Mengenal Rasio Keuangan: Pengertian, Jenis, Implementasi dan Contohnya

0
546
Rasio Keuangan

“The power of ratios lies in the fact that the numbers in the financial statement by themselves don’t reveal the whole story”. Dalam menjalankan suatu bisnis, wajar jika pengusaha menemui permasalahan yang mengharuskannya segera mengambil keputusan. Sebelum melangkah, ada berbagai hal yang perlu Anda pertimbangkan, termasuk rasio keuangan.

Berbicara tentang keuangan, tentu hal tersebut mendapatkan perhatian lebih besar. Pasalnya, kegiatan operasional bisnis dapat berjalan maksimal, hanya jika finansial dalam kondisi sehat serta seimbang. 

Pengertian Rasio Keuangan

Secara sederhana, rasio keuangan adalah suatu metode untuk mengetahui tingkat perkembangan perusahaan dengan menganalisisnya. Informasi ini termasuk hal penting, karena sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.

Inilah salah satu alasan, mengapa banyak perusahaan besar yang menggunakan rasio untuk berbagai kepentingan. Mulai dari landasan dalam mengambil keputusan, penyelesaian masalah, hingga perencanaan strategi di waktu mendatang.

Bukan hanya itu saja, rasio finansial juga mempunyai peran eksternal, yakni sebagai bukti kepada investor, apabila performa perusahaan baik. Lantas, bagaimana cara untuk menghitung rasio finansial perusahaan?

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat Anda terapkan untuk menghitung tingkat rasio, tergantung jenis yang dipilih. Setiap jenis mempunyai metode penghitungan yang berbeda. Seperti apa?

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Merujuk dari segi fungsinya yang cukup banyak, maka penting untuk mengetahui jenis-jenis rasio agar penggunaannya dapat tepat sasaran. Ada 4 jenis rasio yang dapat Anda terapkan, meliputi:

1. Likuiditas

Secara sederhana, likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban dalam jangka pendek. Perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi dapat menjadi pertanda bahwa performanya tidak sehat.

Apabila hal tersebut berkelanjutkan, bukan tidak mungkin malah akan menyebabkan kebangkrutan pada perusahaan. Berikut 3 jenis rasio likuiditas berikut dengan rumus untuk menghitungnya:

  • Current Ratio (Rasio Lancar) = (Aktiva Lancar / Utang Lancar) x 100%.
  • Quick Ratio (Rasio Cepat) = ((Kas+Efek+Piutang) / Utang Lancar) x 100%.
  • Cash Ratio = ((Kas+Efek) / Utang Lancar) x 100%.

2. Solvabilitas

Sama-sama mengukur tingkat kemampuan dalam pelunasan utang, rasio solvabilitas berperan untuk meyakinkan investor. Bedanya, solvabilitas tak hanya menghitung utang jangka pendek, tetapi juga panjang dengan dua cara, yakni:

  • Rasio dengan Pendekatan Aktiva = (Jumlah Utang / Jumlah Aktiva) x100%.
  • Pendekatan Modal = (Total Utang /Jumlah Modal) x100%.

Baca juga: Rasio Solvabilitas, Rumus, dan Cara Penyelesaiannya

3. Profitabilitas

Sesuai namanya, rasio ini menghitung tingkat keuntungan yang perusahaan dapatkan dari kegiatan operasional. Oleh karena itu, persentase dengan angka yang semakin besar menunjukkan kesehatan finansial ke arah positif. Adapun rumusnya:

  • Margin Laba Kotor: ((Penjualan Bersih – HPP) /Penjualan Bersih) x 100%.
  • Rasio Pendapatan Operasional: ((Penjualan Bersih – HPP – Laba Sebelum Pajak & Bunga) /Penjualan Bersih) x 100%.
  • Earning Power of Total Investment: (Laba Sebelum Bunga & Pajak /Total Aktiva) x 100%.
  • Return of Investment: (Laba Sesudah Pajak /Total Aktiva) x 100%.
  • Margin Laba Bersih: (Laba Bersih Sesudah Pajak /Penjualan Bersih) x 100%.
  • Return on Equity: (Laba Sesudah Pajak /Total Equity) x100.
  • Return on Net Worth: (Laba Sesudah Pajak /Total Modal Pribadi) x100%.

4. Rasio Aktivitas

Aktivitas di sini dapat Anda artikan sebagai kegiatan operasional atau penjualan perusahaan, sehingga hasilnya menunjukkan efektivitas usaha. Hal seperti ini akan mengakibatkan modal menjadi berhenti, karena penjualan rendah.

  • Receivable Turnover: (Penjualan /Rata-rata Piutang) x100%.
  • Inventory Turnover: (Penjualan /Jumlah Persediaan) x100%.
  • Fixed Asset Turnover: (Penjualan /Jumlah Aktiva Tetap) x100%.
  • Total Asset Turnover: (Penjualan /Jumlah Aktiva) x100%.
  • Average Collection Turnover: ((Piutang x 365 hari) /Penjualan) x100%.
  • Working Capital Turnover: (Penjualan / (Aktiva Lancar /Jumlah Utang Lancar)) x100%

Interpretasi dan Cara Menggunakan Rasio untuk Identifikasi Masalah Keuangan

Perlu Anda ketahui,bahwa jenis-jenis rasio di atas tidak bersifat mutlak. Artinya, tidak semua rumus cocok untuk perusahaan, sehingga Anda perlu mencoba setiap metode yang ada.

