Reversal Adalah : Definisi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

0
1788

Perkembangan teknologi yang begitu pesat mau tidak mau membuat layanan perbankan tertarik untuk mengembangkan jasanya dalam bentuk digital, baik itu berupa internet banking ataupun aplikasi mobile banking. Inovasi ini tentu membuat nasabah bisa menikmati berbagai layanan perbankan dengan mudah.

Cukup dengan mengakses layanan digital bank, nasabah sudah bisa melakukan transfer, cek saldo, cek mutasi, atau bahkan tarik tunai dari mana saja. Meskipun kelihatannya memiliki pondasi keamanan cukup mumpuni, sistem digital dunia perbankan terkadang mengalami error.

Untuk mencegah kepanikan dari pihak nasabah, bank akan mengirimkan notifikasi dalam bentuk pesan ke nomor handphone terdaftar. Biasanya, dalam beberapa notifikasi yang diterima kita akan menemukan istilah “Reversal.” 

Mengenal Reversal

Pada dasarnya, arti reversal adalah keterangan transaksi. Keterangan transaksi ini biasanya sering muncul dalam notifikasi yang dikirimkan ke nomor handphone kita. Notifikasi reversal sendiri akan diterima apabila terjadi kegagalan dalam transaksi perbankan seperti time out atau tidak bisa melakukan transfer.

Bagi yang belum pernah mendapatkan notifikasi reversal, pesan yang masuk kerap kali membuat panik. Hal tersebut sangatlah wajar karena sampai kini, masih banyak yang sangsi pada keamanan layanan perbankan digital. Meskipun begitu, kita tidak perlu merasa terlalu khawatir.

Masuknya pesan reversal ke handphone tidak akan membuat saldo berkurang atau transaksi merugi. Reversal merupakan pemberitahuan supaya kita tahu bahwa transaksi mengalami kegagalan dan suatu waktu nanti bisa kita ulangi kembali. Apabila karena kegagalan salah satu transaksi saldo kita berkurang, jangan khawatir.

Pihak bank akan mengembalikan saldo kita seperti semula selama data atau bukti yang diberikan sesuai. Jadi, masih takut dengan munculnya notifikasi reversal?

Penyebab Reversal

Setiap kegagalan pasti memiliki penyebab, begitu pula dengan reversal. Beberapa penyebab reversal adalah:

1. Nomor Rekening Tujuan Salah

Rata-rata kegagalan transaksi disebabkan oleh kelalaian pengguna, termasuk di antaranya salah memasukkan nomor rekening tujuan transfer. Hal ini tentu saja membuat sistem tidak bisa melacak nomor rekening tujuan sehingga transaksi dianggap gagal.

2. Time Out

Setiap layanan perbankan digital pasti memiliki batasan waktu yang secara otomatis akan menghentikan semua aktivitas dan me-log out nasabah dari aplikasi. Hal ini merupakan salah satu upaya layanan perbankan untuk memastikan keamanan setiap transaksi.

Sayangnya, kadang kali kita terpaksa log out meskipun belum selesai melakukan transaksi karena adanya time out. Kasus semacam inilah yang membuat layanan mengirimkan notifikasi reversal agar pengguna lebih bijak dalam memanfaatkan waktu tanpa harus terkena time out.

3. Outer

Penyebab lain reversal adalah outer. Artinya, nomor tujuan pengiriman berada di luar jangkauan bank. Kasus ini biasanya terjadi pada nasabah yang menggunakan kode transfer. Misalnya, kita melakukan transfer ke luar negeri menggunakan layanan perbankan yang tidak mendukung aktivitas keuangan internasional.

4. Gangguan Jaringan

Tidak semua wilayah Indonesia ter-cover jaringan kuat dan mumpuni. Selain itu, sistem bank juga kerap mengalami eror karena gangguan internal maupun eksternal. Hal tersebut tentu saja membuat transaksi akan mengalami kegagalan sehingga layanan akan secara otomatis mengirim pesan reversal ke handphone.

Baca juga: Rekening Dana Lender (RDL) Akseleran: Fungsi dan Cara Membuatnya

Cara Mengatasi Reversal

Pada dasarnya reversal  bukan masalah besar, apalagi jika terjadi dalam dunia perbankan. Jika kita cukup sering panik dalam menerima notifikasi reversal, ada bebera cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

1. Memastikan Nomor Rekening Tujuan Benar

Masalah utama yang kerap membuat masuknya notifikasi reversal adalah ketidaktelitian nasabah saat melakukan transaksi. Jadi ketika akan mengirim uang melalui transfer, pastikan untuk mengecek ulang nomor rekening tujuan dan nama nasabah yang tertera. Jika sesuai, reversal bisa kita hindari.

2. Memastikan Bahwa Jaringan Internet Stabil

Internet merupakan salah satu faktor pendukung berhasil tidaknya transaksi yang dilakukan. Inilah mengapa untuk meminimalisasi risiko kegagalan kita butuh jaringan internet stabil. Jadi apabila sedang berada di lokasi dengan jaringan internet lemah, sebaiknya tunda keinginan untuk bertransaksi hingga kita berada di lokasi yang jaringannya lebih kuat.

3. Aktifkan Fitur Notifikasi

Meskipun kerap membuat panik, nyatanya kita butuh notifikasi dari bank termasuk reversal untuk mengetahui apakah transaksi yang dilakukan berhasil. Jadi tidak perlu ragu dalam mengaktifkan fitur notifikasi baik melalui email ataupun pesan singkat.Sederhananya, reversal adalah fitur yang bermanfaat bagi nasabah untuk mengetahui apakah transaksi yang dilakukan berhasil. Jadi, tidak perlu panik ketika menerima notifikasi bertuliskan “Reversal.” Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]