonesia

Saat ini, Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila yang merupakan pengembangan dari sistem ekonomi campuran. Landasannya adalah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong dari, oleh, dan dan untuk rakyat di bawah kepemimpinan dan pengawasan pemerintah. Negara menguasai faktor produksi yang strategis dan menyangkut kepentingan rakyat banyak. Pemerintah juga mengawasi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta.

Wujud konkret dari konsep tersebut adalah adanya badan usaha berupa koperasi yang berfokus pada kesejahteraan anggota. Selain itu, adanya perbedaan peran antara badan usaha milik negara (BUMN) dan milik swasta (BUMS) juga memudahkan pengawasan pemerintah.

Itulah tadi penjelasan mengenai sistem ekonomi yang ada di dunia. Setelah memahami perbedaannya, Anda bisa menerapkannya dalam pengambilan keputusan ekonomi di kehidupan sehari-hari.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]