9 Cara Mengatur Keuangan di Masa Sulit yang Dijamin Ampuh!

0
2717
Mengatur keuangan di masa sulit

Bagaimana cara mengatur keuangan di masa sulit? Ini salah satu pertanyaan yang cukup jamak ditanyakan oleh masyarakat dunia di masa pandemi Corona-19.

Sebenarnya tidak hanya di masa pandemi saja, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Terutama masalah yang berhubungan dengan ekonomi atau keuangan.

Setiap orang memiliki cara sendiri dalam mengatur keuangannya. Namun, ada kiat-kiat khusus dalam mengatur keuangan yang harus dilakukan setiap orang ketika menghadapi masa-masa sulit.

Cara Mengatur Keuangan di Masa Sulit

Tidak mudah, tapi bisa dilakukan oleh siapa pun yang ingin mengatur keuangannya saat berada di masa sulit. 

Diambil dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan di masa sulit.

1. Menyusun Ulang Anggaran Pengeluaran

Masa-masa sulit tidak bisa disamakan dengan kondisi biasa. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menyusun ulang anggaran pengeluarannya.

Susunlah anggaran pengeluaran yang baru dan sesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. Pisahkan uang anggaran setiap kali menerima gaji atau penghasilan bulanan.

Masyarakat urban biasanya memiliki lima pos anggara pengeluaran, yaitu; kebutuhan rutin, cicilan, tabungan atau investasi, sosial, dan gaya hidup.

Nah, di masa-masa sulit sebaiknya kita lebih mengutamakan pos kebutuhan rutin, seperti; uang makan, belanja pokok, tagihan listrik dan air. Penting juga untuk menekan pengeluaran untuk gaya hidup dan sosial.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Penting Untuk Mempersiapkan Anggaran Biaya

2. Membayar Tagihan Sesegera Mungkin

Percaya atau tidak, ada banyak orang yang suka menunda-nunda membayar tagihan bulanan. Misalnya tagihan pemakaian kartu kredit, listrik, air, dan lain-lain.

Menunda-nunda membayar tagihan tidak akan membantu keuangan Anda. Justru tagihan yang dibayar terlambat akan dikenakan denda dan menjadi pengeluaran tambahan yang merugikan.

Jadi, sebisa mungkin jangan menunda pembayaran tagihan karena kita tidak pernah tahu kondisi keuangan di masa mendatang. Selain itu, membayar tagihan tepat waktu akan menjaga nama baik kita, baik itu di Bank maupun instansi lainnya.

3. Utamakan Kebutuhan Daripada Keinginan

Kita harus lebih bijaksana dan sabar saat berada di masa-masa sulit keuangan. Selalu utamakan memenuhi kebutuhan ketimbang keinginan yang tidak prioritas.

Karena itu, Anda harus bisa membedakan apa yang masuk dalam kategori kebutuhan dan apa yang termasuk dalam keinginan. 

Gunanya untuk apa? Agar kita bisa menekan pengeluaran sesuatu yang tidak begitu diperlukan. 

Meski di masa-masa sulit keuangan, terkadang orang bisa lepas kendali saat berbelanja dan membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

4. Menyisihkan Dana Untuk Kebutuhan Darurat

Ok, keadaan keuangan saat ini memang sangat sulit. Tapi bukan berarti kita sama sekali tidak bisa menyimpan dana untuk kebutuhan darurat.

Sebisa mungkin Anda harus menyimpan dana cadangan untuk keperluan yang darurat. Mengapa? Karena kita tidak tahu kondisi perekonomian global di masa depan dan masalah apa yang akan muncul.

Ini merupakan cara mengatur keuangan di masa sulit yang bisa dikatakan sebagai kunci bagi setiap orang untuk berjaga-jaga menghadapi kondisi terburuk.

Dan tentu saja, dana tersebut hanya boleh digunakan untuk situasi yang memang darurat.

5. Jangan Berhutang

Walaupun dalam keadaan yang sulit, sebisa mungkin Anda jangan sampai berhutang. Ini bukan berarti Anda sama sekalai tidak boleh berhutang, hanya saja pikirkan kembali untuk hal mendesak apa sehingga Anda harus berhutang. 

Jika berhutang bertujuan untuk membantu mengembangkan bisnis, maka hal tersebut bisa dilakukan. Namun jika berhutang untuk memenuhi keinginan membeli barang tertentu maka sebaiknya jangan dilakukan karena hal ini bisa membuat keuangan semakin bermasalah.

6. Menghemat Pengeluaran Hingga 15%

Pada umumnya para perencana keuangan merekomendasikan agar setiap keluarga menghemat 10% dari gaji mereka.

Namun di masa-masa ekonomi sulit, para penasihat keuangan merekomendasikan setiap keluarga untuk menghemat hingga 15% dari penghasilan bulanan.

Alokasikan pengehamatan tersebut ke dalam anggaran bulanan, sama seperti yang Anda lakukan untuk biaya hidup lainnya.

Baca juga: 10 Cara Hidup Hemat Mudah Untuk Diterapkan

7. Jangan Belanja Secara Kredit

Pembelian barang dengan kartu kredit memang terkesan mudah karena bisa mencicilnya selama beberapa bulan.

Namun, belanja dengan cara mencicil cenderung membuat seseorang menjadi lebih boros dan menambah beban hutangnya.

Bila tidak untuk keperluan mendesak, hindari membeli barang dengan cara mencicil. Kebiasaan mencicil ini bisa menggerus keuangan dan membuat hutang menumpuk.

8. Hiduplah di Bawah Kemampuan Anda

Pada masa ekonomi normal, kita bisa hidup sesuai dengan kamampuan keuangan. Namun dalam perekonomi yang sulit seperti sekarang, sangat disarankan untuk hidup di bawah kemampuan Anda.

Ada banyak hal bisa kita lakukan untuk mengurangi pengeluaran bulanan. Misalnya, berhenti atau mengurangi kebiasaan ngopi di tempat mahal, berhenti atau mengurangi kebiasaan makan di restoran, dan lain sebagainya.

Anda juga harus melibatkan anggota keluarga lain, misalnya anak, untuk ikut terlibat dalam menerapkan gaya hidup hemat.

9. Mencari Sumber Pemasukan Lain

Jika cara mengatur keuangan di masa sulit di atas sudah dilakukan, namun kondisi ekonomi Anda masih belum stabil, maka Anda perlu mencari sumber pemasukan tambahan.

Seperti yang ditulis pada salah satu artikel Maxmanroe.com, sekarang ini ada banyak jenis bisnis online yang bisa dilakukan dengan modal kecil.

Beberapa di antaranya; berjualan secara online di marketplace, menjual jasa menulis artikel, menawarkan jasa konsultasi, trading forex, dan lain sebagainya.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa pekerjaan sampingan tersebut jangan sampai mengganggu pekerjaan utama Anda

Itulah penjelasan mengenai cara mengatur keuangan di masa sulit yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan kondisi ekonomi. Dan yang paling penting adalah menerapkan gaya hidup sederhana dan menentukan prioritas pengeluaran dengan tepat.