Berikut Rumus Bunga Majemuk dan Contohnya

0
4005
Rumus Bunga Majemuk

Bunga majemuk adalah istilah yang dikenal dalam dunia keuangan. Perhitungan bunga ini mengacu pada modal awal ditambah dengan akumulasi bunga pada periode sebelumnya. Salah satu karakteristik utama dari bunga majemuk adalah memiliki nilai tidak tetap di tiap periode.

Rumus Bunga Majemuk

Bagaimana cara menghitung bunga majemuk untuk sebuah investasi? Berikut rumus bunga majemuk yang dapat Anda gunakan untuk menghitung hasil investasi dalam periode tertentu.

Na = Nt (1 + i)n

Sementara itu, rumus untuk menghitung bunga kumulatif adalah:

In = Na – Nt

In = Nt (1 + i)n – Nt

  = Nt ((1 + i)n – 1)

Rumus menghitung bunga pada akhir tahun tertentu (n) adalah:

Na = (Nt (1 + i/m)mn

Na adalah nilai akhir bunga yang dihasilkan

Nt adalah modal awal yang dimiliki 

i adalah suku bunga yang dibebankan tiap bulan

n adalah jangka waktu bunga dibebankan

In adalah bunga kumulatif

Contoh Bunga Kumulatif

Agar dapat memahami lebih jauh tentang rumus bunga kumulatif, Anda dapat menerapkannya dalam beberapa contoh kasus. Yuk, simak di sini ulasannya.

  • Contoh 1

Bu Aisyah memiliki modal sebesar Rp200.000. Ia menginvestasikan uangnya dengan bunga majemuk 4,5% tiap 1 triwulan. Lama investasi adalah 3,5 tahun. Hitunglah nilai modal Bu Aisyah setelah jangka waktu tersebut.

Penyelesaian:

Langkah pertama, hitung n atau jangka waktu bunga. Karena bunga dihitung per triwulan, selaraskan terlebih dahulu menjadi satuan tahun. Satu triwulan sama dengan 3 bulan, maka satu tahun sama dengan 4 triwulan. Nilai n adalah 4 dikalikan 3,5 tahun yaitu 14.

Langkah kedua, masukkan angka ke dalam rumus Na = Nt (1 + i)n

Na = 200.000 (1 + 0,045)14

Na = 200.000 (1,045)14  

Jadi, hasil investasi Bu Aisyah selama 3,5 tahun tersebut adalah Rp4.389.000.

  • Contoh 2

Pak Adi diberi pinjaman sebesar Rp2.000.000. Bunga majemuk tiap bulan yang dibebankan oleh pemberi pinjaman adalah 2% per bulan. Nilai akhir yang dibayarkan Pak Adi setelah 5 bulan adalah berapa?

Penyelesaian:

Untuk menjawab soal ini, langsung masukkan angka-angka yang tersedia pada rumus.

Nt = Rp2.000.000

Suku bunga (i) = 2 %

Jangka waktu (n) = 5 bulan

Nah, jika ingin dihitung nilai akhir yang dibayarkan, maka:

Na = Nt (1 + i)n

Na = 2.000.000 (1 + 0,02)5

Na = 2.000.000 (1,02)5

Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa nilai akhir yang dibayarkan oleh Pak Adi adalah Rp2.208.161.

  • Contoh 3

Ibu Sinta mendepositokan uangnya ke bank sejumlah Rp20.000.000 dengan jangka waktu 10 tahun. Suku bunga majemuk untuk deposito tersebut adalah 5%. Berapa hasil deposito yang akan diterima Ibu Sinta 10 tahun kemudian?

Penyelesaian:

Modal awal (Nt) yang akan didepositokan adalah Rp20.000.000

Jangka waktu (n) selama 10 tahun dengan suku bunga (i) sebesar 5%

Maka, In = [(1 + 0.05)10 – (1 + 0,05)10-1] 20.000.000

Hasilnya adalah Rp1.600.000

Baca juga: Nikmati Kemudahan Pinjaman Bunga Rendah di Akseleran!

Perbedaan Bunga Majemuk dengan Bunga Tunggal

Selain bunga majemuk, ada pula yang disebut bunga tunggal. Bunga tunggal adalah suku bunga dengan nilai yang tetap. Apa saja perbedaannya dengan bunga majemuk?

  1. Perhitungan bunga majemuk agak rumit, sedangkan perhitungan bunga tunggal lebih sederhana.
  2. Bunga majemuk ditandai dengan perubahan nilai, sedangkan bunga tunggal memiliki nilai yang tetap dalam periode investasi.
  3. Nilai pokok tidak dipengaruhi oleh besar bunga tunggal. Sebaliknya, pada bunga majemuk, nilai pokok akan bertambah bersamaan dengan meningkatnya suku bunga. 
  4. Jika Anda ingin melakukan investasi, bunga majemuk paling cocok. Dengan bunga majemuk, nilai investasi lebih cepat naik. Sebaliknya, bunga tunggal baik digunakan untuk melakukan pinjaman.
  5. Salah satu yang memengaruhi bunga tunggal adalah jangka waktu pinjaman. 

Dengan mengetahui perbedaan antara bunga majemuk dengan bunga tunggal, Anda bisa memilih opsi terbaik saat berinvestasi. Sebaliknya, jika ingin mengajukan pinjaman, bunga tunggal akan lebih menguntungkan. Rumus bunga majemuk akan membantu Anda menghitung besar angsuran dan bunga yang didapatkan.

Jadi, tunggu apa lagi, pelajari rumus bunga majemuk dan mulailah merencanakan investasi terbaik untuk masa depan.

Untuk Melakukan Perencanaan yang Lebih Matang, Kamu Dapat Menggunakan Kalkulator Finansial Melalui Akseleran!

Dengan kalkulator finansial kamu dapat memperhitungkan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari pengembangan dana yang dilakukan. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]