6 Cara Mudah Mulai Reksadana untuk Pemula

1
187
Reksadana Untuk Pemula

Akhir-akhir ini publik ramai memperbincangkan perihal investasi. Dari return yang bernilai wah hingga cerita ‘bokek’ karena salah langkah, semua hal tersebut menjadikan investasi sebagai aktivitas yang terkesan ‘menantang’. Sebagai pemula, Anda mungkin pernah dengar bahwa reksadana merupakan investasi yang disarankan untuk pemula. Seperti apa sih reksadana untuk pemula?

Agar tak salah langkah, ada baiknya Anda mengenal langkah-langkah yang harus diambil jika berencana investasi reksadana. Yuk, simak ulasannya!

Apa Sebenarnya Investasi Reksadana Itu?

Investasi reksadana diartikan sebagai investasi yang dilakukan di suatu lembaga reksadana. Ada beberapa produk yang bisa Anda pilih sebagai instrumen investasi, misalnya reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana pendapatan tetap.

Hal yang menonjol dari investasi reksadana adalah sistem pengelolaan dananya. Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi saham tanpa melalui lembaga reksadana, Anda perlu mengelola sendiri dana yang Anda investasikan. 

Di sisi lain, jika Anda berinvestasi melalui lembaga reksadana, dana yang Anda investasikan akan dikelola oleh lembaga tersebut. Dengan begitu, return yang Anda dapatkan pun akan dikurangi dengan biaya pengelolaan dana oleh lembaga reksadana. 

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Untuk mulai berinvestasi, Anda perlu melakukan langkah-langkah investasi reksadana sebagai berikut:

  • Cari tahu dulu tujuan investasi Anda

Sebelum mulai investasi di reksadana, Anda perlu mengetahui tujuan investasi (jangka panjang atau jangka pendek). Mengetahui tujuan investasi dapat membantu lembaga reksadana untuk mengarahkan Anda kepada instrumen investasi yang tepat.

  • Mengetahui profil risiko

Tak hanya tujuan investasi, Anda juga perlu mengetahui kesiapan dalam menghadapi risiko. Dalam berinvestasi, terdapat tiga tipe profil risiko investor:

  • Tipe investor konservatif, yaitu tipe investor yang cenderung memilih instrumen investasi yang aman, instrumen investasi yang memberikan return yang tidak besar, tetapi memiliki pergerakan yang stabil. 
  • Tipe investor agresif, yaitu tipe investor yang risk taker, siap rugi, dan cenderung tidak takut terhadap adanya fluktuasi harga. Karena kesiapannya dalam menanggung risiko melebihi tipe investor lain, investor tipe ini dapat dikatakan siap untuk berinvestasi di berbagai instrumen, misalnya saham, forex, atau komoditas.
  • Tipe investor moderat, yaitu tipe investor dengan profil risiko di antara tipe investor konservatif dan agresif.
  • Tentukan alokasi dana untuk berinvestasi

Sebelum berinvestasi, Anda harus mengalokasikan sejumlah dana dari pendapatan rutin. Jumlah yang bisa dialokasikan tentu saja tergantung pada kemampuan Anda. Tentu akan lebih baik jika dana yang Anda masukkan untuk investasi sudah ‘bersih’ dari keperluan rutin seperti makan, cicilan, dan biaya lain yang krusial.

Meski demikian, menurut para ahli, alokasi ideal untuk investasi adalah 10% dari total pendapatan Anda. Misalnya, jika pendapatan per bulan Anda adalah Rp5.000.000,00, maka nominal investasi yang disarankan adalah Rp500.000,00. 

  • Lakukan riset untuk memilih lembaga reksadana yang tepat untuk investasi Anda

Langkah investasi reksadana untuk pemula selanjutnya adalah memilih lembaga reksadana itu sendiri.

Akhir-akhir ini, banyak lembaga reksadana yang mempermudah pemula dalam melakukan investasi. Fitur yang biasanya ditawarkan antara lain nominal deposit minimum yang rendah, proses pembukaan rekening yang antiribet, hingga fee pengelolaan dana yang bersaing.

Untuk dapat mendapatkan lembaga reksadana terbaik, Anda wajib melakukan riset untuk membedakan lembaga yang satu dengan yang lainnya. 

Pastikan untuk memilih lembaga reksadana yang kredibel dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), tidak hanya yang menjanjikan return besar saja. Selain itu, pelajari fund fact sheet reksadana dan track record manajer investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi di lembaga tersebut.

Baca juga: Pengertian Fund Fact Sheet dalam Reksadana

  • Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan faktor risiko dan rencana durasi investasi

Selanjutnya, Anda bisa memilih tipe instrumen yang sesuai dengan rencana investasi dan profil risiko yang siap Anda ambil sebagai seorang investor. 

Agar dapat menentukan instrumen investasi yang tepat, Anda perlu mengenal tingkat risiko, tingkat return, dan mekanisme kerja masing-masing instrumen investasi. Karena Anda sudah menjadi nasabah dari lembaga reksadana, biasanya pihak reksadana pun akan memberi saran yang bisa Anda pertimbangkan dalam menentukan instrumen yang cocok untuk Anda.

  • Mulai berinvestasi

Langkah reksadana untuk pemula selanjutnya adalah mulai berinvestasi. Setelah mendaftar di lembaga reksadana, mempelajari profil risiko, dan memilih instrumen yang sesuai, inilah saatnya untuk mulai mengimplementasikan ilmu investasi yang sudah Anda pelajari sebelumnya.

Nah, itulah enam langkah yang bisa Anda lakukan untuk berinvestasi dalam produk reksadana untuk pemula. Cukup mudah, bukan? Yuk, mulai investasi! 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.