Perbedaan Profesi dan Pekerjaan yang Sering Orang Tidak Tahu!

2
6998
Perbedaan Profesi dan Pekerjaan

Perbedaan profesi dan pekerjaan mungkin belum banyak diketahui, dan kerap kali  keduanya dianggap sama oleh masyarakat. Mari kita kulik apa saja sih yang membedakannya.

Keahlian 

Perbedaan profesi dan pekerjaan yang pertama adalah mengenai penguasaan keterampilan tertentu atau keahlian. Profesi merupakan bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian tersendiri, sedangkan pekerjaan tidak memerlukan keahlian ataupun keterampilan khusus untuk dapat memulainya. Siapa saja bisa melakukan suatu pekerjaan, sementara profesi hanya dilakoni oleh mereka yang ahli di bidangnya.

Latar Belakang Pendidikan

Seperti yang disampaikan di atas, seseorang harus memiliki keahlian atau keterampilan tertentu untuk menekuni sebuah profesi. Keterampilan ini didukung pengetahuan yang didapat dari mengenyam pendidikan atau mengikuti pelatihan terkait profesi tersebut dan teruji lewat uji kompetensi. Lain halnya dengan pekerjaan yang bisa dilakukan meski tanpa ditunjang latar belakang pendidikan yang berhubungan sekalipun.

Kualifikasi yang Dibutuhkan

Pekerjaan tidak menuntut kualifikasi tertentu, asalkan ada keinginan maka dapat langsung dilakukan. Perbedaannya dengan profesi, ada berbagai kualifikasi yang harus dipenuhi untuk menekuni sebuah profesi. 

Kita ambil profesi notaris sebagai contoh. Berhasil merampungkan pendidikan tinggi di bidang hukum masih belum cukup untuk menjadi notaris. Ada pendidikan lanjutan kenotariatan yang mesti ditempuh terlebih dahulu dan tentunya memenuhi persyaratan-persyaratan lain.   

Besaran Penghasilan yang Didapat

Perbedaan profesi dan pekerjaan yang selanjutnya bisa dilihat dari besaran penghasilan yang didapat. Umumnya, sebuah profesi dijalani sebagai sumber pemasukan utama dengan jumlah penghasilan yang berbanding lurus dengan keahlian yang dimiliki. Makin ahli, maka akan kian tinggi pula penghasilan yang diperoleh. Meski sama-sama dilakukan untuk mendapatkan uang, pekerjaan tidak memberikan penghasilan sebesar profesi.

Pekerjaan harus dicari dan meluaskan jaringan akan memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, profesi mendatangkan penghasilan dengan sendirinya. Profesi disertai keterampilan khusus yang dikuasai akan membuat mereka yang membutuhkan jasa kitalah yang mencari kita.   

Pengaruh pada Status Sosial

Profesi yang ditekuni seseorang dapat meningkatkan status sosialnya di masyarakat, sementara pekerjaan cenderung tidak memberikan pengaruh apa-apa pada status sosial. 

Keterikatan pada Aturan Tertentu

Pekerjaan bersifat lebih bebas dibandingkan profesi. Suatu profesi dalam praktiknya memiliki keterikatan pada aturan tertentu, misalnya dalam bentuk kode etik profesi. Kode etik di sini berupa norma-norma yang menjadi pedoman atau acuan saat melaksanakan profesi tersebut untuk menjaga mutu dan memberi jaminan secara moral. 

Contoh kode etik profesi misalnya kode etik jurnalistik bagi para jurnalis. Profesi kewartawanan terikat dengan kode etik jurnalistik. Salah satu isinya adalah tidak diperkenankan mencampuradukkan fakta dan opini pribadi ketika menuliskan sebuah berita.

Organisasi yang Mewadahi

Untuk meningkatkan kompetensi, biasanya orang-orang yang memiliki latar belakang profesi yang sama tergabung dalam suatu organisasi profesi. Lewat organisasi tersebut, mereka saling mendukung satu sama lain dan bekerja sama memajukan profesinya. Keberadaan organisasi profesi juga dapat melindungi klien yang menggunakan jasa profesi itu.

Baca juga: Pengertian Struktur Organisasi, Fungsi, Jenis dan Faktor Berpengaruh

Umumnya, suatu pekerjaan tidak memiliki wadah secara formal seperti asosiasi atau organisasi profesi. Kalaupun ada, sifatnya lebih umum. 

Tingkat Dependensi

Pekerjaan memiliki tingkat dependensi yang lebih tinggi daripada profesi. Seorang pekerja bekerja sesuai arahan dan perintah dari atasannya. Ada sanksi yang menjadi konsekuensi jika kita tidak melakukan pekerjaan sesuai yang diperintahkan. Lain cerita dengan profesi yang membuat seseorang memiliki keleluasaan untuk berkarya atau melakukan aktivitas tanpa ada tekanan dan pengaruh dari pihak lain.

Lingkup Kerja

Kebanyakan lingkup kerja profesi berkaitan dengan layanan bagi masyarakat, misalnya dokter, bidan, notaris, dan lain sebagainya. Sementara itu, lingkup pekerjaan bisa sangat luas; intinya apa pun yang dapat menghasilkan uang. 

Jadi itulah tadi perbedaan profesi dan pekerjaan yang sering orang tidak tahu. Sebenarnya, pekerjaan demi pekerjaan yang dilakukan, meski tak sementereng profesi, semuanya memberikan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Dari sanalah, kita mulai membentuk karier hingga mencapai profesi yang diinginkan.

Profesi adalah hasil dari rangkaian proses yang dijalani dalam kurun waktu tidak singkat. Dari uraian di atas, kita dapat simpulkan bahwa kendati terdapat sejumlah perbedaan profesi dan pekerjaan; keduanya sama-sama harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

2 COMMENTS

Comments are closed.