Market Size, Cara Mengetahui Keberhasilan Suatu Bisnis

0
729
Market size Adalah

Tidak banyak pebisnis pemula yang mengetahui bahwa sebenarnya market size adalah salah satu hal penting yang wajib ditentukan perusahaan. Bukan tanpa alasan, market size ternyata bisa digunakan untuk memprediksi atau menduga kesuksesan bisnis di masa mendatang. Sebenarnya, apa itu market size? Mengapa penting untuk keberlangsungan bisnis?

Definisi Market Size

Secara ringkas, market size adalah keseluruhan jumlah pelanggan dan penjualan yang dapat diamati secara langsung oleh para stakeholder. Market size turut dapat dipakai oleh pemilik usaha dalam memilih pasar yang potensial sekaligus target bisnis di masa mendatang. Pasalnya, market size akan dihitung setiap akhir tahun.

Pastinya, hal ini memberikan manfaat untuk para pemilik perusahaan atau bisnis yang hendak mengeluarkan produk terbaru mereka pada tahun berikutnya. Jadi, pemilik usaha sudah mengetahui potensi pasar sehingga bisa menduga bagaimana penjualan produk tahun depan. 

Tak hanya itu, market size juga bisa membantu bisnis untuk mengetahui peluang kesuksesan investasi dalam jangka waktu beberapa tahun. Apabila angka profit atau keuntungan yang didapatkan cenderung fluktuatif atau tidak stabil, maka pemilik bisnis dapat menunda perilisan produk baru maupun proyek yang bisa memakan dana besar. 

Market size pun sering dihubungkan dengan istilah pangsa pasar. Sebenarnya, dua hal tersebut bisa menunjukkan besarnya penjualan sekaligus banyaknya pelanggan yang dimiliki perusahaan. Sering kali, market size dikaitkan dengan pangsa pasar. kedua aspek ini mampu memperlihatkan angka penjualan dan juga pelanggan perusahaan.

Metode dalam Menentukan Market Size

Mengimplementasikan market size adalah salah satu hal utama yang wajib dilakukan oleh para pemilik usaha. Meski begitu, ada sejumlah strategi yang tetap perlu diaplikasikan oleh pemilik bisnis saat sedang memilih market size untuk perusahaan. Salah satu solusinya adalah market sizing

Pilihan strategi tersebut bisa membantu pemilik usaha mengamati perkiraan jumlah pendapatan yang didapatkan dalam setiap sektor usaha, misalnya dari sektor peluncuran produk terbaru atau penjualan produk tersebut. Tak hanya itu, market sizing juga dapat dipakai untuk mempertimbangkan penentuan atau pengambilan strategi pemasaran yang baru yang bisa membantu meningkatkan bisnis.  Market sizing sendiri memiliki dua pilihan metode, yaitu:

Top-Down Analysis

Top-Down Analysis menjadi metode market sizing yang oleh para pakar dianggap sebagai salah satu metode yang punya risiko sekaligus optimisme yang sebanding. Metode tersebut akan membuat perusahaan mampu memilih target pasar yang sesuai dengan produk maupun jasa yang dimiliki. 

Setelah itu, para analis akan mulai melakukan analisis perhitungan yang berkaitan dengan perkiraan pendapatan yang bisa dihasilkan oleh perusahaan berdasarkan pasar yang sudah ditentukan. Meski bisa dibilang tidak realistis dan hanya dilatarbelakangi oleh intuisi, pemilik usaha tetap bisa mengurangi besarnya risiko dengan melihat lebih cermat berbagai kelebihan berikut kekurangan pasar yang menjadi tujuan utama. 

Saat menjalankan perusahaan dengan metode ini, Anda membutuhkan beberapa data penunjang, di antaranya: 

  • Total available market atau keseluruhan nilai dari permintaan pasar yang berkaitan dengan produk maupun jasa. 
  • Segmen pasar yang menjadi tujuan utama yang masih berada dalam wilayah jangkauan geografis perusahaan.
  • Bagian pasar yang bisa mendapatkan pelayanan oleh pihak perusahaan. 

Baca juga: Ini Cara dan Tujuan Analisis Peluang Usaha yang Perlu Anda Ketahui!

Bottom-Up Analysis

Metode dari market sizing lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk menentukan market size adalah menggunakan Bottom-Up Analysis. Sayangnya, cara penentuan target pasar ini bisa dibilang membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, perusahaan terlebih dahulu harus melakukan riset terhadap pasar secara lebih mendalam dan tidak bergantung pada tren maupun prediksi pasar. 

Akan tetapi, hasil yang didapatkan tentu lebih rasional dan realistis dengan dilakukan riset yang berkaitan dengan peluang keuntungan sekaligus kerugian yang pastinya lebih cermat. Terkait dengan hal tersebut, Anda memerlukan dukungan data sebagai berikut:

  • MS atau market share yang berasal dari pelanggan yang potensial.
  • N atau jumlah pelanggan potensial.
  • P atau harga jual rata-rata.
  • Q atau konsumsi dari suatu produk secara rata-rata atau pembelian suatu produk dalam jangka waktu satu tahun. 

Setelah mendapatkan semua data tersebut, Anda bisa menghitung market size dengan rumus: N x MS x P x Q

Jadi, inti dari penentuan market size adalah mengetahui berapa banyak calon pelanggan yang tertarik untuk membeli produk atau jasa yang Anda miliki. Pun, Anda dapat mengetahui lebih detail terkait perilaku dan karakter dari konsumen yang Anda targetkan, sehingga Anda dapat menyelaraskan usaha yang Anda miliki dengan kebutuhan konsumen dan produk tersebut bisa diterima dengan baik. Semoga bermanfaat.  

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]