Lebih dalam Mengenal Istilah Borrower

0
471
Borrower Adalah

Di dunia teknologi keuangan (fintech), ada dua istilah yang sering disebut berdampingan yaitu lender dan borrower. Keduanya sama-sama memiliki peran dalam berdirinya sebuah usaha P2P (peer to peer) lending. Tanpa ada salah satunya, P2P lending tidak bisa berjalan sebagaimana yang diinginkan.

Pada dasarnya, lender merupakan istilah untuk menyebut pemberi pinjaman sedangkan borrower adalah penerima pinjaman. Untuk lebih memahami peran borrower di dunia P2P lending, mari kita ulas segala hal tentang hal ini.

Apa itu Borrower?

Dalam dunia perbankan, borrower dikenal dengan istilah debitur. Bedanya dengan yang kita kenal selama ini, borrower dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan apapun secara online. Hal yang perlu dilakukan hanyalah mengunggah beberapa dokumen untuk di-review oleh lender.

Inilah mengapa sebagai borrower, penting untuk memiliki skor kredit dan riwayat keuangan sehat agar potensi mendapat pinjaman semakin besar. P2P lending sendiri biasanya bekerja sama dengan lembaga mitigasi risiko untuk menentukan layak tidaknya borrower memperoleh pinjaman.

Data dari lembaga tersebut juga diberikan pada lender sebagai bahan pertimbangan agar investasi mereka bisa berjalan lancar. Agar selalu memperoleh pinjaman dan memiliki skor kredit bagus, borrower diharapkan selalu mengembalikan pinjamannya tepat waktu tidak melebihi jatuh tempo.

Jadi sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman di platform P2P lending, pahami suku bunga dan tenor yang dipilih. Pastikan pula bahwa di masa mendatang kita selalu memiliki kemampuan untuk membayar. 

Cara Bijak Menjadi Borrower

Setiap orang pasti berpikir bahwa menjadi borrower adalah suatu keuntungan tanpa risiko. Beberapa bahkan merasa pinjaman tanpa agunan dari P2P lending bisa dimanfaatkan tanpa tanggung jawab. Padahal seperti lembaga keuangan lain, meminjam di platform P2P lending risikonya cukup besar.

Sebagai lembaga keuangan yang mengawasi aktivitas P2P lending, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan memiliki beberapa saran bagi para borrower pemula agar tetap bijaksana dalam mengajukan pinjaman. Beberapa tips agar bijak saat menjadi borrower adalah:

1. Memastikan Bahwa P2P Lending Telah Mengantongi Izin Resmi

Untuk mengetahui apakah platform pinjaman online yang dipilih telah berizin dan diawasi oleh OJK, kita bisa menghubungi nomor telepon 157 atau mengecek di situs resmi www.ojk.go.id. Melakukan pinjaman di platform tidak berizin tentu cukup berisiko, terutama soal keamanan data dan dokumen pribadi yang diunggah.

2. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Sebaiknya gunakan dana yang akan dipinjam nanti untuk kebutuhan produktif bukan konsumtif. Misalnya, untuk modal usaha, biaya pendidikan, atau biaya renovasi rumah. Apabila terpaksa digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti biaya pernikahan atau kesehatan, pastikan besarnya tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan.

3. Bayar Cicilan Tepat Waktu

Setiap platform P2P lending resmi pasti memberlakukan sistem cicilan entah itu per 30 hari, 28 hari, atau 15 hari. Agar skor kredit tetap bagus dan terhindar dari risiko membayar denda besar, pastikan untuk membayar cicilan tepat waktu sesuai tenor yang dipilih.

4. Jangan Gali Lubang dan Tutup Lubang

Salah satu masalah terbesar borrower adalah meminjam untuk membayar pinjaman lainnya. Untuk menghindari hal ini, pastikan jumlah pinjaman yang diajukan tidak melebihi nominal pendapatan sehingga pelunasan cicilan bisa menjadi prioritas begitu kita memperoleh gaji. 

5. Perhatikan Bunga dan Denda Pinjaman

Setiap platform memiliki kebijakan masing-masing soal bunga dan denda pinjaman. Dari OJK sendiri, bunga pinjaman yang diizinkan tidak lebih dari 0,8% dan denda maksimal kurang dari 100% nominal pinjaman pokok. Jadi sebelum melakukan pinjaman, perhatikan dulu ketentuan bunga dan dendanya lalu pilih platform yang menawarkan besaran bunga atau denda paling rendah.

Baca juga: Return Adalah: Definisi, Jenis Hingga Komponen

6. Perhatikan Kontrak Perjanjian

Sebelum mencairkan pinjaman, platform P2P lending pasti memberikan kontrak perjanjian untuk kita pahami. Baca kontrak tersebut dengan teliti agar kita tahu kebijakan yang diterapkan. Apabila ada satu atau lebih kebijakan yang kurang tepat menurut kita, tunda pinjaman dan cari platform lain yang sesuai.

Membaca ulasan di atas dapat dipahami bahwa menjadi borrower adalah tentang kebijaksanaan. Meskipun berstatus sebagai penerima dana, tetapi kita memiliki hak yang sama dalam memperoleh perlindungan di platform P2P lending sebagaimana lender

Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]