Memahami Manajemen Laba dalam Strategi Pengembangan Bisnis

0
6137

Manajemen Laba – Bagi pemilik bisnis, membuat laporan keuangan perusahaan di akhir periode merupakan salah satu tanggung jawab kepada stakeholder yang harus dipenuhi. Laporan keuangan mengandung banyak informasi penting mengenai kinerja perusahaan dalam suatu periode, khususnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Bagaimanapun juga tujuan utama berbisnis adalah mencari profit, bukan?

Oleh karena itu, pemilik bisnis dan jajaran manajemen perusahaan lainnya perlu mengelola laporan keuangan sedemikian rupa agar bisa menampilkan keuntungan yang dimaksud. Di sinilah manajemen laba memainkan peranan penting dalam strategi pengembangan bisnis.

Apa itu Manajemen Laba?

Sering dikenal dengan earning management, istilah ini merujuk pada suatu kegiatan intervensi yang dilakukan pengelola perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal. Proses ini dilakukan dengan sengaja, tetapi tetap dalam batasan General Adopted Accounting Principle (GAAP) guna mengarahkan tingkatan laba yang hendak dilaporkan.

Maka, kamu bisa menarik kesimpulan bahwa manajemen laba bisa disebut sebagai manipulasi keuntungan pada laporan keuangan dengan tujuan memperoleh keuntungan lebih. Namun, tindakan ini bukan dilakukan tanpa motif dan tujuan mendasar. Setidaknya, ada beberapa hal yang membuat perusahaan merasa perlu mengelola keuntungan yang didapat.

  • Sebagai Tujuan Bonus

Manajer biasanya punya informasi dari laba bersih perusahaan. Maka, ia berupaya melakukan pengelolaan dengan cara memaksimalkan laba agar bisa memperoleh bonus (bonus purposes).

  • Alasan Motivasi Politik

Motivasi politik kerap dikemukakan jika perusahaan tersebut memiliki kaitan dengan kepentingan pemerintah. Perusahaan cenderung mengurangi laba akibat adanya tekanan publik. Di sisi lain, tindakan ini bisa membuat perusahaan menghemat pajak.

  • Menaikkan Harga Saham Perusahaan

Laba yang besar akan membuat profil perusahaan meningkat, sehingga harga saham perusahaan naik. Hal ini umum dilakukan manajemen saat perusahaan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau Initial Public Offering (IPO).

  • Pelaporan Kepada Investor

Faktor ini merupakan tujuan umum yang mendorong perusahaan mengelola laba bisnis. Pada akhir periode tertentu, perusahaan perlu menyampaikan laporan keuangan kepada investor. Peningkatan laba dipandang sebagai salah satu indikator kinerja baik sebuah perusahaan.

Mengenal Pola Manajemen Laba

Secara umum ada empat pola manajemen profit yang biasa dilakukan oleh manajer, seperti dalam penjelasan berikut.

  • Income Maximization

Sering diterapkan ketika laba sedang turun. Cara ini bertujuan melindungi perusahaan ketika berhadapan dengan utang. Guna memperoleh laba lebih besar, manipulasi data akuntansi pada laporan keuangan biasa dilakukan dengan pola ini.

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan Passive Income

  • Income Smoothing

Salah satu pola manajemen yang sering dilakukan manajer, yaitu meratakan laba yang dilaporkan. Hasilnya, laba tampak stabil dan investor menilai positif kinerja perusahaan.

  • Income Minimization

Umum dilakukan guna mengurangi beban pajak, sehingga perusahaan tidak menarik perhatian pemerintah. Cara ini dilakukan dengan menghapus komponen biaya yang kerap luput dari perhatian pembaca laporan keuangan, seperti biaya iklan, biaya riset dan pengembangan, atau aktiva tidak berwujud.

  • Taking a Bath

Biasanya pola keempat ini dilakukan melalui pembebanan biaya yang akan datang dan menghapus beberapa aktiva perusahaan. Alternatif lain, kamu bisa melakukan clear the desk supaya laba yang dilaporkan turut meningkat.

Begini Teknik Manajemen Laba

Setelah kamu mengetahui apa itu pengelolaan laba dan tujuannya, serta pola yang umum diterapkan dalam perusahaan, sekarang kamu perlu memahami bagaimana teknik melakukan manajemen ini. Ada tiga teknik yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Melakukan Pengaturan Estimasi Akuntansi

Manajemen bisa memanfaatkan kesempatan guna membuat pengaturan estimasi akuntansi. Di sini manajemen bisa memperkirakan estimasi akuntansi pada beberapa komponen, seperti amortisasi aktiva tidak berwujud maupun estimasi terkait piutang tidak tertagih, periode depresiasi aktiva, dan biaya garansi.

  • Melakukan Pengubahan Metode Akuntansi

Pengubahan metode akuntansi bisa diterapkan pada pencatatan suatu transaksi. Sebagai contoh, manajemen dapat mengubah metode depresiasi aktiva tetap. Jika sebelumnya menggunakan metode depresiasi angka tahun, maka sekarang menerapkan metode depresiasi garis lurus. Perhitungan berbeda tentu menghasilkan laba berbeda pula.

  • Melakukan Penggeseran Periode Pendapatan atau Biaya

Cara ini juga dipandang cukup efektif dalam menerapkan pengelolaan laba. Manajemen bisa menggeser periode pendapatan atau biaya tertentu dalam laporan keuangan. Misalnya, menunda atau mempercepat pengeluaran untuk divisi riset dan pengembangan, maupun menunda pengeluaran promosi hingga periode akuntansi berikutnya.

Sekarang kamu sudah memahami manajemen laba dalam strategi pengembangan bisnis. Ayo, pelajari mana pola dan teknik pengelolaan laba yang tepat supaya kamu bisa mengembangkan usahamu saat ini!

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

BLOG100

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]