Portofolio Investasi: Pengertian, Jenis dan Contohnya

0
171
Portofolio Investasi

Apa itu portofolio investasi? Ini merupakan istilah yang familier di dunia investasi. Portofolio sendiri dapat diartikan sebagai kumpulan investasi keuangan yang diperdagangkan di bursa. Investasi tersebut dapat berbentuk uang tunai, saham, obligasi, reksa dana, dan berbagai instrumen investasi lainnya.

Pengertian Portofolio Investasi

Portofolio investasi mencakup lingkup yang lebih luas. Bentuknya dapat berupa real estate, emas, barang seni, dan berbagai model penanaman modal lain yang menawarkan peluang keuntungan pada masa yang akan datang.

Portofolio identik dengan diversifikasi dalam investasi. Setiap investor disarankan untuk melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko kerugian. Diversifikasi adalah menempatkan modal investasi pada beberapa jenis instrumen supaya risikonya terbagi.

Dalam rangka melakukan diversifikasi tersebut, seorang investor memiliki portofolio investasi yang berisi lebih dari satu instrumen. Dengan ide portofolio tersebut, risiko kerugian yang dialami oleh investor bisa ditekan sekaligus meningkatkan peluang keuntungan.

Jenis Portofolio Investasi

Untuk memahami lebih dalam, kenali juga beberapa jenis portofolio yang umum dikenal. Berikut di antaranya:

Income Portofolio

Income portofolio banyak dipilih oleh investor yang bersifat konservatif. Pasalnya, risiko investasi yang menyertainya cenderung kecil. Dengan income portofolio, imbal hasil dari dividen yang diberikan perusahaan dapat dimaksimalkan dibandingkan capital gain maupun penjualan aset investasi.

Value Portofolio

Jenis portofolio lainnya adalah value portofolio. Ini adalah jenis portofolio investasi yang isinya adalah aset saham serta berbagai instrumen dengan nilai yang tinggi. Karena aset yang berada di dalamnya mengalami harga fluktuatif, nilai portofolio tersebut pun berisiko tinggi.

Growth Portofolio

Ada pula yang disebut growth portofolio. Pada jenis portofolio ini, investor memprioritaskan aset high return. Investor yang memilih growth portofolio adalah mereka yang memiliki profil risiko agresif maupun moderat. Industri dengan kinerja yang baik juga termasuk dalam portofolio. 

Baca juga: 5 Pilihan Terbaik Investasi Untuk Pemula

Contoh Portofolio Investasi

Pertama, portofolio investasi dengan diversifikasi produk. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan model diversifikasi portofolio. Model tersebut cocok bagi yang membutuhkan uang tunai dalam waktu singkat dan tidak ingin kehilangan dana tersebut sedikit pun.

Ada pula yang disebut model pendapatan tetap. Portofolio investasi ini ditujukan kepada investor yang ingin memperoleh pendapatan tetap dari hasil investasi. Sumbernya bisa bervariasi, tergantung jenis investasi yang dikelola. Mereka biasanya berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang.

Contoh lainnya adalah portofolio investasi dengan satu produk tetapi jenis yang berbeda. Contoh portofolio ini adalah pasar uang yaitu salah satu jenis reksa dana. Bentuk investasi yang dipilih adalah deposito berjangka, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), sertifikat deposito, dan sebagainya. Risiko jenis reksa dana ini lebih kecil. 

Mengoptimalkan Portofolio Investasi

Agar portofolio investasi dapat menghasilkan keuntungan yang lebih optimal pada masa mendatang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

Pertama, tentukan tujuan investasi. Tentukan juga jangka waktu investasi untuk mencapai target yang diinginkan. Jika ingin mempersiapkan biaya liburan misalnya, Anda bisa memilih investasi jangka pendek seperti reksa dana pasar uang. 

Kedua, lakukan diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari portofolio investasi. Dengan melakukan diversifikasi, Anda bisa meminimalkan risiko investasi.

Ketiga, kenali profil risiko. Setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada kemampuan menerima risiko. Ada yang bersifat konservatif, moderat, dan agresif. Investor konservatif biasanya mengambil langkah aman, sedangkan agresif lebih siap mengambil risiko besar. Dengan mengenali profil risiko diri sendiri, Anda bisa menentukan pilihan investasi yang lebih tepat.

Keempat, perhatikan komposisi portofolio. perhatikan komposisi portofolio agar lebih seimbang. Anda harus menyeimbangkan risiko dengan imbal hasil yang diterima. Karena itu, Anda disarankan untuk memilih berbagai jenis instrumen agar bisa menutup kerugian dengan keuntungan aset yang lain. Komposisi portofolio ini bisa diatur dengan profil risiko.

Demikian penjelasan singkat tentang portofolio investasi, termasuk jenis dan contohnya. Anda juga dapat mengoptimalkan keuntungan dari portofolio investasi dengan beberapa langkah yang efektif. Semoga bermanfaat!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]