Strategi Scalping bagi Trader dan Indikatornya

0
2172
Scalping Adalah

Saat sedang belajar trading dan masuk ke dalam forum, kamu mungkin akan membaca tentang scalping. Scalping adalah salah satu strategi yang dilakukan oleh trader dengan membeli kemudian menjual komoditas atau saham dalam waktu yang singkat. Jangka waktu jual dengan beli bisa berjarak beberapa menit atau beberapa jam.

Scalping adalah strategi yang banyak dipilih oleh trader yang ingin memperoleh keuntungan dengan cepat. Meski mirip dengan day trading, scalping cenderung lebih besar modalnya. Selain itu, day trading biasanya dilakukan oleh trader setiap hari. Berbeda dengan scalper (pelaku scalping) yang hanya melakukan trading dalam waktu sangat singkat dan bukan dilakukan setiap hari. 

Scalper memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil dari komoditas tertentu untuk mendapatkan cuan. Karena tidak terpengaruh dengan analisis fundamental maupun berita, scalper umumnya sudah punya pola teknikal tersendiri yang terdiri dari berbagai indikator. Apa saja?

  • Moving Average

Indikator ini adalah indikator yang paling mudah dan banyak dimanfaatkan oleh para scalper. Hampir semua platform trading memilikinya. Cara kerjanya cukup gampang termasuk bagi trader baru.

Kamu tinggal menentukan time frame untuk melakukan trading kemudian meletakkan beberapa garis kombinasi moving average. Uji terlebih dahulu sebelum mengoperasikannya. Salah satu kombinasi yang yang direkomendasikan adalah SMA 5-8-13 di pada chart 2 menit. Kombinasi ini dianggap ampuh untuk mengidentifikasi tren kapan kamu harus buy dan sell. Kamu juga bisa memprediksi kapan tren akan berubah arah.

Setelah dioperasikan, kamu akan melihat chart yang naik turun. Ketika tren masih kuat, garis akan menempel pada SMA 5 atau 8. Kalau sudah mendekati SMA 13, waktunya untuk close karena reversal akan terjadi. Untuk membuka posisi lagi, kamu harus menunggu sampai semua garis menyatu.

Baca juga: Moving Average: Pengertian, Contoh, serta Fungsinya

  • Bollinger Bands

Bollinger bands juga merupakan salah satu indikator scalper dengan time frame rendah yang banyak dipakai oleh trader, baik untuk trading saham maupun forex. Kamu bisa menerapkan Bollinger bands menggunakan period 12 dan deviation 2.

Begitu harganya menyentuh lower band, ambil posisi buy. Kalau nilai menyentuh upper band, pasang posisi sell. Jangan memasang stop loss dan TP yang terlalu banyak. Kamu bisa menggunakan perbandingan 10 berbanding 5 pip antara stop loss dengan dengan TP.

Perlu diketahui bahwa tidak ada strategi yang benar-benar sempurna untuk trading, termasuk jika kamu menggunakan Bollinger bands. Indikator ini memang efektif dipakai dalam lingkup pasar ranging atau sideways. Sebaliknya kalau dipakai trading saat harga trending, kamu malah bisa rugi. Hal ini disebabkan Bollinger bands kerap kesulitan memindai tembusan band dan itu berpengaruh pada posisi yang akan kamu ambil.

  • Stochastic

Indikator satu ini memiliki cara kerja yang sedikit berbeda dengan dua indikator sebelumnya. Umumnya scalper hanya menggunakan indikator ini untuk melengkapi indikator lainnya yang tergabung dalam satu sistem. Jika kamu mencari rekomendasi, kebanyakan trader andal akan menyarankan kamu menggabungkannya dengan Bollinger bands atau moving average.

Kelebihan dan Kelemahan Scalping

Sebagai salah satu opsi, scalping adalah strategi yang punya kekurangan dan kelebihan. Kelemahan scalping adalah pada tekniknya yang sulit dan perlu ketelitian. Selain itu, trader harus berada terus di depan layar selama melakukan trading.

Adapun kelebihan scalping adalah kemampuannya mendatangkan profit dalam waktu cepat. Tidak seperti long term yang harus menunggu sampai berhari-hari, dengan scalping kamu bisa mendapatkan keuntungan trading di hari yang sama.

Kelebihan scalping yang lain adalah kemudahan dalam mengoreksi kesalahan. Ketika kamu menyadari salah open posisi, kamu bisa mengidentifikasinya. Selanjutnya kamu bisa memilih untuk menutup open position yang lama dan membuka posisi baru.

Pada dasarnya, scalping adalah strategi yang dilakukan dengan mengandalkan analisa teknikal. Jadi kalau kamu tertarik menjadi scalper, ada baiknya mulai mendalami strategi teknikal yang kamu anggap punya winning probability yang menjanjikan. Jika masih bingung, tidak ada salahnya bertanya pada trader andal yang sudah terjun lebih dulu menjadi scalper

Apapun Strategi Pengembangan Dana yang Kamu Lakukan Pastikan Memilih Instrumen Investasi yang Sesuai dengan Kebutuhan!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia sekaligus mengembangkan dana, P2P Lending dari Akseleran adalah tempat yang paling cocok untukmu. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]