Cikal Bakal Brand Supreme

1
169
Cikal Bakal Brand Supreme

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan brand Supreme yang sudah mendunia. Brand fashion streetwear asal New York, Amerika Serikat ini sudah berdiri sejak tahun 1994 dan mulai menjadi brand streetwear populer sejak tahun 2017. Saat ini Supreme menjadi brand dengan nilai pasar yang fantastis, namun ternyata pendiri perusahaan Supreme pernah bekerja di pabrik baterai dan pertama kali mendapatkan ide untuk memulai brand fashion sendiri karena sedang jualan di pasar loak.

James Jebbia, pendiri brand Supreme dahulu tinggal di Crawley, Inggris dan menjadi karyawan pabrik baterai jauh sebelum mendirikan Supreme. Pekerjaan ini dilakukan Jebbia agar bisa pergi ke London, Inggris, untuk membeli pakaian yang hanya bisa dilihatnya di foto dan majalah.

Tahun 1983, berumur 19 tahun, James Jebbia pun tiba di London dan memulai petualangan fashionnya. Berbekal pengetahuan fashionnya dari London, Jebbia memutuskan pergi ke New York, di tahun yang sama. Jebbia nekat pergi ke Amerika dengan modal sebesar $100 (Rp1,4 juta). Jebbia kemudian bekerja di toko pakaian Parachute selama 4 tahun. Dengan misi yang sama, yaitu agar bisa membeli pakaian yang saat itu digandrungi anak muda Amerika.

Tahun 1988, James Jebbia keluar dari toko Parachute dan mulai menjual tas punggung di pasar loak di daerah Staten Island, New York. Saat sedang berjualan, Jebbia melihat ketimpangan pada aktivitas pasar loak di New York. Menurutnya, koleksi streetwear yang beredar saat itu sangat sedikit dan berbanding terbalik saat dirinya berada di London.

Celah in kemudian dimanfaatkan oleh Jebbia untuk memulai bisnisnya pada tahun 1993 dengan membuka Skate Shop dengan konsep dan design yang berbeda, yaitu mewah dan elegan. Bisnis Jebbia berjalan mulus dan sukses besar. Sesuai dengan konsep awalnya, streetwear dan skate shop, Supreme menjalin kerja sama dengan skena skateboard saat itu. Seiring berjalannya waktu toko Supreme menjadi tempat berkumpul penggemar skate di New York. Dari sinilah kemudian Supreme perjalanan bisnisnya, dengan memproduksi pakaian yang cocok untuk para skateboarder. Bahan bakunya sama dengan pembuatan seragam tentara dan kain khusus.

Untuk mendongkrak brandnya, Supreme kemudian menggunakan model penjualan “The Drop” atau strategi penjualan dengan produksi terbatas. Strategi penjualan ini lah yang membuat harga baju Supreme terbilang mahal di pasaran. Kemudian oleh reseller yang mendapatkan baju terbatas tersebut menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Harga jualnya bisa naik hingga 10x lipat dari harga retail asli.

Seiring berjalannya waktu, brand Supreme pun mulai digemari kaum muda New York dan mulai dipakai banyak selebriti Amerika. Kini, Supreme dinobatkan sebagai brand streetwear nomor 1 di dunia. Per akhir 2021, pendapatan perusahaan mencapai $19 juta atau setara Rp281 miliar. 

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

1 COMMENT

Comments are closed.