Dari sini, Anda akan mengetahui jenis dan rumus mana yang memang sesuai peruntukannya bagi perusahaan. Untuk mengidentifikasi suatu masalah, Anda dapat menginterpretasikan rasio ini dengan metode analisis berikut:

1. Common Size

Adapun cara untuk menganalisis metode common size yakni dengan membuat perbandingan antara total aset, pasiva, serta data penjualan. Setiap komponen disajikan dalam wujud persentase pada laporan laba rugi maupun neraca.

Biasanya perusahaan menerapkan metode ini untuk tujuan penilaian, seperti membandingkannya dengan pendapatan periode sebelumnya maupun kompetitor. 

2. Time Series & Forecasting

Tujuan penerapan metode ini adalah memproyeksikan kondisi finansial perusahaan pada waktu mendatang dengan cara membuat perbandingan data selama beberapa periode. 

Dalam penerapannya, Anda harus memperhatikan beberapa hal, seperti perubahan teknologi, keberadaan kompetisi, akuisisi, hingga peraturan serta kebijakan yang pemerintah tetapkan. 

Pasalnya, hal-hal tersebut akan memengaruhi perubahan yang terjadi pada struktur finansial perusahaan. Anda dapat memanfaatkan 3 metode pendekatan untuk mengaplikasikannya, yakni visual, statistik, dan yang terakhir ekonomi.

Contoh Rasio Keuangan dalam Bisnis Skala Kecil dan Menengah

Dalam dunia bisnis, keuangan bertindak seperti roda pada kendaraan, tak peduli berapa pun skalanya. Pastikan roda tersebut sehat dan berkualitas, agar kendaraan Anda dapat melaju sampai tujuan.

Penggunaan rasio finansial tidak hanya ditujukan bagi perusahaan atau industri kelas atas saja, tetapi juga bisnis kecil-kecilan serta menengah. Untuk lebih jelasnya, Anda memperhatikan salah satu contoh analisis berikut:

Misalnya Anda mempunyai sebuah toko grosir sembako yang mempunyai laporan sebagai berikut:

  • Kas dan aset lainnya setara kas: Rp200.000.000
  • Jumlah utang dalam jangka pendek: Rp150.000.000

Maka, rasio kas toko terhadap utang dapat Anda ketahui dengan menerapkan metode current ratio, seperti berikut ini:

Current Ratio = ((kas + aset) / utang) x100% = (200.000.000 / 150.000.000) x100% = 1.33 x 100% = 133%

Berdasarkan contoh perhitungan di atas, maka toko Anda mempunyai rasio kas sebesar 1.33 atau setara dengan 133%. Itu artinya, bisnis yang Anda jalankan mempunyai performa baik, karena mampu melunasi kewajiban.

Tips Menggunakan Rasio dalam Mengatur Keuangan

Penghitungan rasio tidak hanya berfungsi menunjukkan performa perusahaan, Anda juga dapat memanfaatkannya untuk kepentingan lain. Berikut sederet tips menggunakan analisis rasio keuangan untuk meningkatkan kesehatan finansial:

1. Analisis Produk dan Pasar

Jika perputaran modal atau penjualan terlalu lambat, Anda dapat menganalisis produk dan kebutuhan pasar. Cari tahu respon konsumen terhadap produk, tren yang sedang berlangsung di pasar, hingga barang dari pihak kompetitor. 

Dari sini, Anda dapat mengetahui apa yang menyebabkan perputaran jadi melambat. Perbaiki respon tersebut, agar konsumen dapat menerima produk. Apabila tidak memungkinkan, hapus dan ganti produknya dengan item baru.

2. Kontrol Keuangan

Mengontrol keuangan bukan hanya sebatas menyusun laporan setiap akhir periode, tetapi juga memastikan semua pos sesuai porsinya. Pastikan tidak ada biaya operasional membengkak atau tidak sesuai anggaran, agar usaha tetap berjalan.

3. Jangan Mudah Memberi Piutang

Beberapa pengusaha menawarkan metode pembayaran secara tempo (bayar belakangan) kepada para pelanggan. Jika rasio finansialnya dalam kondisi ketar-ketir, Anda sebaiknya meminimalkan hal tersebut dahulu.

4. Hindari Banyak Berutang

Utang yang tak terkendali dapat membawa Anda ke tepi jurang kebangkrutan, sehingga bijaklah. Sebisa mungkin, hindari untuk menutup utang dengan meminjam di tempat lain. 

Kesimpulan

Utang dalam dunia bisnis merupakan hal yang sangat lumrah, tetapi jika rasio keuangan sudah tak sehat, maka Anda harus waspada. Alih-alih menutup utang dengan pinjaman lain, Anda dapat bergabung dengan Akseleran. Platform ini menyediakan media khusus untuk mempertemukan investor dengan pengusaha yang memerlukan suntikan modal. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan operasional dan memperbesar lama, sehingga mampu membayar utang.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].